Radarbuana | Jakarta – Panel Survei Indonesia (PSI) merilis hasil survei nasional mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama 21 bulan memimpin Indonesia.
Survei ini memotret persepsi publik terhadap berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BPJS Kesehatan, efisiensi anggaran, Sekolah Rakyat, bantuan sosial (Bansos/BLT), hingga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Hasil survei menunjukkan sebanyak 80,4 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara 16,7 persen menyatakan tidak puas, sedangkan 2,9 persen tidak memberikan jawaban.
Direktur Eksekutif Panel Survei Indonesia, Djusman H. Umar, mengatakan tingginya tingkat kepuasan masyarakat menunjukkan mayoritas publik mengetahui sekaligus merasakan manfaat berbagai program prioritas pemerintah.
“Publik melihat adanya komitmen Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memperkuat dan membantu kehidupan masyarakat serta menjaga stabilitas harga dan pasokan sembako di tengah ketidakpastian global. Terutama melalui program MBG, Sekolah Rakyat, Bansos/BLT, dan BPJS Kesehatan,” ujar Djusman kepada media, Selasa (4/8/2026).
Program Prioritas Jadi Faktor Utama Kepuasan Publik
PSI menyebut salah satu faktor yang paling memengaruhi tingkat kepuasan masyarakat adalah fokus pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan sosial melalui sejumlah program prioritas.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Sebanyak 98,3 persen responden mengetahui adanya Program Makan Bergizi Gratis, sementara 1,7 persen mengaku tidak mengetahui.
Terkait keberlanjutan program tersebut:
73,2 persen ingin MBG terus dilanjutkan.
20,8 persen menginginkan program dihentikan.
6 persen tidak memberikan jawaban.
Program BPJS Kesehatan
Sebanyak 96,8 persen responden mengetahui Program BPJS Kesehatan, sedangkan 3,2 persen tidak mengetahuinya.
Adapun penilaian terhadap keberlanjutan program:
87,4 persen ingin BPJS Kesehatan dilanjutkan.
10,4 persen menginginkan program dihentikan.
2,2 persen tidak menjawab.
Efisiensi Anggaran
Sebanyak 71,8 persen responden mengetahui kebijakan efisiensi anggaran, sementara 28,2 persen tidak mengetahuinya.
Saat diminta menilai implementasinya:
76,1 persen menilai efisiensi anggaran sudah sesuai tujuan.
21,9 persen menilai belum sesuai harapan.
2 persen tidak menjawab.
Program Sekolah Rakyat
Sebanyak 67,2 persen responden mengetahui Program Sekolah Rakyat, sedangkan 32,8 persen belum mengetahuinya.
Terkait penilaian terhadap program:
81,7 persen menyatakan setuju dan puas.
13,6 persen menyatakan tidak puas.
4,7 persen tidak memberikan jawaban.
Program Bansos dan BLT
Sebanyak 94,1 persen responden mengetahui program bantuan sosial dan BLT.
Penilaian terhadap program tersebut yakni:
85,5 persen meminta program dilanjutkan.
8,2 persen menganggap program sebaiknya dihentikan.
6,3 persen tidak menjawab.
Stabilitas Harga dan Ketersediaan Sembako
Dalam aspek stabilitas harga dan pasokan bahan pokok:
77,4 persen responden menyatakan puas.
18,7 persen menyatakan tidak puas.
3,9 persen tidak memberikan jawaban.
Simulasi Politik Terkini
Selain mengukur tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, PSI juga melakukan simulasi politik apabila pemilu digelar saat survei berlangsung.
Simulasi Pilihan Partai Politik
Hasil simulasi menunjukkan:
Gerindra 28,7 persen.
PDIP 22,3 persen.
Golkar 10,1 persen.
PKB 9,8 persen.
PAN 8,2 persen.
Lainnya 15,4 persen.
Tidak menjawab 5,5 persen.
Simulasi Pemilihan Presiden
Dalam simulasi calon presiden yang dipilih responden apabila Pilpres digelar hari ini, hasilnya sebagai berikut:
Prabowo Subianto 48,3 persen.
KDM 19,1 persen.
Anies Baswedan 9,3 persen.
Gibran Rakabuming Raka 7,5 persen.
Ahok 4,6 persen.
Lainnya 10,2 persen.
Tidak menjawab 1 persen.
Penilaian terhadap Kabinet Merah Putih
PSI juga mengukur persepsi publik terhadap kinerja Kabinet Merah Putih.
Hasilnya:
63,7 persen menyatakan puas.
25,2 persen menyatakan tidak puas.
11,1 persen tidak memberikan jawaban.
Lembaga Negara Paling Dipercaya
Dalam survei ini, responden juga diminta memilih lembaga negara yang paling dipercaya.
Hasilnya:
Mahkamah Konstitusi 23 persen.
KPK RI 21,3 persen.
Polri 20,1 persen.
TNI 15,7 persen.
Kejaksaan Agung 9,3 persen.
Lainnya 4,3 persen.
Tidak menjawab 3 persen.
Kesimpulan Survei PSI
Panel Survei Indonesia menyimpulkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka selama hampir dua tahun atau 21 bulan berada pada level tinggi, yakni 80,4 persen.
Menurut PSI, terdapat lima faktor utama yang memengaruhi tingkat kepuasan tersebut, yakni:
Meningkatnya pengetahuan masyarakat terhadap berbagai program sosial prioritas pemerintah.
Program-program seperti MBG, BPJS Kesehatan, Sekolah Rakyat, serta Bansos/BLT dinilai memberikan manfaat nyata dan diharapkan terus berlanjut.
Stabilitas harga dan ketersediaan sembako dinilai menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Kebijakan efisiensi anggaran dinilai sudah dipahami masyarakat, namun implementasinya masih perlu terus disempurnakan agar semakin berdampak terhadap kesejahteraan rakyat.
Publik juga mulai membentuk persepsi terhadap kinerja kabinet, lembaga negara, partai politik, hingga figur calon pemimpin nasional.
Metodologi Survei
Survei Panel Survei Indonesia dilaksanakan pada 20-27 Juli 2026 terhadap 1.270 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan teknik wawancara tatap muka (face-to-face interview) yang dilengkapi verifikasi digital.
Survei memiliki margin of error ±2,75 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden merupakan warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih. Komposisi sampel disusun secara proporsional berdasarkan wilayah, jenis kelamin, kelompok usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, serta karakteristik wilayah perkotaan dan perdesaan sehingga merepresentasikan populasi Indonesia secara nasional.
Panel Survei Indonesia merupakan lembaga riset independen yang bergerak di bidang survei opini publik, analisis kebijakan publik, kajian ekonomi, politik, pemerintahan, serta geopolitik nasional.
Lembaga ini menyatakan berkomitmen menghasilkan riset berbasis metodologi ilmiah sebagai kontribusi bagi penguatan demokrasi, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan nasional. ]]






