SETARA Minta Penanganan Ekstremisme-Kekerasan Jangan Kendor

Jakarta, RadarBuana.com – Direktur Eksekutif SETARA institute Ismail Hasani menyatakan protokol penanganan ekstremisme-kekerasan tidak boleh kendor, pasca terjadinya aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu pagi.

“SETARA institute mengutuk keras tindakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Ismail dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu.

Ia menyatakan dalam pandangan SETARA Institute, peristiwa bom bunuh di Makassar merupakan sinyal keras bagi seluruh pihak, terutama pemerintah untuk tidak pernah kendor dalam melaksanakan ‘protokol’ penanganan ekstremisme-kekerasan, baik di ranah pencegahan maupun penindakan.

Pihaknya mendesak pemerintah untuk melakukan tindakan komprehensif dan terukur untuk memitigasi dan melakukan penegakan hukum yang presisi sesuai dengan kerangka negara hukum untuk menjamin keselamatan seluruh warga.

Dia mengatakan ekstremisme-kekerasan yang didorong oleh stimulus ideologis tidak akan surut hanya karena pandemi dan tidak juga karena semakin baiknya perangkat instrumental (peraturan) dan institusional (kelembagaan) penanganan ekstremisme-kekerasan oleh negara.

“Ditengah konsentrasi tinggi pemerintah dalam penanganan dampak pandemi, perhatian pada penanganan ekstremisme-kekerasan tetap tidak boleh berkurang,” harap Ismail.

Dalam rangka mitigasi dan pencegahan, belum lama ini Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden No 7 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN-PE).

Akselerasi penerapan Perpres tersebut secara komprehensif dan terukur mendesak untuk dilakukan dalam rangka mencegah berulangnya peristiwa seperti yang terjadi di Makassar hari ini.

“Kami menyampaikan simpati kepada para korban Bom Makassar dan seluruh umat Kristiani di Indonesia, dengan harapan semoga peristiwa tersebut tidak mengurangi kekhidmatan umat Kristiani yang sedang merayakan Pekan Suci tahun 2021 yang diawali dengan Minggu Palma hari ini,” ungkap Ismail.

Selain itu, SETARA Institute juga mendesak pemerintah daerah dan elemen masyarakat sipil di daerah untuk berkontribusi signifikan bagi pencegahan ekstremisme-kekerasan dengan memupus lingkungan pemicu (enabling environment) bagi terjadinya ekstremisme serta membangun lingkungan yang toleran dan inklusif.

Sehingga seluruh anak bangsa dapat hidup berdampingan secara damai (peaceful coexistence) di tengah perbedaan dalam kebinekaan.

Penerimaan atas kebinekaan merupakan prediktor utama bagi keberhasilan penanganan ekstremisme kekerasan dan bagi penguatan kebinekaan.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik pascaterjadinya aksi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu pagi.

Kapolri menegaskan pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mendalami pelaku dari aksi teror tersebut. Korps Bhayangkara menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) usai aksi tersebut.

Peristiwa diduga bom bunuh diri terjadi di Jalan Kartini, Kota Makassar. Bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).

Diduga pelaku menggunakan sepeda motor ketika melakukan aksinya. Terjadi ledakan  langsung pelaku meninggal dunia di lokasi kejadian. Saat ini, polisi masih terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Tom

58 Views

adminradar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kresna Budi Disambut Topeng Sidakarya Hadiri Ngenteg Linggih

Ming Mar 28 , 2021
Singaraja, RadarBuana.com –Krama adat Dadia Pasek Gelgel Banjar Dinas Babakan Desa Panji Kecamatan Sukasada,Buleleng saat menggelar upacara Ngenteg Linggih pada Purnama Sasih Kedasa Minggu (28/3/2021) langsung dihadiri sang loyalitas masyarakat yang tak lain DPRD IGK Kresna Budi. Penerimaan Hibah Bansos, digunakan secara baik oleh pengempon yang berjumlah 20 KK, Ketua […]

Sponsor