Waketum Gerindra: Ekonomi Tumbuh 2,9 Persen Saat Covid 19 Itu Sebuah Prestasi Kangmas Jokowi

Jakarta, Radarbuana.com – Perekonomian tumbuh di 2,9 persen disaat pandemik Covid 19 itu prestasi hebatnya tim ekonomi Joko Widodo

“Loh, yang di piloti oleh Menko Perekonomian yang akhir akhir ini banyak di kristisi oleh orang luar pemerintahan dengan tidak bijak, padahal langkah langkah tim ekonomi sudah benar untuk bisa bertahan agara perekonomian nasional tetap tumbuh,” kata Arief Poyuono, Waketum Gerindra, melalui rilis kepada redaksi Radarbuana.com, Kamis

Menurutnya kerja keras tim perekonomian Presiden Joko Widodo dalam mengatasi dampak covid-19 yang banyak membuat sektor usaha formal dan informal sempoyongan dan berhasil tumbuh di 2,9 persen itu tidak gampang.

“Stimulus Dana Program Pra Kerja yang sebenarnya juga mendorong tumbuhnya perekonomian nasional dari sisi konsumsi disaat covid 19. Serta bagi bagi sembako yang dilakukan pemerintah, parpol juga jadi poin bertumbuhnya perekonomia Indonesia,” terang Arief Poyuono.

Selain itu, lanjut Waketum Gerindra ini, juga dari sektor industri telekomunikasi yang banyak mengkatrol pertumbuhan ekonomi sebesar 2,9 persen pada kuartal pertama.Karena saat PSBB industri komunikasi banyak di konsumsi masyarakat, misalnya saja Telkom yang menjadi backbone industri telekomunikasi yang bisa menghidupkan usaha start up unicorn berkembang disaat Covid 19. Dimana arus transaksi barang dan jasa tetap berjalan pada usaha penyediaan industri Platform digital jasa market place

“Begitu juga sektor industri Alkes, obat obatan baik herbal maupun farmasi yang mendorong ekonomi tetap bertumbuh. Sektor sektor ini juga yang mendongkrak fungsi intemediasi perbankan tidak kering selama Covid 19,” sebutnya.

Tumbuhnya Sektor sektor ini juga yang bisa menahan tidak terjadinya Doomdays PHK Buruh besar besaran serta mati surinya sektor UKM,” tambah Poyuono.

Dikatakannya sebelumnya Airlangga Hartarto memprediksi pandemik virus corona baru atau Covid-19 akan cukup lama. Sebab sampai saat ini vaksin ataupun obatnya belum ditemukan. “Kita melihat bahwa penyakit ini akan berakhir apabila ditemukan vaksin. Namun penelitian di berbagai negara mengatakan bahwa vaksin ini akan ditemukan minimal atau paling lambat di awal tahun 2021,” ujarnya.

Sementara itu Menko Perekonomian meminta mempersiapkan diri ke kehidupan new normal atau dengan protokol baru.
“Kita harus terus hidup berdampingan dan beradaptasi dengan penyakit Covid ini. Atau hidup damai bersama Covid-19, seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo,” kata Poyuono.

Ia menyebutkan ini artinya Airlangga menangkap betul pesan-pesan dan strategi Presiden dalam mengatasi covid -19 yang punya dampak dalam perekonomian nasional.

Karena itu, tambah Arief Poyuono, jajaran menteri yang bersentuhan langsung atau dalam koordinasinya Menko Perekonomian harus pada seiring sejalan dengan kebijakan kebijakan yang diambil oleh Presiden Joko Widodo.

Misalnya masalah kelangkaan Gula dan mahalnya harga gula dan pangan sembako jangan menteri Perdagangan mempersulit untuk pengadaan nasionalnya walau harus impor. Karena mumpung masih ada negara yang masih mengekspor pangan. Kalau engga ada repot. Nah kalau sembako langkah yang ada rakyat bisa berontak kayak tahun 1998 nantinya.

“Karena banyak laporan Mendag ini agak- agak mempersulit lalulintas impor Gula dan Sembako ke dalam negeri.Ini harus jadi catatan, saya kira bagi Menko Perekonomian,” pungkasnya. ig

200 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Presiden Kini Memiliki Kekuasaan Tertinggi Dalam Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian PNS

Jum Mei 15 , 2020
Jakarta, Radarbuana.com -Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), telah diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu. Ada sejumlah perubahan aturan dalam PP tersebut. Sejumlah kebijakan yang diubah, salah satunya ialah presiden kini memiliki kekuasaan […]