Radarbuana | Jakarta – Saat film-film horor masih mendominasi layar bioskop Tanah Air, sebuah drama keluarga hadir menawarkan kehangatan sekaligus banjir air mata. Film “Dua Nafas”, yang dibintangi sekaligus diproduseri oleh Syakir Daulay, siap menjadi tontonan berbeda bagi masyarakat Indonesia.
Film produksi PT Sunrise Pictures Indonesia bekerja sama dengan Syakir Film dan Anypearl Film itu resmi menggelar press screening dan gala premiere di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026).
Rencananya, “Dua Nafas” akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026, bertepatan dengan momen liburan sekolah.
Mengusung genre drama keluarga berdurasi 1 jam 33 menit, “Dua Nafas” mengangkat kisah tentang pengorbanan, kasih sayang, serta penyesalan yang begitu dekat dengan kehidupan banyak orang. Ceritanya diadaptasi dari kisah nyata asal Korea Selatan yang kemudian dikemas dengan sentuhan budaya Indonesia.
Sutradara Hasto Broto meyakini film ini memiliki kekuatan emosional yang universal karena berbicara tentang perjalanan hidup manusia, hubungan antargenerasi, hingga proses menua yang pasti dialami setiap orang.
“Film ini sangat relate dengan kehidupan kita semua. Setiap orang akan menjadi tua dan memiliki kisahnya masing-masing. Kekuatan cinta, kasih sayang, kepedulian, keberagaman karakter, dan emosi para pemain menjadi daya tarik utama yang akan menyentuh hati penonton,” ujar Hasto dalam konferensi pers.
Tak sekadar menghadirkan hiburan, produser Park Joung-Kuk menyebut “Dua Nafas” sebagai bentuk penghormatan kepada sosok nenek di seluruh dunia yang kerap menjadi sumber cinta tanpa batas bagi keluarganya.
“Kami membuat film ini sebagai penghormatan kepada para nenek yang telah memberikan cinta dan pengorbanan tanpa batas. Kami yakin film ini akan menjadi pilihan tontonan keluarga Indonesia,” katanya.
Bagi Syakir Daulay, keterlibatannya dalam proyek ini bukan sekadar pekerjaan. Ada ikatan emosional tersendiri karena Hasto Broto merupakan sutradara pertama yang mengajaknya terjun ke dunia perfilman.
“Film ini mengingatkan kita bahwa momen bersama nenek adalah kenangan yang sangat berharga. Kakek dan nenek sering menjadi penjaga tradisi, cerita keluarga, sekaligus sosok yang selalu memberikan kasih sayang tanpa syarat,” ungkap Syakir.
Sementara itu, aktris senior Aty Cancer yang dipercaya memerankan Mariyam mengaku sangat menikmati proses syuting. Peran sebagai nenek terasa begitu dekat dengan kehidupannya sehari-hari.
“Peran ini sangat dekat dengan kehidupan saya. Saya memang sudah menjadi nenek. Bahkan saya pernah diam-diam memberi uang jajan kepada cucu untuk membeli permen meski dilarang orang tuanya,” ujarnya sambil tertawa.
Menurut Aty, kedekatan emosional antara nenek dan cucu yang ditampilkan dalam film ini menjadi kekuatan utama yang akan membuat banyak penonton teringat pada sosok nenek mereka sendiri.
Sinopsis yang Menguras Emosi
“Dua Nafas” mengisahkan Wati, seorang ibu yang terpaksa menitipkan putranya, Anto, kepada sang nenek, Mariyam, di sebuah desa terpencil.
Bagi Anto kecil yang terbiasa hidup nyaman di Jakarta, tinggal di desa menjadi pengalaman yang sulit. Ia merasa asing dengan lingkungan barunya dan sulit beradaptasi.
Namun perlahan kehidupannya berubah setelah bertemu dua sahabat baru, Putri dan Udin. Bersama mereka, Anto mulai menemukan kebahagiaan sederhana yang sebelumnya tak pernah ia rasakan.
Di tengah keterbatasan ekonomi,
Mariyam membesarkan cucunya dengan penuh cinta dan pengorbanan. Dari sosok nenek itulah Anto belajar tentang ketulusan, perjuangan, kesabaran, dan makna keluarga yang sesungguhnya.
Cerita kemudian melompat 16 tahun kemudian.
Anto berhasil meraih cita-citanya menjadi seorang dokter. Dengan penuh rasa bangga, ia pulang ke kampung halaman sambil membawa ijazah sebagai bukti bahwa perjuangan sang nenek tidak sia-sia.
Ia membayangkan kebahagiaan Mariyam saat melihat cucunya sukses.
Namun takdir berkata lain.
Sesampainya di rumah, Anto mendapati meja makan telah dipenuhi hidangan favoritnya yang disiapkan sang nenek. Kebahagiaan itu berubah menjadi duka mendalam ketika ia menemukan Mariyam yang telah berusia 81 tahun meninggal dunia dalam posisi duduk, seolah masih setia menunggu kepulangan cucunya.
Adegan ketika Anto memeluk tubuh nenek tercinta sambil menangis histeris diprediksi menjadi salah satu momen paling menyayat hati dalam film ini.
Tak sedikit tamu undangan gala premiere yang mengaku tersentuh bahkan menitikkan air mata menyaksikan kisah tersebut.
Daftar Pemain “Dua Nafas”
- Aty Cancer sebagai Mariyam
- Syakir Daulay sebagai Anto Dewasa
- Auzan Noh Karepesina sebagai Anto Muda
- Adelia Rasya sebagai Wati
- Bilqis Hafsa sebagai Putri
- Mantra Gurindam Smaratungga sebagai Udin
Melalui kisah sederhana namun sarat makna, “Dua Nafas” menjadi pengingat bahwa kasih sayang keluarga tak pernah bisa tergantikan. Film ini mengajak penonton untuk lebih menghargai waktu bersama orang tua, kakek, dan nenek sebelum semuanya tinggal kenangan.
Siapkan tisu. Karena mulai 2 Juli 2026, “Dua Nafas” bukan hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga sebagai pelukan hangat yang mengingatkan bahwa cinta terbesar sering datang dari sosok yang paling sederhana: nenek di rumah.
( igo)






