FilmInfotainment

Imajinari Luncurkan Final Trailer “Tinggal Meninggal”: 21 Hari Menuju Tayang, Komedi Getir yang Terasa Terlalu Nyata

×

Imajinari Luncurkan Final Trailer “Tinggal Meninggal”: 21 Hari Menuju Tayang, Komedi Getir yang Terasa Terlalu Nyata

Share this article

Radarbuana | Jakarta — Hitungan mundur menuju penayangan perdananya resmi dimulai. Tepat 21 hari jelang rilis di bioskop, rumah produksi Imajinari meluncurkan final trailer dari film “Tinggal Meninggal” (TingNing), sebuah karya debut Kristo Immanuel yang menjanjikan warna baru dalam genre komedi Indonesia.

Berbeda dari trailer pertama yang lebih menonjolkan absurditas, final trailer ini mengajak penonton masuk lebih dalam ke dunia Gema — karakter utama yang kehidupannya tampak kocak di permukaan, namun menyimpan lapisan-lapisan getir yang mengusik pikiran. Imajinari memadukan humor segar dengan refleksi personal yang tajam, menghadirkan tawa yang membuat penonton berpikir dua kali: “Ini lucu, atau malah nyesek?”

Komedi Getir: Lucu yang Bikin Mengernyit

“Tinggal Meninggal” bukan sekadar film komedi absurd. Trailer terbaru ini menunjukkan bagaimana Kristo Immanuel menyuguhkan humor yang menyentil kenyataan, dari dinamika rekan kerja yang pasif-agresif, hingga kebiasaan-kebiasaan Gema yang perlahan menyingkap kompleksitas batiniah. Jokes-jokes getir dihadirkan dengan gaya storytelling yang “too real to laugh at”, membuat penonton terjebak di antara tawa dan rasa getir yang relatable.

Geng Kantor Gema Mulai Unjuk Gigi

Karakter-karakter pendukung juga mulai menunjukkan peran penting mereka. Mawar de Jongh tampil sebagai Kerin, sosok rekan kerja yang “ngeselin tapi nggak bisa dibenci”, sementara Ardit Erwandha memerankan Ilham, tipikal teman kantor yang selalu punya pendapat pedas. Tak ketinggalan, Muhadkly Acho hadir sebagai Pak Cokro, sosok senior kantor yang mencoba tampil “gaul”, meski tetap tak bisa lepas dari identitas old school-nya.

Interaksi mereka dengan Gema tidak hanya memeriahkan suasana, tapi juga memetakan bagaimana lingkungan kerja bisa menjadi “pemantik kekacauan” dalam diri sendiri sekaligus ruang pelarian yang absurd.

Gema Kecil, Dunia Imajinasi, dan Batas yang Dihapus

Salah satu kejutan dalam trailer adalah munculnya adegan percakapan antara Gema dewasa dengan versi kecil dirinya. Elemen ini memberi warna unik, memperdalam dimensi psikologis sang karakter utama. Di sisi lain, Gema juga mulai berbicara sendiri, menyusun realita di kepalanya, bahkan mengajak “ngobrol” penonton, membaurkan batas antara film dan dunia nyata.

Pendekatan ini menegaskan bahwa “Tinggal Meninggal” bukan sekadar “film lucu-lucuan”, tapi sebuah eksplorasi jujur tentang absurditas hidup, tempat di mana keganjilan menjadi norma, dan realita terasa seperti drama yang disutradarai oleh pikiran kita sendiri.

Kristo Immanuel, Imajinari, dan Misi Film Debut yang Penuh Arah

“Tinggal Meninggal” menandai debut Kristo Immanuel sebagai sutradara layar lebar. Sosok yang dikenal sebagai kreator konten dan “aktor seribu suara” ini berhasil membuktikan bahwa film debut tak harus bergantung pada gimmick untuk tampil catchy. Imajinari sebagai studio produksi pun terus menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan karya-karya segar dengan fondasi visi kreatif yang kuat.

Studio yang didirikan oleh Ernest Prakasa dan Dipa Andika ini sebelumnya sukses dengan film “AGAK LAEN” (2024) yang mencetak lebih dari 9,1 juta penonton, serta “Jatuh Cinta Seperti Di Film Film” (2023) yang memborong penghargaan di Festival Film Indonesia 2024.

Tayang 14 Agustus 2025 di Bioskop Seluruh Indonesia

Film “Tinggal Meninggal” dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 14 Agustus 2025. Imajinari mengajak penonton untuk terus mengikuti update terbaru di akun Instagram resmi mereka @tingning.official dan @imajinari.id.

Apakah penonton siap untuk tertawa getir sambil menyelami dunia Gema yang seaneh itu? Hitung mundur sudah dimulai.

—

Mau saya buatkan juga naskah press release resmi-nya (gaya perusahaan ke media)?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *