Para Pemenang Kompetisi Film Pendek Jejak Wali Nusantara, Diselenggarakan Kemenag

Jakarta, RadarBuana.com – Pemberian hadiah pemenang Kompetisi Islamic Short Movie Jejak Wali Nusantara yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (23/9/2020), di Grogol, Jakarta Barat.

Dalam memutuskan para pemenang kompetisi film pendek ini, penilaian melibatkan dewan juri dari unsur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Lembaga Sensor Film (LSF), Praktisi Penyiaran, budayawan, seniman, serta unsur Kementerian Agama pada 16-18 September lalu.

Sebelum memasuki tahap penilaian nasional, para finalis  sebelumnya telah menjuarai lomba serupa di tingkat provinsi.

Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi dalam mengatakan di nusantara, kebudayaan lokal disisipi oleh budaya Islam. Kini tantangan berat pun dihadapi para pemuda, generasi milenial.

“Masa depan budaya Islam ditantang dengan tantangan lain di era milenial. Ada memang kemunculan budaya pop, misalnya bernuansa Islam, tapi liriknya kadang dangkal, dan ia tidak bertahan lama,” katanya.

 

Sementara Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, seni budaya adalah wadah bagi keberlangsungan perkembangan syiar islam di era sekarang salah satunya melalui media video.

 

“Zaman digital saat ini, video adalah sarana terbaik dalam menyiarkan dakwah Islam,” katanya.

 

Sedangkan Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Sayid Alwi Fahmi menjelaskan diadakannya lomba video pendek ini bertujuan untuk mengokohkan kesadaran generasi muda akan nilai-nilai budaya Islam yang dibawa para pendakwah di masa lalu. Dalam terminologi masyarakat dipanggil dengan sebutan wali.

“Lomba ini secara umum ditujukan untuk memberi perlindungan, pembinaan, pengembangan, dan pelestarian khazanah budaya Islam yang dibawa para ulama kita di masa lalu. Jangan sampai kesadaran kita akan sejarah dan kebudayaan Islam ini terkikis,” ungkapnya.

Fahmi mengutarakan tahun ini adalah kali ketiga Kementerian Agama menggelar lomba video yang mengangkat tema kebudayaan Islam di Nusantara.

Sebelumnya, perhelatan yang ditujukan pada kelompok milenial itu digelar dengan tema ‘Situs Sejarah Islam di Nusantara’ (2018), dan ‘Tradisi dan Budaya Islam Indonesia’ (2019).

Lomba Video Pendek tentang Jejak Wali di Nusantara diikuti 48 peserta yang berasal dari berbagai unsur.

Adapun keenam pemenang lomba video tersebut adalah

– Juara I, video berjudul “The Journey” (DIY) dengan poin 790;

– Juara II, video berjudul “Wali Sigedong” (Jateng), dengan poin 700;

– Juara III, video berjudul “Jejak Islam di Tanah Seberang” (Jambi), dengan poin 670;

– Juara IV, video berjudul “Syeikh Abdurrauf As-Singkily, Ulama Toleran Pengawal Titah Empat Ratu” (Aceh), dengan poin 660;

– Juara V, video berjudul “Aulia 44” (Aceh), dengan poin 630; dan

– Juara VI, video berjudul “Hikayat Sang Guru KH Zaenuri” (Kalteng), dengan poin 600.

Wamenag, didampingi Dirjen Bimas Islam, dan Sesditjen Bimas Islam menyerahkan Hadiah pemenang. Holly

47 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Perangi Berita Hoax dan Kejahatan Cyber, Polres Maros Gandeng Para Dai, Ulama dan Penyuluh Agama

Kam Sep 24 , 2020
Maros, RadarBuana.com – Perhelatan pesta demokrasi Pilkada serentak sudah di depan mata. Termasuk di Kabupaten Maros. Polres Maros menyambutnya dengan aktif mengajak masyarakat menciptakan suasana kondusif. Baik pada aktivitas di dunia nyata maupun maya. Khusus yang berkaitan internet, Polres Maros baru saja meluncurkan pogram DASI atau Da’I Siber Indonesia. Melibatkan […]

Sponsor