Radarbuana | Jakarta — Sebuah insiden dramatis yang melibatkan aktivitas rekreasi jetski di kawasan Pantai Mutiara Cafe Jetski pada akhir pekan lalu berujung pada cedera serius terhadap seorang remaja perempuan bernama Reva. Dalam kondisi kritis, Reva akhirnya menjalani operasi besar di Rumah Sakit Fatmawati setelah sempat dirawat di rumah sakit rujukan pertama yang terbatas fasilitasnya. Kini, Reva masih menjalani masa pemulihan intensif, namun menunjukkan perkembangan yang mengharukan.
Insiden di Laut: Tabrak Tembok Saat Air Pasang
Kejadian nahas ini terjadi saat Reva dan kerabatnya, Aureli—keduanya remaja perempuan—berpartisipasi dalam sesi pelatihan dan uji praktik jetski yang dilaksanakan secara edukatif dan terstruktur. Anak-anak telah didampingi langsung oleh para instruktur, diberikan edukasi menyeluruh di darat, lalu secara bergiliran mencoba jetski di laut dengan pengawasan ketat.
Namun saat senja menjelang sunset, rombongan diminta kembali ke titik awal. Reva, yang kala itu berboncengan dengan Aureli, justru tampak ingin “mengelilingi sekali lagi.” Sialnya, air laut yang pasang membuat batas tembok pantai (tembok kembang pas) tertutup air dan tidak terlihat jelas.
“Reva tidak tahu ada tembok pembatas itu. Akhirnya mereka menabrak, dan terpental. Saya melihat sendiri kejadian itu dari jauh,” tutur Pengacara Sunan Kalijaga om dari Aureli, dan berada di lokasi saat itu.
Reva dan Aureli segera diselamatkan. Keduanya mengalami luka serius, namun kondisi Reva lebih mengkhawatirkan, dengan luka terbuka dan perdarahan yang hebat. Tidak menunggu ambulans, keluarga memutuskan membawa Reva langsung ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil pribadi.

“Sepanjang perjalanan, istri saya memeluk Reva yang terus mengeluarkan darah. Ia sempat bicara kalau dia sangat senang, tapi ternyata malah begini,” tutur Sunan.
Di rumah sakit pertama, Reva hanya mendapatkan penanganan awal. Setelah diketahui bahwa kasusnya kompleks dan membutuhkan tindakan lanjutan yang lebih mutakhir, pihak rumah sakit menyarankan agar Reva dirujuk ke RSUP Fatmawati.
Operasi Besar di RS Fatmawati: Dari Trauma Abdomen hingga Patah Tulang
Tiba di RS Fatmawati, kondisi Reva langsung ditangani tim dokter multidisipliner. Ia mengalami trauma berat di bagian perut (abdomen), pendarahan internal, dan patah tulang serius.
“Awalnya kami pikir sebaiknya langsung operasi tulang, tapi dokter menjelaskan bahwa prioritas pertama adalah penyelamatan organ dalam. Kami sangat bersyukur bisa mendapat edukasi dan kejelasan dari tim medis,” kata Rizal, ayah Reva, dalam pernyataan resmi bersama tim RS Fatmawati.
Operasi besar dilakukan dalam waktu singkat di hari Sabtu malam. Meskipun akhir pekan biasanya menjadi tantangan bagi ketersediaan tenaga medis, RS Fatmawati justru menunjukkan respons cepat dan kesiapan penuh.
Peran Uya Kuya dan Jaringan Sosial yang Menyelamatkan
Dalam proses mencari bantuan cepat, pengacara kondang Sunan Kalijaga—yang menjadi saksi kejadian—menghubungi jaringan teman-temannya untuk mempercepat proses perawatan. Salah satunya adalah Uya Kuya, yang kini duduk sebagai anggota Komisi IX DPR RI (bidang kesehatan dan ketenagakerjaan).
“Uya langsung hubungi saya. Dia minta data Reva dan bantu follow-up langsung ke rumah sakit dan pihak terkait. Bahkan istrinya, Astrid, juga ikut menjenguk,” ungkap Sunan, menahan haru.
Momen Haru: Ingin Salat di Tengah Perawatan ICU
Dalam kondisi pascaoperasi dan terpasang ventilator, Reva menunjukkan sikap religius yang menggugah hati. Meski tidak dapat berbicara, ia menulis dengan tangannya: “Aku mau salat.”
“Yang luar biasa adalah, saat malam sebelum operasi, Reva masih meminta dibangunkan untuk salat Subuh. Perawatnya diberi catatan oleh Reva sendiri: ‘Tolong bangunin saya buat salat,’” tutur Rizal. “Buat kami semua yang dewasa, ini menyentuh sekali. Anak seusia itu, dalam kondisi terluka, masih mengingat Allah.”
Pihak keluarga mengakui bahwa kejadian ini menjadi ujian berat. Pak Rizal, sang ayah, dan Sunan Kalijaga, yang mendampingi dari awal, sama-sama tak kuasa menahan emosi.
“Saya pribadi merasa sangat terpukul. Saya sudah pernah menghadapi banyak kejadian, tapi yang ini beda. Ini anak dekat, sahabat anak saya. Saat saya lihat dia berdarah, lemah, saya nangis,” ucap Sunan lirih.

Meski begitu, keluarga menyampaikan rasa syukur kepada semua pihak, terutama tim RS Fatmawati yang sigap, Uya Kuya, dan seluruh pihak yang “turun tangan” tanpa pamrih. Saat ini Reva masih menjalani tahap pemulihan di ICU dan akan melanjutkan operasi berikutnya untuk penyambungan tulang.
Pihak keluarga juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat, khususnya orang tua yang mengajak anak dalam kegiatan olahraga ekstrem.
“Latihan itu penting. Tapi jangan sampai lengah. Yang penting bukan cuma edukasi, tapi juga kesiapsiagaan medis. Dan, jangan sepelekan air pasang yang bisa menutupi bahaya fisik seperti tembok laut,” kata Pak Rizal.
Sementara itu, Aureli, kerabat Reva yang juga ikut terpental dalam kejadian tersebut, saat ini sudah diperbolehkan pulang dan dalam pemulihan.
[igo]
–






