Tenaga Medis Puskesmas Turikale Kab.Maros  Dapat Bantuan APD Baju Hamzat

Maros, Radarbuana.com– Sebagai upaya menunjang kinerja para petugas medis menangani pasien covid- 19, mereka sebagai tenaga  garda terdepan perlu Aalat Pelindung Diri (APD) yang memadai sesuai standar kesehatan. Terkait dengan pandemi virus corona di daerah grafiknya masih kelihatan belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Menyikapi fenomena tersebut, semua pihak  terus bergerak cepat untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran covid 19 ini. Seperti di Puskesmas Turikale yang berada di pusat jantung kota Kabupaten Maros, sangat membutuhkan kelengkapan alat pelindung diri APD yang memadai, mengingat Kecamatan Turikale ini sudah masuk zona merah, dengan jumlah 7 orang terkonfirmasi positif covid-19.

Untuk membantu kebutuhan APD para medis di puskesmas tersebut, hari ini Sabtu (2/5/2020) mendapat bantuan APD baju Hamzat sebanyak 10 pcs dari  Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan  Turikale. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Tim Gugus Covid Turikale, diwakili Ahmad Ilham, Nuryanto dan Nurul Sadiq, diterima langsung oleh Kepala Puskesmas, drg. Hi Jamila ,M.Kes.

Ahmad Ilham menjelaskan,  APD tersebut berasal dari bantuan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP ) DPD l Sulsel, yang diberikan ke Tim Gugus Covid Kecamatan Turikale,

“Kami dari tim covid Turikale hanya menyalurkan kepada yang memang membutuhkan. Karena selama ini yang menjadi kendala kurangnya APD bagi tenaga medis, sementara kinerja mereka setiap hari sangat intens, melayani pasien yang positif yang isolasi mandiri di rumahnya. Semoga bantuan baju Hamzat dapat meringankan beban kebutuhan Apd bagi tenaga medis,” papar Ahmad.

Sementara itu Kepala Puskesmas Turikale, drg.hj.Jamila.M.Kes sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli dengan kebutuhan tenaga medis kami. “Kerena APD ini adalah kebutuhan mendasar untuk menangani pasien positif harus sesuai protap kesehatan,” katanya.

drg.hj.Jamila juga  menjelaskan kebutuhan APD di puskesmas ini sangat tinggi. Pasalnya berada di pusat kota kabupaten, juga paling banyak menangani pasien positif. Tercatat hingga hari ini sudah 7 orang, sebagian masih isolasi mandiri dirumahnya.

Menurutnya untuk melayani pasien tersebut petugas medis harus menggunakan APD lengkap, agar mereka ini aman dari penularan virus corona.

“Kami juga harap kepada pasien agar kooperatif, patuh dengan protap kesehatan, dan semua masyarakat agar tetap mematuhi himbauan pemerintah tetap lakukan pisical distancing dan sosial distancing, pake masker kalau berada diluar rumah. Dan hindari keramaian yang bisa berpotensi terjadi penularan virus corona,” pungkas Hj.Jamila,  Kapus Turikale. Herman.

792 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kawasan Kota Tua Sepi Pengunjung Sejak Diberlakukan PSBB 

Sab Mei 2 , 2020
Jakarta, Radarbuana.com – Sejak di berlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah di DKI Jakarta, demi mencegah penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19)  menyebabkan kawasan Kota Tua Jakarta Barat sepi pengunjung. Biasanya kawasan tersebut, sangat dipadati pengunjung yang hendak bersantai sambil bermain dan memotret gedung-gedung bersejarah. Apalagi, di bulan […]

Sponsor