Tas Extreme Bag Mengembang Menyelamatkan Leong Ditengah Laut

RadarBuana.com | Singaraja -Musibah yang dialami nelayan Lovina, warga Desa Kalibukbuk Buleleng, Putu Tirtayasa alias Leong Selasa (6/4/2021) pukul 08.10 Wita mengisahkan peristiwa pada Tahun 2006 silam yang juga dialami pada dirinya terombang ambing ditengah lautan.

Kala itu Leong juga sempat mengalami musibah di tengah laut saat pagi hari, namun berhasil diselamatkan oleh nelayan asal Penyabangan Dusun Gondol, Gerokgak yang sedang memancing ikan cakalang.

Leong yang saat itu sedang memancing buruannya diserbu yang  species Lumba-lumba berakibat jukung  lepas darinya terbawa lumba lumba. Dan saat sedang melambaikan tangan tanpa jukung. Jukung yang dibawanya.

Peristiwa terjadi saat Tirtayasa alias Leong melempar umpan yang langsung disambar ikan, karena benang senar pancing melilit dikaki, maka seketika dirinya ditarik keluar jukung oleh ikan besar dan terombang ambing puluhan jam.

Kala itu, Leong masi membawa jukung berbahan kayu dengan mesin dorong kapastas 13PK. Berbeda dengan jaman sekarang serba canggih jukung fiber bermesin tempel.

Leong menuturkan pada 2006 silam pagi juga kejadian sama, baru pindah ke rumah di selatan. Walaupun rumah ada di selatan, tapi keluarga ada di pantai dan pergaulan disini.

Sembari tertawa-tawa mengenang peristiwa baru dialami tersebut, seharian terombang ambing tanpa makan, minum rasa terpikir anak bungsu yang baru berusia dua bulan di Rabu 7 April 2021.

Saat Faktapers.id menggali keterangan didampingi Edi Herianto dan Wawan setelah musibah dan berhasil di selamatkan oleh rekannya di perairan Kubutambahan.

“Posisi jukung kemarin terbalik dengan mesin, beruntung karna ada baut jadi tetap menempel dan tidak jatuh. Beruntung juga bawa tali untuk mengikat badan biar tidak lepas dari jukung. Ombak hampir diatas kepala dan menghempas jukung (sampan) kalau tidak ada tali mungkin sudah almarhum. Dan saat itu saya pikir anak bungsu belum 3 bulan,” ujarnya.

“Jukung terbalik pertama Tas Extreme Bag saya selamatkan, disana ada Hp dan tas tiup mengembung.Baru kemudian balikan jukung dua kalivdan naik dipunggung jukung dengan badan terikat seutas tali. Dibawah ikan Hiu berkeliaran”, kata Leong berkisah.

Dituturkannya bagaimana saat Edi dan Wawan melakukan evakuasi yang sebelumnya dari telephone disuruh tenang, sehingga berhasil korban dihampiri oleh 4 jukung dari para nelayan.

“Diselamatkan kemudian pakain diganti dan dikasi roti. Terimakasih Edi, Wawan”, tutur Leong.

Musibah tersebut menjadikan  pembelajaran dirinya yang berharga, berkat kuasa tuhan dirinya diberikan jalan selamat dari maut melaui tas Exstereme Bag dan hp yang berhasil diamankan diawal. Sehingga dapat menghubungi pihak keluarga.

Kini Leong akan lebih waspada dalam mengarungi samudra untuk sebuah harapan demi keluarga tercinta. Des

50 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Warga Kunciran Tuntut Haknya Diberikan Sama Tidak Dibedakan

Rab Apr 7 , 2021
RadarBuana.com | Tangerang – Belum lama ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan jalan tol Serpong-Cinere ruas Serpong-Pamulang dan jalan tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran. Provinsi Banten pada Kamis (1/4/2021). Namun dalam hal ini ternyata menyisakan kisah pilu bagi beberapa warga yang terdampak dari pembangunan Proyek Jalan Tol tersebut. Dari pantauan media Radarbuana.com […]

Sponsor