Radarbuana | Jakarta – Upaya mempererat hubungan Indonesia dan Korea Selatan melalui jalur budaya, industri kreatif, dan kolaborasi generasi muda terus diperkuat.
Kegiatan mengusung tema “Indonesia K-Culture Youth Global Frontier” dengan latar visual yang menampilkan simbol persahabatan Indonesia dan Korea Selatan. Sejumlah organisasi dan mitra yang bergerak di bidang pendidikan, kebudayaan, serta industri kreatif turut mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut
menghadirkan sejumlah tokoh penting dari kalangan bisnis, komunitas budaya, hingga industri hiburan, Kamis 16 Juli 2026 di Shangrila Hotel.
Kegiatan diawali sambutan dari Lee Buyong, Presiden Direktur SMB HUB PROSPERA. Sambutan ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan yang menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam bidang ekonomi kreatif, budaya, dan pengembangan talenta muda. Bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan selama ini tidak hanya berkembang dalam bidang ekonomi dan investasi, tetapi juga semakin erat melalui diplomasi budaya yang melibatkan generasi muda
Kemudian menghadirkan Eko Dalmo Asmadi memberikan pandangan mengenai pentingnya sinergi berbagai pihak dalam membangun hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan.
Selanjutnya, Ketua Korea Cultural Center menyampaikan pemaparan mengenai perkembangan diplomasi budaya Korea di Indonesia. Kehadiran lembaga tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas pertukaran budaya, pendidikan, serta mempererat hubungan masyarakat kedua negara melalui berbagai program kebudayaan.
Juga menghadirkan Park Sehyun, Ketua Asosiasi Webtoon Kritik, yang membahas perkembangan industri webtoon sebagai salah satu sektor ekonomi kreatif yang berkembang pesat di Asia. Industri webtoon dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Indonesia melalui kolaborasi kreator lokal dengan industri kreatif Korea Selatan.
Dari sektor hiburan, Direktur Kisai Entertainment turut memberikan pemaparan mengenai peluang kerja sama industri entertainment, termasuk pengembangan talenta muda, produksi konten digital, hingga ekspansi pasar kreatif di kawasan Asia.
Berikutnya menghadirkan Yeo Jisoo, Direktur SMB PieToon, yang dikenal sebagai pelaku industri kreatif berbasis webtoon dan animasi. Sementara itu, kreator webtoon sekaligus Direktur Kisai Entertainment membagikan pengalaman mengenai proses kreatif, peluang industri digital, hingga tantangan membangun ekosistem kreatif yang kompetitif
Memasuki sesi presentasi perusahaan, dalam sesi tersebut, Park Gunyong, Presiden Direktur SMB Holdings, serta Kim Kyunggo, Direktur SMB HUB PROSPERA, memaparkan berbagai peluang investasi, pengembangan bisnis, serta kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang ekonomi kreatif dan industri berbasis teknologi.
Kemudian ditutup melalui closing ceremony yang dipandu oleh Ibu Tantri, sesi Shangri-La Oriental Buffet sebagai ajang membangun jejaring dan mempererat komunikasi antarpeserta.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan tidak hanya berkembang melalui kerja sama ekonomi dan perdagangan, tetapi juga semakin kuat melalui diplomasi budaya, industri hiburan, teknologi kreatif, webtoon, serta pengembangan sumber daya manusia.
Dengan mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas budaya, dan generasi muda dalam satu forum, Indonesia K-Culture Youth Event diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi baru yang berkelanjutan bagi kedua negara.
Park Sehyun, Ketua Asosiasi Ko Webtoon Kritik dalam paparannya, penyelenggara menekankan bahwa fenomena K-Culture tidak lagi sekadar identik dengan musik K-Pop atau drama Korea. Perkembangan budaya populer Korea kini telah merambah sektor pendidikan, teknologi digital, industri hiburan, kecantikan, kuliner, hingga kewirausahaan yang membuka peluang kerja sama lintas negara.
“Kami ingin generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi penikmat budaya Korea, tetapi juga mampu menjadi pelaku kolaborasi global yang memiliki daya saing internasional, menjadi salah satu semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut,” terangnya.
Forum ini juga diharapkan menjadi ruang diskusi mengenai berbagai peluang beasiswa, pertukaran pelajar, pengembangan industri kreatif, serta peningkatan kompetensi generasi muda dalam menghadapi persaingan global.
Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk memperluas jejaring dengan komunitas, akademisi, hingga pelaku industri yang memiliki perhatian terhadap perkembangan hubungan Indonesia dan Korea Selatan.
Melalui pendekatan tersebut, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kolaborasi nyata dalam berbagai bidang yang bermanfaat bagi kedua negara.
Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif dunia, Korea Selatan dinilai berhasil membangun soft power melalui budaya populer yang kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasionalnya. Indonesia sendiri memiliki potensi besar untuk mengembangkan kerja sama serupa dengan memadukan kekayaan budaya lokal dan kreativitas generasi muda.
Penyelenggaraan Indonesia K-Culture Youth Global Frontier menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy), memperluas pemahaman lintas budaya, serta mendorong lahirnya talenta-talenta muda Indonesia yang mampu berkiprah di tingkat internasional.
Melalui forum seperti ini, diharapkan hubungan Indonesia dan Korea Selatan tidak hanya semakin erat dalam aspek budaya, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, inovasi digital, serta lpengembangan sumber daya manusia yang menjadi fondasi penting bagi masa depan kedua negara.
Jakarta – Upaya mempererat hubungan Indonesia dan Korea Selatan melalui jalur budaya, industri kreatif, dan kolaborasi generasi muda terus diperkuat. Hal tersebut terlihat dari susunan agenda Indonesia K-Culture Youth Event yang menghadirkan sejumlah tokoh penting dari kalangan bisnis, komunitas budaya, hingga industri hiburan, Kamis 16 Juli 2026 di Shangrila Hotel.
Kegiatan diawali sambutan dari Lee Buyong, Presiden Direktur SMB HUB PROSPERA. Sambutan ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan yang menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam bidang ekonomi kreatif, budaya, dan pengembangan talenta muda.
Kemudian menghadirkan Eko Dalmo Asmadi memberikan pandangan mengenai pentingnya sinergi berbagai pihak dalam membangun hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan.
Selanjutnya, Ketua Korea Cultural Center menyampaikan pemaparan mengenai perkembangan diplomasi budaya Korea di Indonesia. Kehadiran lembaga tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas pertukaran budaya, pendidikan, serta mempererat hubungan masyarakat kedua negara melalui berbagai program kebudayaan.
Juga menghadirkan Park Sehyun, Ketua Asosiasi Webtoon Kritik, yang membahas perkembangan industri webtoon sebagai salah satu sektor ekonomi kreatif yang berkembang pesat di Asia. Industri webtoon dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Indonesia melalui kolaborasi kreator lokal dengan industri kreatif Korea Selatan.
Dari sektor hiburan, Direktur Kisai Entertainment turut memberikan pemaparan mengenai peluang kerja sama industri entertainment, termasuk pengembangan talenta muda, produksi konten digital, hingga ekspansi pasar kreatif di kawasan Asia.
Berikutnya menghadirkan Yeo Jisoo, Direktur SMB PieToon, yang dikenal sebagai pelaku industri kreatif berbasis webtoon dan animasi. Sementara itu, kreator webtoon sekaligus Direktur Kisai Entertainment membagikan pengalaman mengenai proses kreatif, peluang industri digital, hingga tantangan membangun ekosistem kreatif yang kompetitif
Memasuki sesi presentasi perusahaan, dalam sesi tersebut, Park Gunyong, Presiden Direktur SMB Holdings, serta Kim Kyunggo, Direktur SMB HUB PROSPERA, memaparkan berbagai peluang investasi, pengembangan bisnis, serta kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang ekonomi kreatif dan industri berbasis teknologi.
Kemudian ditutup melalui closing ceremony yang dipandu oleh Ibu Tantri, sesi Shangri-La Oriental Buffet sebagai ajang membangun jejaring dan mempererat komunikasi antarpeserta.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan tidak hanya berkembang melalui kerja sama ekonomi dan perdagangan, tetapi juga semakin kuat melalui diplomasi budaya,
(Migo)






