DKI Jakarta

Tomud Umar Abdul Aziz Sarankan Walikota Jakbar Uus Kuswanto Segera Menyapu Bersih Jajarannya yang Hanya ABS

×

Tomud Umar Abdul Aziz Sarankan Walikota Jakbar Uus Kuswanto Segera Menyapu Bersih Jajarannya yang Hanya ABS

Sebarkan artikel ini

RadarBuana.com | Jakarta – Tokoh Pemuda Jakarta Barat Umar Abdul Aziz mengkritisi kinerja jajaran  di ruang lingkup pemerintah kota (Pemkot) Jakarta Barat.

Menurutnya dalam membangun sebuah kota dan mengembangkan perekonomian masyarakat perlu kinerja yang baik dari pihak Pemerintah Kota. Tidak hanya modal membuat laporan asal bapak senang saja melainkan perlunya juga kerja nyata sesuai fakta di lapangan, bulan hanya laporan, apalagi laporan ABS (Asal Bapak Senang).

Untuk itu  Umar meminta kepada Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Uus Kuswantosebagai untuk segera menyapu bersih Jajarannya yang tidak bekerja maksimal, bahkan hanya ABS.

Apalagi dalam bidang perekonomian dan pembangunan. Sebab, harapan Pj Gubernur ingin masyarakat Jakarta sejahtera.Tentu dalam hal ini, Uus Kuswanto harus mencari orang yang mampu menangani bidang perekonomian dan pembangunan dalam capaian penataan wilayah.

“Saya rasa walikota harus merombak orang yang hanya membisikan sudah beres pak. Tapi faktanya dilapangan warga masih punya aspirasi yang belum direalisasikan, artinya kinerjanya asal bapak senang (ABS),”ungkap Umar Senin (05/05/2023) kepada media ini

“Apabila orang seperti itu tetap dipertahankan, maka jangan harap pembangunan dan perekonomian dapat berjalan mulus di Jakarta Barat,” tandas Umar.

Tokoh pemuda yang aktif di sepakbola ini  juga mengungkapkan, belum lagi masih ada kantor-kantor pelayanan masyarakat seperti kelurahan dan kecamatan banyak kekosongan.

“Ini juga harus menjadi skala prioritas dan segera diisi, dimana banyak kursi kekosongan di Jakarta Barat dari tingkat kelurahan hingga kecamatan,” tegasnya.

Sebagai contoh Umar menyebutkan kursi kekosongan seperti jabatan Lurah joglo Lurah Tangki, Camat Gropet, Camat Tambora, Kebon Jeruk.

“Ada yang harus merangkap jabatan misal Plt lurah Kapuk, Angke, Jembatan Besi, Jatipulo Joglo, Duri Kepa. Tentu dengan rangkap jabatan akan terpecah pemikiran dalam penataan wilayah. Jadi tidak fokus, ini yang perlu diperhatikan oleh Walikota,” pungkasnya.

[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *