Diduga Ditunggangi Kepentingan Pribadi, Natural Pantai Anturan Akan Sirna

RadarBuana.com | Singaraja – Program pemerintah provensi Bali dalam menangani kawasan pesisir pantai terbilang sangat bagus. Selain mengantisipasi kawasan pesisir yang daerahnya memiliki abrasi yang sangat signifikan.

Akan tetapi beberapa pantai di Buleleng banyak pesisir yang tanahnya mengalami abrasi. Disamping itu masyarakat masih kurang menyadari dalam membuat bangunan terlalu berani berjibaku dengan deburan ombak.

Diketahui Buleleng dengan bentangan pesisir sangat luas dan ombak yang tenang, namun terkadang ombak besar datangnya setahun sekali selebihnya laut landai dengan berbagai habitat /species seperti lumba-lumba yang kini menjadi aicont Lovina. Kawasan objek wisata Buleleng sangat terkenal dengan pertunjukan lumba – lumba liar di tengah laut.

Dipantai ini terdapat ratusan lumba-lumba. Untuk dapat melihat lumba-lumba beraksi, anda harus berangkat ke tengah laut sebelum matahari terbit. Lumba–lumba akan bermunculan di tengah laut antara jam 6 hingga jam 8 pagi.

Beberapa kawasan pantai seperti Lovina, Anturan, Kaliasem, Temukus masih belum tergerus abrasi. Sisi lain kawasan penimbangan dan Pemaron serta desa lainya telah ditangani pemerintah selain berkat ajuan pemerintah desa setempat juga peran pihak tertentu karena kawasan tersebut masuk pusat kota dan menjolok ketengah.

Khusus di desa Anturan, pantai masih sangat asri tanpa abrasi sedikitpun kendati masyarakat beberapa memiliki bangunan menjolok kelaut namun setiap tahun deburan ombak masi bisa teratasi. Kini pantai Desa Anturan menerima penanganan abrasi hal ini membuat masyarakat bergejolak, mengalami eweh pakeweh.

Kelompok Taruna Samudra yang diberikan sosialisasi hanya segelintir orang yang datang diduga proyek tersebut ada unsur kepentingan pribadi. Disinyalir rencana penanganan abrasi tersebut sisa proyek yang ada di desa Patas Gerogak yang ditolak oleh pemilik tambak, namun dibawa oleh oknum tertentu ke desa Anturan.

Pro kontra di lapangan pun terjadi selain di Desa Patas yang ditolak oleh pemilik tambak yang tidak setuju pantai diberikan Revetmen pengaman pesisir dari deburan gelombang pasang karena akan mengganggu tambak dan kawasan sekitar. Faktapers.id yang memantau pesisir Anturan secara kebetulan ada pihak pelaksana melakukan pengukuran pantai.

Secara kasat mata kawasan pesisir Desa Anturan masih asri bahkan tanpa abrasi dan Nelayan setempat tidak kesulitan dalam menjangkarkan sampan/jukung, bahkan tidak mengganggu pelancong.

Diduga proyek tersebut akan menelan anggaran hampir 20 M dengan panjang 800 meter dari batas Desa Tukad Mungga hingga ke barat pantai Celuk Agung.

Sisi lain jika pantai tersebut dipasang Revetmen dengan material batu kali besar kendati ada kemiringan namun masyarakat terutama nelayan akan kesulitan membawa jukung kedarat begitu juga ketika cuaca extrim yang datang hanya setahun sekali dan itupun beberapa bulan.

Niat bagus dari pelaksana proyek memang cukup teracungi jempol, namun lebih cocok proyek tersebut digiring ke daerah lain, pasalnya pantai Anturan masih sangat-sangat asri tanpa abrasi sedikitpun. Informasi yang didapat masyarakat bisa menolak proyek tersebut untuk menjaga keutuhan pantai setempat.

Menurut PL proyek yang juga warga Anturan Wayan Swastika yang diminta keteranganya Rabu (7/4) di Pantai Celuk Agung menerangkang secara singkat, ” Proyek yang di Gerokgak saya bawa kesini, mencari sisanya yang di barat,”ujarnya.

Para prejuru Desa Adat dan Dinas Anturan yang akan dijanjikan Pembangunan Revetmen Pengaman pesisir lebih awal melakukan peletakan batu di depan Pura Segara Anturan yang terkenal dengan nama pantai CA pada (9/4) sembari menggelar doa bersama. Informasi yang didapat apabila masyarakat ada yang tidak sepakat atas proyek tersebut maka proyek tersebut bisa dibatalkan.
Terlasana proyek diduga ditunggangi kepentingan pribadi,

Sisi lain beberapa masyarakat nelayan Anturan enggan bicara menolak proyek itu, kendati kedepan berdampak pada kehilangan natural akibat dilindas perubahan jaman.

Kepala Desa Anturan Ketut Soka,Spd, dikonfirmasi Senin (12/4) menerangkan,”Undang warga dan tokoh, menurut tokoh pak Sarka berkeinginan pantai dipasang penahan abrasi tetapi agar bisa jukung naik.itu permintaan warga ditimuran,”ujar Soka.

Kendati tidak diyakini sampan warga nantinya tidak memiliki tempat Soka sembari menunjukkan foto yang dikirm PL berlokasi di Tejakula, takut akan proyek tersebut dibawa keluar kawasan lain.

”Kalau tidak dibawa kesini kemana dibawa. Recana juga joging trek dan lantai faving, tetapi saya berharap karena punya nelayan mata pencarian mereka agar tidak hilang,” jelas Ketut Soka.Des

32 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Puasa Telah Tiba Marhaban ya Ramadhan 1442 H: IGK Kresna Budi Saling Rangkul Menjaga Kerukunan Umat

Sel Apr 13 , 2021
RadarBuana.com | Singaraja – IGK Kresna Budi Ketua Komisi II DPRD Bali dan Ketua DPD Golkar Buleleng, pria asal Kelurahan LiligundiBuleleng Atas Asung kertha Waranugraha mengucapkan Galungan & Kuningan. Dan Berkat Rahmat Allah Tuhan Yang Maha Esa Mengucapkan “Marhaban ya Ramadhan” Selamat Menunaikan Ibadah puasa 1442 H/2021 M. Selaku Ketua […]

Sponsor