Nelayan Lovina Selamat Meski Jukung Terbalik dan Seharian Terombang Ambing di Tengah Laut

RadarBuana.com | Singaraja –Nelayan pantai Lovina Putu Tirtayasa alias Leong warga Desa Kalibukbuk, Buleleng yang dikabarkan hilang saat melaut pagi Selasa (6/4) akhirnya berhasil ditemukan setelah dilakukan pencarian.

Pencarian dari pagi dilakukan pihak keluarga dengan jumlah 10 orang gunakan 4 jukung, Hingga pada selasa sore itu belum ada kabar, membuat sudah pada hampir putus asa. Selain keluarga merasa was-was juga karena cuaca sangat exstrim sampai larut malam dan tanpa kontak.

Setelah pagi Rabu (7/4) pagi pukul 05.00 Wita  baru tersiar informasi bahwa Leong berada di perairan Air Sanih Kecamatan Kubutambahan dari pesisir berjarak kurang lebih 40 tenikmil. Dari Lovina ke TKP berjarak 33 km, beruntung hp yang bawa untuk berkomunikasi bisa terselamatkan dan menginfokan kepihak keluarga.

Secepatnya  para rekan nelayan Lovina Wawan, Edi Harianto Cs dengan 4 jukung langsung ke TKP. Kondisi korban berada dipunggung jukung dengan kondisi terbalik dan dirinya diikat agar tidak lepas jika terjadi hal buruk.

Menurut keterang Leong, Putu Tirtayasa jukungnya (sampan) dua kali terbalik, sisi kiri patah. “Dua kali terbalik diterjang ombak, dibawah ada dua ekor ikan hiu sebesar sampan memakan ikan yang berhasil tangkap,” ujar Leong dengan wajah lesu.

Korban pertama ditemukan oleh nelayan Lovina Edi Harianto cs, setelah berhasil saling kontak dengannya. Setelah info korban berhasil diselamatkan, pihak keluarga yang menunggu di pinggir pantai Lovina baru merasa bernafas lega yang dihadiri para pihak desa, aparat TNI Kodim 1609/Buleleng, Polres Buleleng dan rekan nelayan.

Sampai di darat, korban yang dibawa oleh Edi dan Wawan disambut histeris pihak keluarga dan dibuat upacara penyambutan secara adat Hindu.

Menurut Edi Harianto kepada RadarBuana.com di pantai Lovina saat menyelamatkan kedua korban di tengah laut berjarak hampir 33 mil dari daratan.

“Pertama saat kejadian Leong tidak panik, kedua pegangan jukung patah, korban mengikat dirinya dengan tali ke jukung. Diikat biar tidak lepas jika terjadi hal buruk, misal diempas ombak agar tidak terlepas dari jukung.

Menurutnya Gunung Agung Karangasem masih terlihat setengah dari tengah laut, korban kondisi baik kami kasih pakian untuk ganti, kasih roti yang saya bawa.

“Setelah kita dapat kontak korban suruh tenang dan memberikan titik koordinat, nah disana baru dapat keterangan satu hal beruntung membawa tas anti air sehingga hp miliknya terselamatkan dan bisa komonikasi,”ungkap Edi.

Informasi berhasil dihimpun RadarBuana.com, korban 2 anak ini kerap melakukan aktivitas memancing dari darat ke tengah laut berjarak kurang lebih 25 mil. Soal memancing  Leong merupakan pemancing handal, tak tanggung-tanggung jika memperoleh hasil tangkapan di laut.

Bahkan korban telah 2 kali mengalami kejadian fatal di tengah laut. Namun berhasil selamat dari maut.

Sisi lain Kasat Pol Airud Polres Buleleng, AKP Wayan Parta tetap himbau nelayan agar selalu menggunakan life jacket.

“Musibah ini kami sangat berterimakasih kepada semua pihak, terutama nelayan Lovina yang sudah berupaya penuh evakuasi korban. Kami selaku Sat Pol Air berharap nelayan tetap memperhatikan cuaca, dan alat keselamatan saat di aktivitas di tenga laut,”ungkap AKP Wayan Parta. Des

25 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kapolri Dengan Panglima TNI Buka Latsitarda Nusantara Ke-41 

Rab Apr 7 , 2021
RadarBuana.com | Jakarta –  Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membuka Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) ke-41 di Medan, Sumatera Utara, Rabu (7/4/2021). “Jumlah peserta yang mengikuti Latsitrada sebanyak 802 taruna dari berbagai matra. Diantaranya 227 taruna Akademi Militer (Akmil), 101 taruna Akademi Angkatan […]

Sponsor