Anggaran Milyaran Untuk Pekerjaan Peningkatan Saluran Irigasi Tersier Lakbok Selatan Pekerjaannya Diduga Asal Jadi

Pangandaran, RadarBuana.com – Pekerjaan peningkatan irigasi tersier wilayah lakbok selatan yang di kerjakan pemenang tender yakni PT. Kharisma Bina Kontruksi diduga asal jadi.

Ketika RadarBuana.com melihat irigasi yang sudah selesai di kerjakan di wilayah Desa Paledah irigasi tersier yang sudah beres dikerjakan tersebut banyak yang terlihat retak sebagian sudah ditambal semen, bahkan papan informasi proyek yang semula terpasang sekarang tidak lagi terlihat, kemanakah papan informasi froyek tersebut ?seorang petani yang kebetulan berada di tempat tersebut mengatakan, ia sangat kecewa dengan pekerjaan seperti asal jadi.

” Kami dari petani merasa kecewa melihat pekerjaan leningan seperti ini, lalu dimana akan bertahan lama, sekalipun ini kepedulian pemerintah kepada petani kalau pekerjaannya seperti ini saya secara pribadi juga sangat kecewa,” katanya sambil menunjukan beberapa tempat yang retak.

Sesuai penelusuran radarbuana.com pekerjaan saluran irigasi tersier yang berada di wilayah Desa Paledah ini bisa di sebut asal jadi, karena membuat adukannya memakai alat manual, jadi pantas begitu selesai pada retak- retak padahal pekerjaan tersebut didanai milyaran rupiah, radarbuana.com pernah menyampaikan hal tersebut kepada fihak PT. Kharisma Bina Kontruksi yang diwakili oleh Bapak Laksana, dan bukti yang ada di sampaikan, namun jawaban yang di dapat radarbuana.com dari fihak PT.KBK hanya isapan jempol.

Dilain tempat, pekerjaan saluran irigasi tersier yang berlokasi di Desa Sukamaju menarik perhatian radarbuana.com, pasalnya, ketika dilihat ketebalan lening dan penambahan ketinggian tidak sesuai dengan apa yang di katakan mandor pelaksana proyek tersebut, mandor pelaksana yang tidak mau di sebut namanya mengatakan, bahwa ketebalan lening adalah 10 cm dan penambahan ketinggian 10 cm.

” Untuk lening ketebalan 10 Cm, dan untuk penambahan ketinggian 10 Cm, tapi kami mengerjakannya dari atas dulu jadi lantai belum kami kerjakan dikarenakan airnya masih terlalu dalam, apalagi di kala musim hujan seperti sekarang ini, ” jelasnya sambil buru- buru pergi meninggalkan radarbuana.com yang sedang mengambil gambar.

Penjelasan dari seorang mandor yang tidak mau disebut namanya itu jauh api dari panggang, ketebalan lening itu di duga hanya dibawah 7 Cm dan juga ketinggian dibawah 7 Cm, kalau kejadiannya seperti ini siapa yang harus bertanggungjawab lalu dimana pengawasan tersebut ? dan benarkah PT tersebut kebal terhadap hukum ? Sehingga mengerjakan pekerjaan tersebut asal- asalan seperti tanpa pengawasan.

Selain itu ketika sebelum pekerjaan proyek tersebut di laksanakan pada awal bulan Agustus 2020 pihak PPK dan pemenang tender mengundang beberapa Kepala Desa dan tokoh masyarakat berikut kelompok Tani P3AI yang wilayahnya akan dilewati oleh froyek tersebut. Sehingga pihak PPK berharap agar pekerjaan fisik di kerjakan oleh kelompok P3AI dan atau masyarakat setempat. Namun kenyataannya lain, pekerjaan hampir seluruhnya di kerjakan oleh fihak luar daerah, sehingga beberapa anggota kelompok P3AI mengatakan kepada radarbuana.com bahwa ia akan menuntut haknya.

” Kami akan menuntut pembicaraan yang di sampaikan fihak BBWS waktu itu, karena sampai sekarang tidak ada yang melibatkan kami di proyek tersebut. Dan terus terang kami sangat menyesal memberikan legalitas kelompok P3AI kami. Kalau begini caranya kami dan legalitas kami hanya dimanfaatkan,” tegasnya. Edy

36 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kapolda Sulsel Bersama Gubernur Sulsel dan Pangdam XIV Hasanuddin Tinjau Pasca Gempa di Sulawesi Barat

Sab Jan 16 , 2021
Makassar, RadarBuana.com– Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen. Pol. Merdisyam, M.Si., bersama Gubernur Suawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr. dan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, S.E  meninjau langsung pasca bencana gempa yang terjadi di Sulawesi Barat menggunakan helikopter, Jumat (15/01/2020). Musibah Gempa Bumi yang […]

Sponsor