Kabupaten Purwakarta Gencarkan Kembali Kampanye Lingkungan

Purwakarta, Radarbuana.com -Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggencarkan kembali kampanye lingkungan guna meminimalisir produksi sampah plastik di masyarakat.

Sampah plastik saat ini menjadi salah satu persoalan yang tengah dibahas bersama-sama oleh sejumlah pihak.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pun mengimbau semua masyarakat untuk bersama – sama menjaga lingkungan dari bahaya sampah plastik. Dengan tidak lagi menggunakan kantong plastik sebagai wadah pembungkus.

“Jadi kalau belanja, mending bawa kantong lain yang berbahan ramah lingkungan. Misalnya, kantong dari anyaman bambu,” himbau Anne kepada masyarakat saat kegiatan Gempungan di Lapang Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao, Rabu (27/11/2019).

Bupati yang akrab disapa Ambu Anne mengingatkan jika saat ini ancaman sampah plastik sudah sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat, untuk mencari bahan alternatif ramah lingkungan sebagai wadah pembungkus.

“Output dari kebijakan ini diharapkan memberi motivasi kepada masyarakat untuk membangun semangat dan lebih sadar menjaga lingkungan. Terutama dari ancaman sampah plastik,” terang Bupati.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Karena, sampai saat ini produksi sampah di wilayahnya masih didominasi sampah rumah tangga atau domestik. Jika di persentasikan, 60 persen sampah yang dibuang ke TPA ini merupakan hasil konsumsi rumah tangga, sementara 40 persennya dari industri.

Dalam hal ini, Bupati mengutarakan pihaknya mengajak supaya masyarakat bisa memilah terlebih dahulu sampah sebelum dibuang ke TPA. Jadi, sampah tersebut harus dipisahkan terlebih dahulu antara yang organik dan anorganiknya.

“Jadi, sebelum dibuang sampah tersebut harus dipisahkan dulu, mana yang organik mana yang an-organik. Nanti, yang an-organik, semisal plastik akan dikelola untuk didaur ulang kemudian dijual. Sedangkan yang organik bisa jadi kompos,” jelasnya.

Kebijakan mengenai penanganan sampah plastik ini, tambah Anne,  juga telah dijalankan di lingkungan pemerintahan. Saat ini, seluruh kantor pemerintahan sudah tak diperbolehkan menyiapkan air mineral dalam kemasan.

Sebagai gantinya, kantor – kantor pemerintahan diminta menyiapkan media air minum dan tempat air yang lebih ramah lingkungan. Kemudian, pegawai pemerintahan wajib membawa wadah minum sendiri.

“Jadi, para pegawai harus bawa bekal sendiri wadah/botol untuk minumnya.Hal tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi penggunaan wadah berbahan dasar plastik. Caranya, bisa menggantinya dengan kendi atau bahan yang lebih ramah lingkungan lainnya,” papar Bupati Anne. Nes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *