Radarbuana | Jakarta – Tidak semua orang sanggup menyaksikan kembali perjalanan hidupnya diputar di layar lebar. Bagi Fanny Kondoh, momen itu menjadi pertemuan yang mengharukan dengan kenangan tentang mendiang suaminya, Hajime.
Suasana syuting film Baby Udon berubah menjadi penuh emosi ketika Fanny menyaksikan adegan demi adegan yang mengisahkan perjalanan cinta dan perjuangan hidupnya. Awalnya ia datang dengan keyakinan mampu mengendalikan perasaan. Namun, kenyataan berkata lain.
Saat melihat Caitlin memerankan dirinya dan Denny Sumargo menghidupkan karakter Hajime, air mata Fanny tak lagi dapat dibendung. Kenangan tentang sosok suaminya yang telah tiada seolah hadir kembali di hadapannya.
“Awalnya aku kira aku bisa kuat ketika datang ke lokasi syuting, tapi setelah melihat Caitlin dan Densu memerankan ceritaku dan suamiku, aku tidak bisa tahan tangis. Aku melihat sosok suamiku di Densu,” tutur Fanny Kondoh dengan suara bergetar.
Bagi Fanny, Baby Udon bukan sekadar film. Karya ini menjadi ruang untuk mengenang cinta, kehilangan, sekaligus perjalanan panjang yang pernah ia lalui bersama sang suami. Setiap adegan membawa kembali memori yang selama ini tersimpan dalam hati.
Di balik layar, Denny Sumargo memikul peran ganda sebagai aktor sekaligus produser melalui Sumargo Films. Ia mengaku sejak pertama kali mendengar kisah Fanny, dirinya langsung merasa bahwa cerita tersebut harus diabadikan dalam sebuah film agar dapat menginspirasi lebih banyak orang.
Menurut Denny, kisah Fanny dan Hajime bukan hanya tentang cinta sepasang suami istri, tetapi juga tentang keteguhan, pengorbanan, dan harapan yang mampu bertahan di tengah berbagai ujian kehidupan.
“Dari awal saya mendengar kisah Fanny, saya tahu kisah ini penting untuk diketahui banyak orang. Saya merasa sangat terhormat bisa memerankan sosok Hajime yang saya kagumi,” ujar Denny Sumargo.
Melalui Baby Udon, penonton diajak menyelami perjalanan emosional sebuah keluarga yang pernah viral karena kisah perjuangannya. Film ini menawarkan lebih dari sekadar drama, tetapi juga pesan tentang arti kesetiaan, kasih sayang, dan kekuatan untuk tetap melangkah meski harus menghadapi kehilangan orang yang paling dicintai.
Kolaborasi Sumargo Films dan LYTO Pictures berharap film ini dapat menyentuh hati masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Dengan balutan sinematografi yang hangat dan akting para pemainnya, Baby Udon diproyeksikan menjadi salah satu film drama keluarga yang paling dinantikan tahun ini.
Film Baby Udon dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Penonton pun diimbau menyiapkan tisu, karena kisah nyata yang diangkat ke layar lebar ini diyakini akan menguras emosi sekaligus meninggalkan pesan mendalam tentang cinta yang tak lekang oleh waktu.
Bagi yang ingin mengikuti perkembangan terbaru film ini, berbagai informasi dan materi eksklusif di balik layar dapat diakses melalui akun Instagram resmi @filmbabyudon, @lytopictures, dan @sumargofilm.
Versi ini menggunakan pendekatan feature human interest sehingga lebih menyentuh emosi pembaca, dengan fokus pada pengalaman pribadi Fanny Kondoh dan makna di balik film Baby Udon.






