Pengelolaan Dana Program KAT Di Dusun Holiang Desa Cenrana Kecamatan Camba Semakin Tidak Jelas

RadarBuana.com | Maros –– program pembangunan perumahan Kawasan Adat Terpencil ( KAT) dari Kemensos tahun anggaran 2021 yang dialokasikan di dusun Holiang desa Cerana kecamatan Camba Kabupaten Maros, kini pekerjaan pisik masih dibawah lima puluh persen.

Seperti yang beritakan sebelumnya, kegiatan ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak, pasalnya selain pekerjaan nya tidak tepat waktu, juga pengelolaan dananya yang miliaran rupiah tidak transparan.

Dari hasil penelusuran radar buana, menemukan kejanggalan pengeloaan dana tersebut, banyak kajanggalan yang ditemukan, anggaran miliaran itu di transfer lansung dari Kemensos kepada Pokmas yang ditunjuk sebagai pelaksana dan penanggung jawab program.

Namun limit waktu yang ditentukan hingga bulan Desember 2021, pekerjaan pisik pembangunan rumah KAT sebanyak lima puluh unit belum rampung, kelompok Masyarakat ( pokmas) bersepakat dengan tenaga pendamping dan pihak pemerintah desa untuk menyelamatkan sisa dana yang masih tersisa di rekening pokmas dialihkan ke rekening Bumdes desa Cenrana.

Ketua Bumdes Desa Cerana Muh.Ikbal didampingi sekertarisnya mengakui kalau benar dana sebesar sembilan ratus juta lebih dialihkan ke rekening Bumdes dari rekening pokmas, itu atas kesepakatan dari pokmas, pendamping dan pemerintah desa.

Dijelaskan juga Ikbal, kalau dana tersebut di trasper pada Tgl 30 November 2021, namun entah kenapa pendampin dan kades memerintahkan kepada kami untuk mentransfer dana tersebut ke rekening pribadi ibu desa, itu pada tanggal 3 Desember 2021.

Jadi rekenin Bumdes itu hanya dipakai transit beberapa hari, tapi dari dana tersebut atas perintah Kades, disuruh simpang dana sebanyak lima belas juta, katanya untuk PAD, setelah itu kami tidak tahu apa-apa lagi,” jelas Ikbal.

Sementara kepala desa Cenrana Andi Syafruddin yang dikonfirmasi lewat telpon WhatsApp nya, menyangkali kalau dia yang perintahkan ketua Bumdes mentransfer dana ke rekening istrinya, menurut nya itu inisiatif dari pendamping.

Memang, lanjut Andi Syafruddin, sebelum dana dari Bumdes itu, dialihkan ke rekening istrinya, pihak pendamping bersama pokmas, berkoordinasi denganya, minta nomor rekening yang dianggap aman untuk dititipi dana tersebut.

Tidak benar kalau saya di katakan perintahkan Bumdes untuk transfer dana itu ke rekening pribadi istri saya, itu atas permintaan pendamping dengan pokmas, yang saya perintahkan ke Bumdes adalah supaya dana yang masuk itu disimpang Limas belas juta sebagai PAD,” bantah Andi Syafruddin.

Ditambahkan juga Syafruddin, kalau dana yang ditransfer ke rekening istrinya itu saat ini sudah di transfer lagi ke rekening orang lain atas permintaan pendamping, entah siapa punya rekening dan tujuannya kami kurang jelas.

“Hanya beberapa lama saja dana itu transit di rekening istri saya, selanjutnya di transfer lagi ke rekening orang lain, itu beberapa kali di transfer, ada bukti-buktinya, karena setiap pendamping minta, saya buatkan kwitansi sebagi bukti,” pungkas Andi.Syafruddin.

Sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya mengharapkan kepada pihak penegak hukum agar mengusut tuntas masalah ini, siapa sebenarnya yang bermain-main di kegiatan ini, karena ini ada indikasi pelanggaran hukum.

Herman.

443 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kapolri Minta Percepatan Booster Hingga Akselerasi Vaksinasi Lansia-Anak Cegah Omicron

Kam Feb 3 , 2022
Jakarta, Faktapers.id  – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono meninjau akselerasi percepatan vaksinasi serentak se-Indonesia dengan hadir secara langsung di Balairung Budi Utomo, Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (3/2/2022). Dalam kesempatan itu, Sigit […]

Sponsor