Gannas Usulkan Pemerintah Merevisi Undang Undang Narkotika

RadarBuana.com | Jakarta – Beberapa waktu lalu Polisi menangkap artis Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie, atas kasus dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan narkoba.

Mereka ditangkap bersama seorang sopir pribadi yang mengetahui bahwa Nia kerap memakai narkoba jenis sabu. “Memang benar terjadi penangkapan di Pondok Pinang, Kebayoran Selatan. Ada tiga orang yang diamankan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers, Kamis 8 Juli 2021 lalu.

Saat itu tiga orang yang diamankan langsung ditetapkan sebagai tersangka. Saat penangkapan polisi menyita narkoba jenis sabu seberat 0,78 gram beserta bong (alat pengisap sabu). Sabu itu awalnya ditemukan pada saat polisi menggeledah ZN. Sopir itu kemudian menunjuk bahwa pemilik sabu adalah atasannya, Nia Ramadhani, yang selama ini kerap mengonsumsi sabu. Saat penangkapan, petugas kepolisian menyita barang bukti berupa sabu.

Diketahui Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie menjalani sidang perdana kasus narkoba di Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat pada Kamis, 2 Desember 2021. Sementara itu, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie juga sempat terlambat 2 jam dalam menghadiri sidang tersebut.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan, alasan keterlambatan tersebut karena Nia Ramadhani sedang sakit. Dalam pembacaan dakwa, JPU mendakwa Nia dan Ardi dengan hukuman rehabilitasi selama tiga bulan dengan pasal penyalahgunaan narkoba karena mengonsumsi narkotika golongan I.

“Nia direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat jalan di BNNP DKI Jakarta selama tiga bulan. Ardi adalah penyalahgunaan narkotika, perlu direhabilitasi medis dan sosial dengan tidak mengabaikan proses hukum yang berjalan. Rawat jalan di BNN DKI 3 bulan,” kata Jaksa dalam sidang tersebut.

Disisi lain, Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) I Nyoman Adi Peri S.H., menyampaikan, mestinya terhadap Penyalahguna/ Pemakai/ Pecandu narkotika itu tidak perlu dilakukan hingga kepersidangan, mereka hanya membutuhkan rehabilitasi.

“Dan sebagai efek jera, saya usulkan bagi siapapun Penyalahguna/ Pemakai/ Pecandu narkotika, dikenakan denda Maximal 50 juta rupiah, dan uang tersebut menjadi Kas Negara,” ujar Adi Peri yang juga tenaga ahli DPR RI itu dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021).

Untuk itu sambungnya, Gannas usulkan Pemerintah melalui partai politik yang ada di Gedung DPR RI Senayan, merevisi Undang Undang Narkotika yang saat ini masih Abu-abu.

“Pernyataan sikap Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas), “Partai Politik yang memiliki perwakilan di Senayan, memiliki kekuatan untuk merevisi UU Narkotika secara cepat dan terbatas, terkait sikap UU Narkotika sekarang, terhadap Penyalahguna / Pemakai/ Pecandu narkotika Black Or White, Rehab atau Dipenjara melalui hak Inisiatif DPR,” pungkas pria yang juga berprofesi sebagai Advokat dan juga Alumni Lemhannas PPRA 43 Tahun 2009 itu.

Fhm

81 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TNI - Polri Bersinergi pantau langsung pelaksanaan Vaksin di Pasar Masale Tompobulu

Jum Des 3 , 2021
RadarBuana.com | Maros — Guna mempercepat pencapaian vaksinasi masyarakat, personil Polsek Tompobulu Polres Maros yang dipimpin Kanit Samapta Polsek Tompobulu Ipda Nur Hidayat dan personil TNI Koramil 05 Tompobulu yang dipimpin Danramil 05 Tompobulu Kapten Inf Samsir. Didampingi dari unsur Kecamatan Tompobulu dan Desa Tompobulu pantau langsung kegiatan vaksinasi yang […]

Sponsor