Warkop Liburanbro Diduga Berdiri di Atas Lahan RTH, Warga Beji Timur Resah

RadarBuana.com | Depok – Belakangan ini warga Beji Timur, Kota Depok, diresahkan oleh keberadaan Warung Kopi (Warkop) Liburanbro. Pasalnya Warkop tersebut diduga berdiri di atas Lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Nusa Indah, Kelurahan Beji Timur, Kota Depok, Jawa Barat.

Salahsatu warga yang bernama Bapak “F” sudah mengadukan ikhwal keberadaan Warkop tersebut kepada Pemerintah Kota Depok. Dirinya menguraikan, sekitar jam 09.00 WIB, Jumat, 31 Desember 2021, saya dan Pak “W” pergi ke Pemkot Depok, kemudian ke Dispenda menanyakan status Lahan Taman Nusa Indah, dengan menunjukkan Peta Taman Nusa Indah dari situs bpn.go.id., kemudian di jawab oleh Dispenda, bahwa Lahan RTH (Ruang Terbuka Hijau). Yang berarti statusnya adalah termasuk aset Pemkot Depok. Lalu di arahkan untuk menemui Bidang Pengelolaan Aset.

“Kemudian di Bidang Pengelolaan Aset bertemu langsung dengan Kabid Aset, Bapak Fadly, juga dengan menunjukkan Peta Lahan Taman Nusa Indah. Setelah diskusi beberapa saat, Pak Fadly memerintahkan stafnya untuk menyiapkan Plank Aset Pemkot untuk dipasang di lahan Taman Nusa Indah hari itu juga, 31 Desember 2021, yang salah satunya dipasang tepat di pintu masuk Warung,” terang Bapak “F” kepada wartawan saat ditemui dikediamannya baru-baru ini.

Kemudian lanjut Bapak “F” pada Selasa, 4 Januari 2021 sekira jam 08.30 WIB, saya dan Pak “W” ke Bidang Aset menanyakan plank. Ternyata telah di antarkan ke Kelurahan Beji Timur, pada hari Senin 3 Januari 2022. Lalu sekitar jam 17.00 WIB datang 1 (satu) personel hansip Kelurahan Beji Timur yang bernama Pak Saiful dan Pak Krise (Petugas Kebersihan) ke rumah saya, dan mengabarkan ada 3 (tiga) Plank dari Pemkot. Selanjutnya, yang bersangkutan langsung di ajak diskusi ke rumah Pak “W”, dan dimintai tolong untuk memasang Plank tersebut di tiga titik sesuai hasil pembahasan dengan Kabid Aset.

“Lalu, dana satu juta rupiah diserahkan untuk beli material dan ongkos tukang. Dan saudara Saiful menyanggupi, tapi akan melapor dulu ke Pak Lurah,” kata Bapak F.

Namun sambungnya, pada Kamis, 6 Januari 2022, Pak Saiful dan Pak Kris mengembalikan Dana satu Juta tersebut ke Pak “W”, dan melaporkan bahwa ada penolakan dari pihak warung pada saat pemasangan Plank pada hari Rabu, 5 Januari 2022.

“Tapi Pak Kris dan Pak Saiful tidak mengatakan siapa nama orang yang menolak pemasangan Plank dari pihak warung tersebut,” sebut Pak F.

Atas kejadian tersebut, kami Warga Jalan Nusa Indah V, RT.03 RW.04 Kelurahan Beji Timur, Kota Depok, akhirnya bersurat mengadukan prihal keberadaan Warkop Liburanbro kepada Walikota Depok.

“Singkatnya menyimpulkan bahwa, ihwal ini tidak dapat di tindaklanjuti oleh Satpol PP, karena belum jelasnya status Lahan Taman Nusa Indah,” ujar Pak F.

