EropaMancanegara

Gerakan “No Kings”: Lahir Tepat di Ultah Trump ke-79, Melawan “Kekacauan dan Kekejaman”

×

Gerakan “No Kings”: Lahir Tepat di Ultah Trump ke-79, Melawan “Kekacauan dan Kekejaman”

Share this article
Oplus_16908288

Radarbuana | Washington ​ – Demonstrasi massal “No Kings” yang mengguncang Amerika Serikat pada Sabtu, 18 Oktober 2025, memiliki akar sejarah yang simbolis. Gerakan ini didirikan dan dideklarasikan secara resmi pada 14 Juni 2025, tanggal yang bertepatan dengan ulang tahun ke-79 Presiden Donald Trump.

Pilihan tanggal ini, menurut penyelenggara, bukanlah kebetulan, melainkan sebagai bentuk unjuk kekuatan rakyat untuk menunjukkan bahwa kekuasaan ada di tangan mereka, bukan di tangan satu orang yang mereka sebut memiliki kecenderungan otoriter.

​Indivisible dan Misi Anti-Otoritarianisme

​Gerakan “No Kings” didukung oleh koalisi lebih dari 300 kelompok akar rumput, dengan organisasi progresif seperti Indivisible menjadi salah satu penyelenggara utama. Pendiri Indivisible, Leah Greenberg dan Ezra Levin, menegaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menolak “otoritarianisme, politik yang mengutamakan miliarder, dan militerisasi demokrasi.”

​Dalam situs resmi mereka, gerakan ini menyatakan bahwa Presiden Trump bertindak melanggar hukum dan menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang. Mereka menuding pemerintahan Trump bertanggung jawab atas serangkaian krisis, termasuk:

  1. ​Shutdown Pemerintah Federal yang berlarut-larut.
  2. ​Penangkapan Ilegal Imigran dan tuntutan pembubaran ICE.
  3. ​Pengerahan Garda Nasional ke kota-kota yang dianggap sebagai upaya militerisasi.
  4. ​Penghancuran Layanan Publik, seperti layanan kesehatan, perlindungan lingkungan, dan pendidikan.

​Pesan Kedaulatan Rakyat

​Slogan utama “Tak ada takhta, tak ada mahkota, tak ada raja,” menjadi inti pesan gerakan ini yang menggemakan semangat Revolusi Amerika. Mereka meyakini bahwa negara ini bukan milik “raja, diktator, atau tiran,” melainkan milik “Kita, Rakyat-rakyat yang peduli.”

​Salah satu veteran Angkatan Darat berusia 70 tahun di Portland, Oregon, bahkan terlihat mengenakan kaus bertuliskan “Tidak Ada Raja sejak 1776,” menekankan bahwa perjuangan melawan tirani telah tertanam dalam sejarah Amerika.

​Gerakan ini juga berkomitmen pada aksi non-kekerasan, dan American Civil Liberties Union (ACLU) turut melatih sukarelawan untuk memastikan protes berlangsung damai, meskipun adanya upaya dari pihak konservatif untuk meredam gerakan ini dengan tuduhan bahwa itu adalah “unjuk rasa kebencian.”

Berita ini berfokus pada: asal usul dan tanggal deklarasi gerakan (Ulang Tahun Trump ke-79), organisasi utama di baliknya (Indivisible), serta misi dan tuntutan yang lebih spesifik (melawan militerisasi, penghancuran layanan publik, dan penangkapan imigran).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *