EkbisJawa Barat

H. Mulyadi Kembangkan Budidaya Kedelai, Hampir 360 Warga Ikut Diberdayakan

×

H. Mulyadi Kembangkan Budidaya Kedelai, Hampir 360 Warga Ikut Diberdayakan

Share this article
H. Mulyadi, Pembina Koperasi Bareng Bareng Sugih.

Radarbuana | Indramayu – Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Di tingkat masyarakat, langkah nyata juga dapat dilakukan melalui pengembangan lahan pertanian dan pelibatan warga secara langsung.

Hal tersebut dilakukan H. Mulyadi, tokoh masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, yang memilih mengembangkan budidaya kedelai dengan memanfaatkan dana pribadi sekaligus melibatkan masyarakat sekitar.

Bagi Mulyadi, pertanian bukan sekadar aktivitas produksi pangan. Lahan yang dikelola juga harus mampu menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang berada di sekitarnya.

“Pertama kita ikut program pemerintah tentang masalah ketahanan pangan, khusus di kedelai,” ujar Mulyadi, Minggu (9/8/2026).

Dari gagasan tersebut, pengembangan budidaya kedelai kemudian diarahkan menjadi kegiatan yang melibatkan banyak warga. Hampir 360 masyarakat disebut ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Masing-masing warga mengelola lahan dengan luasan sekitar setengah hektare. Dengan pola tersebut, kegiatan pertanian tidak hanya berpusat pada satu pengelola, tetapi menjadi aktivitas bersama yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan.

Pertanian Sekaligus Pemberdayaan
Keterlibatan ratusan warga menjadi salah satu sisi penting dari pengembangan kedelai yang dilakukan Mulyadi.

Ia melihat sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi sumber ekonomi masyarakat apabila dikelola secara serius, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga pengelolaan hasil.

Model tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pengalaman dalam mengelola komoditas pangan yang memiliki kebutuhan pasar cukup besar.
Pengembangan kedelai juga dilakukan dengan perencanaan lahan yang lebih terukur. Salah satu lokasi yang disebut menjadi bagian dari pengembangan tersebut berada di kawasan PG Rajawali II JT 7, Kabupaten Majalengka.

Total lahan yang disiapkan mencapai sekitar 210 hektare, dengan tahap awal pengembangan dilakukan pada sekitar 50 hektare.

Tanaman yang berada di lahan tahap awal tersebut kini masih dalam proses pemeliharaan dan dipersiapkan menuju masa panen.

“Untuk tahap awal 50 hektare pertama itu sudah mulai … mungkin dalam dua minggu lagi,” kata Mulyadi.
Dari Lahan Menjadi Lapangan Kerja
Pengembangan kedelai tersebut menunjukkan bahwa lahan pertanian dapat memiliki fungsi lebih luas dibandingkan sekadar menghasilkan komoditas.

Dengan melibatkan ratusan warga, aktivitas pertanian ikut menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan kegiatan ekonomi di tingkat masyarakat.
Mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, perawatan hingga proses panen membutuhkan tenaga kerja. Rantai kegiatan tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar.

Mulyadi pun menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengembangan usaha pertaniannya.

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya dilihat dari seberapa besar hasil produksi yang diperoleh, tetapi juga dari seberapa banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.

Kedelai dan Tantangan Ketahanan Pangan

Pengembangan kedelai juga memiliki relevansi dengan kebutuhan pangan nasional. Kedelai merupakan salah satu komoditas yang banyak digunakan masyarakat, terutama sebagai bahan baku berbagai produk pangan.
Karena itu, peningkatan produksi kedelai dalam negeri menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Pengembangan di tingkat daerah dapat menjadi contoh bahwa peningkatan produksi pangan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Jika produktivitas lahan dapat terus ditingkatkan dan pengelolaan dilakukan secara berkelanjutan, budidaya kedelai berpotensi menjadi alternatif usaha yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Menyiapkan Generasi Muda di Sektor Pertanian

Selain aspek produksi dan ekonomi, kegiatan tersebut juga memberikan pesan bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang untuk dikembangkan secara modern.

Pertanian tidak lagi semata-mata identik dengan pekerjaan tradisional. Dengan pengelolaan lahan, teknologi, perencanaan produksi dan manajemen usaha yang baik, sektor tersebut dapat menjadi bagian dari kegiatan ekonomi yang menjanjikan.

Keterlibatan masyarakat dalam budidaya kedelai juga diharapkan dapat membuka perspektif baru bagi generasi muda agar tidak meninggalkan sektor pertanian.

Bagi Mulyadi, keberhasilan budidaya kedelai yang sedang dikembangkan menjadi langkah awal. Evaluasi terhadap proses tanam dan pemeliharaan nantinya dapat menjadi dasar untuk meningkatkan produktivitas pada musim berikutnya.

Dengan demikian, pengembangan kedelai tidak berhenti pada satu kali musim tanam, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan pertanian berkelanjutan.

Dari lahan yang dikelola, Mulyadi mencoba membangun lebih dari sekadar usaha. Ia mendorong agar pertanian dapat menjadi sarana pemberdayaan, membuka kesempatan kerja, sekaligus berkontribusi terhadap kebutuhan pangan.

Kedelai ditanam, masyarakat diberdayakan, dan ketahanan pangan diperkuat dari tingkat daerah.

(Igo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *