DaerahJawaPolitik

Mantep Beri Penjelasan Soal Balon Bergambar Pejabat: Sudah Direncanakan Jauh Hari, Bertepatan dengan Tradisi Wonosobo

×

Mantep Beri Penjelasan Soal Balon Bergambar Pejabat: Sudah Direncanakan Jauh Hari, Bertepatan dengan Tradisi Wonosobo

Share this article

Radarbuana | Wonosobo  — Polemik penggunaan balon udara bergambar sejumlah pejabat dalam gelaran Tunas Bumi Fest 2026 mendapat penjelasan dari Ketua Kornas Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP), Mantep Abdul Ghoni.

Mendapat kritik dan pertanyaan, Mantep menjelaskan, penggunaan balon udara dalam kegiatan tersebut bukan sesuatu yang dilakukan secara mendadak. Persiapan dan perencanaan kegiatan, termasuk konsep yang dibawa, telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya.

Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut pada akhirnya bertepatan dengan momentum tradisi festival balon udara yang memang telah menjadi bagian dari kegiatan masyarakat Wonosobo.

Menurut Mantep, bertepatan waktunya kegiatan GMPP dengan tradisi balon udara Wonosobo tidak serta-merta berarti pihaknya bermaksud mengambil alih atau mengubah tradisi lokal tersebut menjadi kegiatan politik.

Ia menjelaskan bahwa balon udara yang digunakan dalam kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai media untuk menyampaikan informasi mengenai berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

Sebelumnya, penggunaan balon yang menampilkan wajah Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono serta sejumlah tokoh lainnya menuai sorotan publik.

Kritik muncul karena festival balon udara selama ini dikenal sebagai bagian dari seni, kreativitas dan kearifan lokal Wonosobo. Sejumlah pihak menilai masuknya wajah pejabat dan pesan politik berpotensi menggeser makna tradisi tersebut.

Mantep menegaskan bahwa kegiatan tersebut telah dipersiapkan sebelumnya dan momentum pelaksanaannya yang bersamaan dengan tradisi balon udara Wonosobo merupakan bagian dari kondisi di lapangan.

Ia juga menyampaikan bahwa tujuan utama penggunaan balon adalah agar masyarakat dapat mengetahui program pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya dipahami publik.
“Banyak sekali misinformasi di masyarakat, maka hari ini kami terbangkan semua program Pak Prabowo di balon. Tujuannya apa? Agar program-program baik pemerintah diketahui masyarakat,” kata Mantep Sabtu 15 Agustus 2026 saat ditanya media ini

Penjelasan tersebut menjadi respons atas polemik yang berkembang di media sosial, terutama anggapan bahwa tradisi balon udara Wonosobo sengaja dimanfaatkan sebagai sarana kampanye politik.

Sementara itu, Ketua Komunitas Balon Udara Wonosobo, Agam Setyobudi, sebelumnya menegaskan bahwa komunitasnya bersikap netral dan tidak terafiliasi dengan kelompok maupun partai politik tertentu.

Polemik tersebut kini menyisakan perdebatan mengenai batas antara penyampaian informasi program pemerintah, ekspresi politik, dan pelestarian tradisi lokal.

Di satu sisi, penyelenggara menyebut kegiatan telah direncanakan jauh sebelumnya dan bertepatan dengan momentum tradisi balon udara Wonosobo. Di sisi lain, masyarakat tetap mempertanyakan apakah penggunaan simbol dan wajah pejabat dalam balon udara dapat dipisahkan dari kepentingan politik.

Karena itu, penjelasan dari seluruh pihak dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang pada akhirnya justru merugikan citra tradisi balon udara Wonosobo yang selama ini menjadi bagian dari daya tarik budaya dan pariwisata daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *