JakartaPolitik

Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Memanas, Polda Metro Hapus Unggahan, Willie Salim Klarifikasi

×

Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Memanas, Polda Metro Hapus Unggahan, Willie Salim Klarifikasi

Share this article
Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar Polda Metro Jaya di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Radarbuana | Jakarta – Kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar Polda Metro Jaya di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menuai polemik. Acara yang semula dimaksudkan sebagai momentum memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut justru menjadi sorotan setelah muncul dugaan keterlibatan peserta yang bukan mahasiswa, bahkan disebut-sebut menerima bayaran untuk mengikuti kegiatan.

Polemik semakin berkembang setelah unggahan dokumentasi kegiatan di akun Instagram resmi Polda Metro Jaya, @poldametrojaya, tidak lagi terlihat. Sementara itu, influencer Willie Salim yang turut hadir dalam kegiatan tersebut akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada publik.

Deklarasi bertajuk “Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026” berlangsung pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah aparat TNI-Polri, influencer Raffi Ahmad dan Willie Salim, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta peserta yang mengenakan atribut dan ikat kepala merah putih.

Namun, suasana deklarasi yang semestinya mencerminkan semangat persatuan pemuda justru menjadi perbincangan setelah sejumlah warganet mempertanyakan identitas peserta yang mengenakan jas almamater berbagai perguruan tinggi.

Kecurigaan muncul ketika beberapa peserta disebut tidak mampu menjelaskan asal kampus maupun program studi mereka saat ditanya. Bahkan, beredar pengakuan bahwa sebagian peserta mendapatkan uang dan seragam almamater untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Pria Beralmamater Undira Mengaku Bukan Mahasiswa

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah kemunculan Bayu Setiadi alias Dino, pria yang terlihat mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira).

Melalui video klarifikasi yang diunggah akun Instagram @bem_undira pada Jumat (30/10/2026), Bayu mengaku bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara.

Ia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut berawal dari undangan komunitas. Ia juga mengaku menerima bayaran serta jas almamater yang diberikan oleh pihak penyelenggara tanpa penjelasan mengenai identitas kampus yang tertera pada atribut tersebut.

“Saya bukan mahasiswa Undira, jas almamater diberikan tanpa penjelasan asal-usulnya,” ujar Bayu.

Dalam kesempatan itu, Bayu menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Universitas Dian Nusantara dan pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat penggunaan atribut kampus tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa klarifikasi yang disampaikan dilakukan secara sukarela tanpa adanya paksaan.
Pengakuan tersebut semakin memicu pertanyaan publik mengenai proses perekrutan peserta, mekanisme penyelenggaraan, serta penggunaan atribut perguruan tinggi dalam deklarasi yang mengatasnamakan mahasiswa Indonesia.

Willie Salim Akhirnya Buka Suara

Di tengah polemik yang berkembang, kehadiran influencer Willie Salim juga menjadi perhatian publik.
Melalui akun Instagram @willie27_ pada Jumat (30/10/2026), Willie menyampaikan penjelasan mengenai alasan dirinya menghadiri kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa kehadirannya hanya berdasarkan undangan dan tidak memiliki keterlibatan dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta.

Willie juga membantah menerima bayaran atau imbalan dalam bentuk apa pun atas kehadirannya.
“Halo teman-teman, saya ingin memberikan penjelasan terkait kehadiran saya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda kemarin. Saya hadir karena mendapatkan undangan. Saya tidak terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta acara, serta tidak menerima bayaran ataupun imbalan dalam bentuk apa pun,” tulis Willie.

Ia menjelaskan, kehadirannya dilandasi keinginan memberikan dukungan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Namun, Willie mengakui kurang teliti dalam memahami konteks kegiatan yang dihadirinya.

“Keputusan untuk hadir tetap menjadi tanggung jawab saya pribadi. Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf atas kurangnya ketelitian saya dan kekecewaan yang timbul,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk klarifikasi Willie di tengah kritik dan pertanyaan warganet mengenai kehadirannya dalam acara yang kini menuai kontroversi.

Selain klarifikasi dari sejumlah pihak, tidak terlihatnya unggahan dokumentasi kegiatan di akun resmi Polda Metro Jaya turut menambah perhatian publik.

Hingga informasi ini disusun, Polda Metro Jaya belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan keterlibatan peserta yang bukan mahasiswa, termasuk pengakuan adanya pemberian bayaran dan penggunaan jas almamater dalam kegiatan tersebut.

Publik pun menantikan penjelasan mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab atas perekrutan peserta, bagaimana proses verifikasi identitas dilakukan, serta apa dasar penggunaan atribut perguruan tinggi dalam deklarasi tersebut.

Polemik ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kredibilitas kegiatan yang membawa nama mahasiswa Indonesia. Sebab, deklarasi yang mengusung semangat persatuan dan perjuangan pemuda seharusnya mencerminkan kejujuran, integritas, serta keterlibatan peserta yang jelas identitasnya.

Transparansi dari pihak penyelenggara dan penjelasan resmi Polda Metro Jaya menjadi penting agar persoalan ini tidak terus berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *