Disinyalir “Dilindungi” Petugas, Calo di Satpas SIM Daan Mogot Kian Marak

Jakarta, RadarBuana.com – Praktik pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan bantuan calo masih marak terjadi di Satpas SIM Daan Mogot Jakarta Barat.

Ironisnya, keberadaan para calo  tersebut disinyalir dilindungi dan kerjasama dengan petugas Satpas.
Bahkan ketika memarkirkan sepeda motor saja, secara terang-terangan calo-calo berdatangan menawarkan jasanya kepada setiap orang. Dilemanya, ketika jasa calo ditolak maka pemohon SIM akan dihadapkan dengan sulitnya saat mengurus SIM secara langsung. Terbukti masih banyak pemohon SIM yang kecewa saat mengurus sendiri. Istilahnya bukan dipermudah, malah semakin dipersulit apabila mengurusnya langsung.

“Kalau mengurus sendiri kita tak Bakalan lulus mas, bisa bisa kita dua sampai tiga kali ulang. Kita ujian teori pun seperti sengaja dikalahkan,” ungkap Agung, saat ditemui di Satpas SIM Daan Mogot Jakarta Barat, Kamis (18/11).
Menurutnya, untuk mendapatkan SIM A, dia harus mengeluarkan uang Rp 800 ribu.

“Lewat calo memang mahal mas, tapi kita pasti dapat SIM. Lain kalau kita ngurus sendiri, jangan harap lulus” ungkapnya.

Lain pula dengan Margono (45), warga Condet Balekembang, Jakarta Timur, ia merasa kecewa meskipun telah menggunakan jasa calo untuk membuat SIM A miliknya.

“Aku perpanjangan diminta Rp 500 ribu, itu pun prosesnya lambat, bukan langsung foto seperti yang dijanjikan,” sebitnya.

Perlu diketahui, di loket bank jelas tertera harga pengurusan membuat SIM A Rp120 ribu sementara SIM C Rp100.
Kapolri Jenderal Idam Aziz sudah memerintahkan semua jajaran Propam di Polda maupun Polres untuk melakukan penindakan terhadap calo pelayanan. Jika kedapatan pungli siap-siap untuk menjalani sanksi berupa kode etik, disiplin, dan pidana. Tom

50 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kapolri Ingatkan 8 Kapolda Baru Terkait  Netralitas Hingga Tegakan Prokes

Jum Nov 20 , 2020
Jakarta, Faktapers.id- Kapolri Jenderal Idham Azis resmi melantik 8 Kapolda baru, termasuk di dalamnya Irjen Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Nana Sudjana yang dianggap tidak menjalankan perintah untuk menegakan protokol kesehatan (prokes). Pelantikan itu dilakukan dalam prosesi serah terima jabatan (sertijab) di Rupatama Polri, Jakarta Selatan, Jumat […]

Sponsor