Radarbuana | Jakarta – Walikota Administrasi Jakarta Barat, Iin Mutmainah, menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada warga dengan melakukan gerak cepat (gercep) merespons laporan banjir di titik-titik krusial wilayah Jakarta Barat. Pada Jumat malam (20/02/2026), Walikota menginstruksikan seluruh jajaran dinas teknis untuk terjun langsung ke lokasi guna memastikan keselamatan warga dan kelancaran akses mobilitas yang sempat terhambat akibat genangan air.
Instruksi tegas ini langsung diterjemahkan di lapangan oleh petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) bersama Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) yang bekerja secara simultan di kawasan Kembangan.
Sinergi Tanpa Sekat: Dishub, RT, dan Warga Bersatu
Salah satu aksi nyata yang menonjol terlihat di wilayah Kembangan Selatan, khususnya di area Pasar Minggu hingga Lampu Merah (TL) Kembangan. Di lokasi ini, debit air yang tinggi sempat melumpuhkan akses kendaraan. Mengikuti arahan Walikota untuk mengedepankan kolaborasi, petugas Dishub tidak bekerja sendirian; mereka bersinergi dengan Ketua RT 07 RW 01 beserta warga setempat untuk mengelola arus lalu lintas yang mulai semrawut.
Aparat bersama tokoh masyarakat setempat bahu-membahu memasang rambu darurat dan mengarahkan pengguna jalan agar menjauhi titik banjir. Sinergi ini dianggap sangat efektif dalam mempercepat proses evakuasi dan pengalihan kendaraan, mengingat warga setempat paling memahami jalur-jalur alternatif di lingkungan mereka.
Strategi Pengalihan Arus guna Menghindari Penumpukan
Berdasarkan instruksi untuk meminimalisir kendaraan mogok di tengah banjir, petugas melakukan rekayasa lalu lintas besar-besaran di sekitar wilayah terdampak:
- Jalur Flyover dari Ciledug: Kendaraan yang melintas dari arah Ciledug menuju pusat Kembangan langsung dibelokkan ke arah kanan menuju Meruya. Hal ini dilakukan untuk mencegah kendaraan terjebak di genangan air yang cukup dalam di TL Kembangan.
- Arah Meruya: Kendaraan dari arah Meruya diminta untuk melakukan putar balik demi menghindari kemacetan total yang mengarah ke titik banjir.
- Akses Alternatif: Seluruh kendaraan dialihkan menuju jalur Puri Kembangan atau Meruya sebagai solusi utama agar roda ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terhenti sepenuhnya.
Komitmen Keamanan Wilayah
Walikota Iin Mutmainah menegaskan bahwa dirinya memantau langsung perkembangan penanganan di lapangan secara real-time. Beliau memerintahkan dinas terkait untuk tidak meninggalkan lokasi sebelum air surut dan arus lalu lintas kembali normal.
”Kita tidak boleh membiarkan masyarakat kebingungan di tengah genangan air. Gerak cepat dari petugas Dishub dan SDA, serta bantuan luar biasa dari Bapak RT 07 dan warga Kembangan Selatan, adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah kesulitan warga. Saya pastikan pompa-pompa bekerja maksimal untuk segera mengatasi genangan ini,” ujar Iin Mutmainah dalam keterangan resminya.
Hingga berita ini diturunkan, koordinasi di lapangan antara aparat dan warga terus diperkuat. Kehadiran petugas yang sigap melakukan pengalihan arus mendapat respons positif dari para pengendara yang sempat tertahan. Upaya mitigasi banjir ini diharapkan menjadi langkah preventif yang konsisten dijalankan guna menjaga kenyamanan publik di seluruh wilayah Jakarta Barat.






