Maraknya Prostitusi Anak, KPAI Minta Aturan Standar Hotel Dirubah

Jakarta, RadarBuana.com – Pengungkapan kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di sebagian wilayah Jakarta, membuat KPAI angkat bicara.

Ketua KPAI Pusat Susanto meminta semua pihak turut terlibat dan bertanggung jawab.

Susanto juga meminta, pemerintah melakukan revisi Peraturan Menteri Pariwisata di antaranya tentang standar hotel. “Ini penting, harus memuat satu produk layanan dan pengelolaan,” kata Susanto di Jakarta, Jumat ( 19/3) .

Dalam sejumlah kasus yang berhasil diungkap, kata Susanto, sejumlah pengelola hotel meningkatkan tingkat hunian dengan melakukan aktivitas melanggar hukum.

Seperti yang diungkap oleh Subdit 5 Renakta Ditkrimum Polda Metro Jaya, ada keterlibatan pemilik hotel yang menawarkan jasa prositusi dengan melibatkan anak dibawah umur.

“Semangatnya adalah untuk memperketat. Hotel tetap harus kita dorong tumbuh, Tapi di sisi lain, anak-anak kita tidak boleh dikurbankan untuk kepentingan operasional,” kata Susanto.

Sebelumnya, Subdit 5 Renakta Ditkrimum Polda Metro Jaya menangkap pelaku prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, dalam pengungkapan itu, polisi juga mendapatkan fakta baru adanya oknum pemilik hotel yang bekerjasama dengan mucikari.

“Pengakuan tersangka punya tempat kos-kosan, kemudian dirubah menjadi hotel. Korbannya ada 15 orang, semuanya anak dibawah umur yang rata-rata berusia 14 tahun, 15 tahun dan 16 tahun,” kata Yusri.

Dijelaskan, para pelaku dalam menjalankan praktik prostitusi, dengan menggunakan media aplikasi MiChat. Ketiga pelaku yang diamankan, memiliki peran masing-masing, termasuk joki sebagai pengantar korban kepada tamu yang memesannya.

“Pengakuan para tersangka, sudah kurang lebih hampir 3 bulan. Kami masih mendalami karena jejak digital tidak akan pernah hilang,” kata Yusri. Sedangkan 15 korban yang merupakan anak di bawah umur, kini dititipkan di TP2A. Tom

48 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kasus 2017 Mencuat Kembali, Bank Buleleng 45 Bantah Tilep Deposito Nasabah

Jum Mar 19 , 2021
Kasus 2017 Mencuat Kembali, Masabah Tak Bisa Tunjukan Bukti Singaraja, RadarBuana.com  – PT. BPR Bank Buleleng 45 (Persero) Buleleng, melalui Dirut I Nyoman Suarjaya S.H, akhirnya angkat bicara atas dugaan tidak mampu bayar deposito salah seorang nasabah yang beralamat di Seririt. Kasus itu terjadi sejak thn 2017, dimana Bank BPR […]

Sponsor