Radarbuana | Jakarta— Ketika sebagian besar warga mulai mengungsi atau berlindung dari derasnya banjir, jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat justru melangkah maju, menembus genangan air sedalam hampir satu meter demi memastikan bantuan sampai ke warga Kembangan Selatan yang terdampak parah.
Kawasan Kembangan Selatan, khususnya di RT 8, menjadi salah satu titik yang mengalami genangan cukup tinggi setelah hujan deras mengguyur Jakarta sejak Senin malam. Air merendam jalanan hingga setinggi 90 hingga 100 sentimeter. Meski demikian, Pemkot Jakarta Barat tetap menyalurkan bantuan logistik berupa sembako tanpa menunggu air surut.
“Pak Lurah bersama tim berangkat dari RT 7 menuju RT 8, harus melewati genangan hampir satu meter, jaraknya sekitar 1 kilometer dari Gang Famili ke Parung Kored. Itu luar biasa, mereka tetap datang malam-malam,” ujar Rifaldi, warga RT 8 yang menerima langsung bantuan tersebut.
Menurutnya, bantuan yang datang pada Selasa malam itu sangat berarti, karena sebagian besar warga kesulitan akses ke luar wilayah akibat tingginya air. “Kami benar-benar terbantu. Warga di sini kesulitan logistik karena jalur terputus oleh banjir. Tapi Pak Lurah dan tim malah datang dengan tangan sendiri. Ini bukan hal biasa,” tambahnya.
Respons cepat dan aksi langsung ini tak hanya membantu secara materiil, tetapi juga memberikan dukungan moril yang besar bagi warga. Rifaldi menyebut bahwa perhatian yang ditunjukkan pemerintah membuat warga merasa tidak ditinggalkan di tengah musibah.
Dari pantauan tim lapangan SSE, penanganan banjir di wilayah Jakarta Barat mendapat perhatian khusus dari Walikota Uus Kuswanto. Ia bersama para pejabat wilayah aktif memantau, mengoordinasikan penanganan, dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
“Kami tahu kondisi warga sangat berat. Maka yang bisa kami lakukan adalah hadir langsung dan membantu semaksimal mungkin,” ujar seorang pejabat kelurahan yang turut mengawal penyaluran malam itu.
Banjir yang terjadi di Jakarta memang bukan hal baru, namun kecepatan dan keberanian jajaran pemerintah kali ini menjadi catatan positif tersendiri. Di tengah tantangan medan yang berat dan keterbatasan waktu, semangat pelayanan tetap diutamakan.
Aksi nyata yang ditunjukkan Pemkot Jakarta Barat menunjukkan bagaimana kepemimpinan di masa krisis tidak cukup dengan perintah dari balik meja, melainkan perlu hadir, melihat langsung, dan bergerak bersama rakyat.
()






