Ketua Umum Presidium Indonesia Maju Angkat Revolusi Keuangan

Jakarta, RadarBuana.com – Menyikapi Indonesia hari ini tentang kondisi keuangan maka Ketua Umum Presidium Indonesia Maju  (Ketum PIM) Fachruddin Angkat bicara tentang “Revolusi Keuangan”

Statemen tentang Revolusi Keuangan tersebut disampaikan Ketum PIM, Fachruddin pada acara jumpa Pers belum lama ini (21/01/2021) yang diselenggarakan di Taman Amir Hamzah di rumah bersejarah yang pernah dimiliki oleh Raden mas Margono Djojohadikoesoemo, Pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang saat ini dimiliki oleh Ketua Umum Perkumpulan sosial Ekonomi Pancasila – Mohamad Fitrah.

“Kondisi keuangan Indonesia saat ini dinyatakan tidak setabil, mengapa dinyatakan tidak setabil ? Karena proses perencanaan, pengadaan dan penggunaan keuangan Indonesia tidak terkondisi secara sempurna, termonitoring secara continyu dan terkendali secara setabil” paparnya.

“Apakah ketidak setabilan keuangan Indonesia saat ini yang disalahkan adalah rezim yang berkuasa saat ini ? Bukan rezim yang berkuasa saat ini yang salah bahkan termasuk rezim sebelumnya tidak bisa dinyatakan bersalah atas tidak setabilnya keuangan Indonesia saat ini” tegasnya.

“Lantas, Apa yang menyebabkan kondisi keuangan Indonesia saat ini dinyatakan tidak setabil ? Karena saat dilakukan Revolusi keuangan tahun 1945 saat itu juga banyak virus virus yang akan mengambat dan menggagalkan Revolusi keuangan pada waktu itu” ungkapnya.

“Selain itu Revolusi pada tahun 1945 tidak sebatas Revolusi keuangan saja akan tetapi semua lini sebagaimana termuat dalam Teks Proklamasi” katanya dengan disertai membaca tekxs Proklamasi,

Proklamasi
Kami Bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya. Jakarta 17 Agustus 1945
Atas nama Bangsa Indonesia Soekarno / Hatta

“Jika kita kaji dalam Teks Proklamasi itu maka disitu kita lihat ada kalimat yang berbunyi “Hal hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya” sedangkan kita tahu pemindahan kekuasaan itu tidak sebatas satu kekuasaan akan tetapi semua lini yang secara garis besarnya adalah kekuasaan Nusantara yaitu tanah airnya, kemudian kekuasaan Bangsa Indonesia yaitu orang orang atau suku bangsanya serta kekuasaan negara yaitu pemindahan kekuasaan dari Pemerintahan penjajah ke Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan lain lain” Jelasnya.

“Secara otomatis pemindahan kekuasaan yang begitu banyaknya tidak semudah apa yang kita bayangkan, apalagi tidak sedikit virus dari dalam yang bersipat pro dan kontra dan virus dari luar yang berusaha menggagalkan, tambah lagi keterbatasan segala fasilitas negara yang serba darurat. Untuk itu tentu saja saat dilakukan pemindahan kekuasaan saat itu ada diantaranya yang dapat dinyatakan sudah sempurna, setengah sempurna dan belum sempurna termasuk bidang keuangan” katanya dengan serius.

Menyikapi kondisi keuangan Indonesia, Fachruddin menegaskan tanpa penuh keraguan tentang langkah yang harus dilakukan oleh berbagai pihak khususnya Pemerintah Indonesia untuk menciptakan solusi yang tepat agar keuangan Indonesia bisa setabil satu satumya jalan menurutnya adalah “Revolusi Keuangan”.

“Satu satunya jalan berbagai Pihak khususnya Pemerintah wajib melakukan Revolusi keuangan. Apa yang dilakukan dalam Revolusi Keuangan tersebut ? Yang dilakukan dalam Revolusi keuangan tersebut adalah prinsip dan system keuangan yang keduanya harus saling terkait, karena prinsip tanpa system pakum tidak berjalan sedangkan sebaliknya system tanpa prinsip ngambang tidak ada tempat bergantung” tegas Fachruddin dengan penuh keyakinan.

Fachruddin juga menjelaskan kapasitas dirinya berstatemen tentang Revolusi Keuangan tersebut adalah selaku Ketua Umum Presidium Indonesia Maju, Ketum PIM dan selaku Sekretaris Jendral Presidium Generasi Penerus Angklatan “45 – Sekjen PGPA “45.

“Kapasitas saya berstatemen terkait Revolusi Keuangan saat ini adalah sebagai Ketua Umum Presidium Indonesia Maju yang terdiri dari 20 organisasi yaitu Yayasan, LSM, ORMAS Perkumpulan dan lain lain sekaligus sebagai Sekretaris Jendral Presidium Generasi Penerus Angkatan “45 yang terdiri dari 40 organisasi yang juga sama yaitu Yayasan, LSM, ORMAS Perkumpulan dan lain lain. Untuk itu saya dalam hal ini mewakili beberapa unsur lapisan khususnya mewakili Ketua Umum Sosial Ekonomi Pancasila, Mohamad Fitrah sebagai Penggagas dan Pemasilitas” jelas Fachruddin.

Senada dengan itu juga Fachruddin menjelaskan tentang tindakan, waktu dan tempat yang tepat untuk berstatemen tentang Revolusi Keuangan adalah pada Rezim Joko Widodo bukan pada rezim rezim sebelumnya.

“Dinilai dari kondisi Indonesia hari ini maka sesuai ilmu fisika tentang gerak, waktu dan ruang maka dapat dinyatakan Revolusi keuangan saat ini sangat tepat tindakan, tepat waktu dan tepat tempat, Mengapa ?

Karena Joko Widodo adalah Pemimpin yang sangat bijak yang penuh perhatian yang selalu setia memandang rakyatnya serta mendengar dan menerima aspirasi yang dapat menciptakan suatu solusi yang tepat. Dengan demikian otomatis Revolusi Keuangan pada rezim Joko Widodo akan dapat menciptakan dan mewujudkan keuangan Indonesia dalam proses rancangan, pengadaan dan penggunaan dapat terkondisi secara sempurna, termonitoring secara Continew terkondisi secara setabil” tegasnya.

Senada dan seirama dengan itu semua, Fachruddin juga berharap untuk Indonesia kedepan agar dapat melanjutkan perjuangan Joko Widodo serta saling menciptakan bersatu dalam perbedaan sekaligus tercipta masyarakat Indonesia yang sejahtera.

“Harapan saya kedepan adalah yang pertama berusaha dan berdoa agar kita semua bisa melanjutkan perjuangan Presiden Joko Widodo dalam program “SDM Unggul Indonesia Maju”.

Kemudian yang kedua berharap kepada seluruh unsur lapisan untuk bisa saling menciptakan “Bersatu dalam Perbedaan” yang telah menjadi semboyan Bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” agar tercipta kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh kedamaian. Selanjutnya yang ketiga Berjuang dan berdoa agar dapat menciptakan masyarakat Indonesia yang sejahtera zohir dan batin sehingga tercipta masyarakat Indonesia yang sakinah, mawaddah wa rohmah” Pungkasnya penuh harapan. Fahmy

74 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Camat Turikale Serahkan Bantuan Kepada Pengungsi Dari Sulbar

Jum Jan 22 , 2021
Maros, RadarBuana.com— Dampak bencana gempa bumi yang terjadi di Majene dan Kabupaten Mamuju membuat warga melakukan pengungsian. Warga yang terdampak bencana bukan cuma mengungsi di daerah masing-masing, tapi banyak mengisi keluar daearah, termasuk di kabupaten Maros, ada beberapa warga Mamuju datang ke Maros mengungsi dirumah keluarga. Pengungsi ini ditampung di […]

Sponsor