Untuk itu Lanjutnya lagi, pada tanggal 31 Desember 2021, Pak W dan saya, datang ke Dispenda Depok (bagian pembayaran PBB) untuk mencari informasi ada atau tidaknya suatu pihak yang tercatat di Dispenda berkewajiban membayar PBB, untuk Taman Nusa Indah.

“Dan aparat Dispenda menyampaikan, bahwa statusnya adalah RTH (Ruang Terbuka Hijau),” ungkap Bapak F.

Lalu kami dianjurkan untuk menemui Bidang Pengelolaan Aset, BKD untuk mengkonfirmasi lebih tegas. Di Bidang Pengelolaan Aset, kami bertemu langsung dengan Bapak Kepala Bidang Pengelolaan Aset, Bapak MHD. Dini Wizi Fadly S.Sos dan berdiskusi tentang ihwal Warkop tersebut, yang juga dihadiri oleh Bapak Rudi, aparat beliau.

“Singkatnya, Pak Kabid mengkonfirmasi status RTH Taman Nusa Indah dan membuatkan Plank Pemkot Depok untuk dipasang di areal tersebut,” tutur Bapak F.

Dengan demikian, maka dengan ini kami memohon agar Plank tersebut dapat di pasang sebagaimana mestinya dan warkop tersebut ditertibkan atau ditiadakan dari lokasi saat ini, dengan alasan-alasan antara lain.

“Yang pertama, dibangun di atas area RTH, kedua, menggunakan area RTH sebagai tempat usaha (komersil) untuk keuntungan pribadi atau keluarga. Ketiga, dibangun tanpa izin yang sah. Keempat, merusak Lingkungan Hunian. Kelima, mengundang banyak orang non-penghuni masuk ke area hunian. Keenam, menggunakan sisi jalan lingkungan (terutama Jl. Nusa Indah II) dan depan rumah penghuni sebagai tempat parkir warkop. Ketujuh, menggunakan Lapangan Taman Nusa Indah sebagai tempat menampung pengunjung Warkop dan yang kedelapan, melewati jam malam,” imbuh Pak F.

Saat di konfirmasi awak media, Kepala Bidang Pengelolaan Aset, Bapak MHD. Dini Wizi Fadly S.Sos mengatakan, Apalagi ini kan posisi nya di depan kantor Kelurahan, pihak Kelurahanlah yang paling dekat untuk mengamankan Aset kita yang ada disana.

“Mangkanya kita kirim Plank ke Kelurahan untuk di pasangkan oleh pihak Kelurahan, dan kita sampai saat ini masih mengakui kalau itu adalah untuk Fasum (Fasilitas Umum) intinya sederhana itu,” tegas Fadly.

Saat dijelaskan awak media prihal hasil musyawarahnya sudah di konsep, ya itu tadi pak waktu pemasangan Plank dari Pemkot itu terjadi penolakan dan ribut ada suatu keributan disitu ada video-video juga sama kita, mangkanya pihak warga yang empat KK ini merasa tidak puas, kok tidak ada tindak lanjutan, karena di situkan sudah negosiasi sudah bermediasi tapi tidak ada bentuk katakanlah action ataupun eksekusi penutupan di warung itu.

“Kalau masalah penutupan warung segala macem itu kan hal yang berbeda, itu kan nanti Pak Lurahnya yang akan melihat lah, juga camatnya. Untuk dalam rangka penertiban mungkin itu ke Satpol-PP, tapi kalau melihat fungsi segala macemnya kan fungsinya fungsi taman kok, ya harus di kembalikan lah ke taman,” terang Fadly.

“Berarti itu memang statusnya bukan tanah pribadi pak ya,” tanya awak media.

Kemudian Fadly menjawab dengan tegas, Ya bukan, lapornya tanah pribadi silahkan ajukan ke sini.

“Ya kan kita melihat itu kan satu kawasan Resort bangunan UI (Universitas Indonesia), ada proses klasemen disitu. Itu kan yang harus kita amankan, kemudian Action nya dilapangan itu silahkan lah, kita dari sisi kewilayahannya dulu, Pak camat dan Pak Lurah seperti apa. Jelas kok dilapangan itu akses Fasum,” kata Fadly.

Terpisah, dihari yang sama, Subana Sekertaris (Sekel) Lurah Beji Timur mewakili Lurah Sobarudin mengaku, waktu itu bulan puasa ada laporan juga, dia bilang katanya warung buka segala macem, pas Satpol-PP dateng tutup, memang engga buka.

“Oh ada yang lapor ke bapak lagi, kapan lapornya pak?,” tanya Subana.

Sambung Subana, kemarin sih udah dateng dari Satpol-PP waktu satu Minggu sebelum lebaran, dua mobil Satpol-PP, dia ngecek katanya kan buka, padahal warungnya tutup, ada laporan katanya sampai malam lah, engga pernah buka warungnya tuh.

“Saya juga baru ya disini, tapi setahu saya dibilang Ruang Terbuka Hijau saya juga engga ngerti, itu yang ngelaporin yang depan lapangan itu bukan pak ya,’ kata Subana.

Soalnya lanjutnya lagi, kemarin yang masuk ke WA nya Walikota, WA khusus, itu Bapak yang depan itu yang ngelaporin, itu selalu dia yang ngelaporin, saya engga tau maksudnya dia apa.

“Sedangkan saya rasa sih Pak kalau keberatan seluruh warga. Kayaknya sih orangnya itu-itu aja, yang ngelapor itu lagi itu lagi. Masuk YouTube nya pak walikota, juga YouTube Dinas Walikota Depok ya bapak itu yang ngelaporin jam 1 pagi. Ngelaporin, katanya ada kegiatan makan siang-siang pas bulan puasa, padahal pas Satpol-PP datang kesini tutup kosong,” tutur Subana.

Subana bertanya balik, dirinya mengatakan, kalau dibilang Fasilitas Umum bapak tau?, ada suratnya disitu memang Fasum?, soalnya kalau Fasum disitu engga ada tulisan apa-apa, engga ada, kalau Fasum kan kayak Kelurahan, tanah ini punya siapa? punya Walikota Depok. Saya rasa kalau Fasum saya juga belum jelas ya, soalnya disitu engga ada tulisan apa-apa.

“Soalnya beberapa kali ada yang mau dateng dari tim Aset, kalau memang itu dia bilang Fasum, harusnya Aset nempel Plank dong disitu,” ujar Subana.

Planknya itu setahu saya sambung Subana, bukan dari Aset deh kalau engga salah. Orang Aset itu kan kalau merasa aset Pemerintah dia dateng sendiri, kan dia punya anggota Satpol-PP tuh, pasang lah sana sendiri. Mangkanya itu tanda tanyanya disitu.

“Tapi setahu saya engga ada yang masang,” imbuh Subana.

Kemudian saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Camat Beji Hendar Fradesa belum bisa ditemui, dengan alasan sedang melayat dan sibuk rapat.

“Mohon maaf bang hari ini dari lagi lagi kedukaan dan siang ini ada rapat kemungkinan Rabu siang baru bisa,” kata Camat.

Terkait konfirmasi kepada Camat tersebut sebelum penayangan berita ini, Pak Camat terkesan menyepelekan. “Ya gpp naikin aja bang,” ujar Camat.

Diketahui, sampai berita ini diturunkan, warga yang resah terhadap Warkop Liburanbro tersebut, masih berdiri di atas lahan RTH.

Fhm79

72 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

12.217 Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Polisi Selama Lima Hari Operasi Patuh Jaya

Sab Jun 18 , 2022
RadarBuana.com | Jakarta -Sebanyak 12.217 pelanggar terjaring razia selama lima hari pelaksanaan operasi Patuh Jaya 2022. Data dihimpun Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dari 13 Juni 2022 hingga 17 Juni 2022. “Penindakan terhadap 12.217 pelanggar,” kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Jamal […]

Sponsor