Radabuana | Majalengka – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui kolaborasi antar koperasi. Salah satunya ditunjukkan oleh Koperasi Serba Usaha Agro-Niaga Agung Sejahtera (ANAS) Kabupaten Majalengka yang menjalin kerja sama dengan Koperasi Bareng-Bareng Sugih Kabupaten Indramayu dalam pengembangan budidaya kedelai.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu agenda strategis yang disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi ANAS yang berlangsung di Desa Bunga Skulon, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka, Sabtu (20/6/2026).
Pembina Koperasi ANAS, Mulyadi, mengatakan kolaborasi antar koperasi merupakan langkah penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, pengembangan komoditas kedelai menjadi salah satu fokus kerja sama karena masih tingginya kebutuhan pasar terhadap produk tersebut.
“Kami melihat kedelai memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Karena itu, Koperasi ANAS dan Koperasi Bareng-Bareng Sugih sepakat berkolaborasi untuk menjalankan program ketahanan pangan, khususnya pada sektor kedelai,” ujar Mulyadi.
Ia menjelaskan, Koperasi Bareng-Bareng Sugih yang berbasis di Indramayu memiliki pengalaman dalam pengembangan sektor pertanian, sementara Koperasi ANAS memiliki jaringan anggota dan lahan yang siap mendukung peningkatan produksi di wilayah Majalengka.

Melalui sinergi tersebut, kedua koperasi akan saling memperkuat mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan petani, hingga pemasaran hasil panen. Tujuannya agar produksi kedelai lokal dapat meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.
Menurut Mulyadi, selama ini Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan kedelai. Oleh karena itu, keterlibatan koperasi menjadi penting untuk memperkuat produksi dalam negeri sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi para petani.
“Insya Allah program ini akan dijalankan bersama. Di Indramayu ada Koperasi Bareng-Bareng Sugih, sedangkan di Majalengka dijalankan oleh Koperasi ANAS. Kami ingin membangun kekuatan bersama agar ketahanan pangan tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga gerakan ekonomi masyarakat,” katanya.
Selain mendorong peningkatan produksi kedelai, kerja sama tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi anggota koperasi. Dengan adanya kepastian pasar dan pendampingan budidaya, petani diyakini akan lebih termotivasi untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka.
Mulyadi menegaskan bahwa kolaborasi antarkoperasi merupakan model yang efektif untuk menghadapi tantangan sektor pertanian di tengah perubahan ekonomi yang semakin dinamis. Melalui kerja sama tersebut, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi anggota, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan dan kemandirian pangan nasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa koperasi bisa menjadi kekuatan besar jika saling bekerja sama. Ketahanan pangan tidak bisa dibangun sendiri-sendiri, tetapi melalui kolaborasi yang saling menguatkan,” tegasnya.
Dengan dimulainya kerja sama antara Koperasi ANAS dan Koperasi Bareng-Bareng Sugih, diharapkan lahir model kemitraan koperasi yang mampu meningkatkan produksi pertanian, memperkuat ekonomi anggota, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di tingkat nasional.
(igo)






