Radarbuana | Sorong – Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru menegaskan arah baru kepemimpinannya dengan menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.
Dalam arahan perdana atau commander wish kepada seluruh jajaran, ia meminta setiap anggota Polri meninggalkan budaya mencari perhatian pimpinan dan lebih fokus membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif.
Arahan tersebut disampaikan setelah Brigjen Audie resmi menerima tongkat komando sebagai Kapolda Papua Barat Daya pada 8 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 tersebut memaparkan tujuh poin commander wish yang menjadi pedoman bagi seluruh personel di wilayah hukumnya.
Salah satu pesan yang paling mendapat perhatian adalah penekanannya agar seluruh anggota Polri berorientasi pada kepuasan masyarakat, bukan sekadar mengejar penilaian dari atasan.
“Kejar customer centric review, bukan commander centric review. Cari muka kepada masyarakat, jangan cari muka ke saya,” tegas Brigjen Audie saat memberikan arahan, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan institusi kepolisian tidak dapat diukur hanya dari penilaian internal, melainkan dari tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.
Ia menegaskan bahwa indeks kepercayaan publik harus menjadi tolok ukur utama dalam menilai kinerja seluruh personel Polri.
“Menjadikan indeks kepuasan dan kepercayaan masyarakat sebagai tolok ukur utama keberhasilan kinerja kepolisian, mengutamakan pujian masyarakat, bukan pujian pimpinan,” ujarnya.
Pelayanan Publik Menjadi Identitas Polri
Kapolda menekankan bahwa setiap anggota Polri harus kembali memahami jati dirinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Oleh karena itu, seluruh personel diminta terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Brigjen Audie, tugas utama kepolisian adalah memberikan rasa aman, menjaga ketertiban, serta hadir memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Hakikat pelayanan adalah melayani, bukan dilayani,” tegasnya.
Mengedepankan Hati Nurani dan Kearifan Lokal
Dalam arahannya, Brigjen Audie juga mengingatkan pentingnya menggunakan hati nurani dalam setiap tindakan kepolisian. Setiap keputusan, diskresi, maupun penegakan hukum harus dilakukan dengan penuh empati, mengedepankan rasa keadilan, serta menghormati nilai-nilai budaya masyarakat Papua Barat Daya.
Ia meminta seluruh personel memahami prinsip “tiga tungku”, yakni sinergi antara unsur agama, adat, dan pemerintah sebagai fondasi menjaga stabilitas keamanan di daerah.
Menurutnya, pendekatan humanis akan memperkuat kehadiran Polri sebagai institusi yang dipercaya masyarakat.
Polisi Harus Membawa Manfaat
Kapolda juga mengajak seluruh anggotanya menjadi polisi yang selalu membawa manfaat bagi masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.
Ia mengingatkan bahwa kehadiran anggota Polri harus memberikan rasa aman dan solusi, bukan justru menimbulkan persoalan baru.
“Pastikan setiap penampilan dalam melayani masyarakat membawa manfaat. Jika tidak dapat memberikan manfaat, setidaknya jangan menimbulkan kerugian,” pesannya.
Respons Cepat terhadap Pengaduan Masyarakat
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Brigjen Audie menginstruksikan seluruh jajaran agar merespons setiap laporan masyarakat secara cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit.
Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh jawaban yang jelas atas setiap persoalan yang mereka sampaikan kepada kepolisian.
Ia juga menuntut setiap personel memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga mampu menjelaskan langkah-langkah penyelesaian masalah kepada masyarakat secara terbuka dan mudah dipahami.
“Jangan biarkan masyarakat kesulitan mencari jawaban atas permasalahan yang ditanyakan,” tegasnya.
Dorong Polisi Menjadi Solutif dan Profesional
Di akhir arahannya, Brigjen Audie berharap seluruh personel mampu menjadi polisi yang solutif, adaptif, dan profesional dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Melalui tujuh commander wish yang disampaikannya, Kapolda Papua Barat Daya ingin membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan publik, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan rakyat.
Komitmen tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pelayanan kepolisian di Papua Barat Daya sekaligus memperkuat citra Polri sebagai institusi yang modern, presisi, dan benar-benar hadir untuk melayani kepentingan masyarakat.
(ig)






