Radarbuana | Jakarta — Perjalanan singkat Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat Daya berakhir dengan promosi jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1887/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru diangkat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK. I Sespim Lemdiklat Polri.
Dalam mutasi tersebut, posisi Kapolda Papua Barat Daya selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Dr. Hengky Haryadi, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau.
Promosi ini menjadi perhatian karena Audie baru sekitar 1 bulan 23 hari memimpin Polda Papua Barat Daya. Ia ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026, menggantikan Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K.
Audie kemudian tiba di Bandara Domine Eduard Osok, Kota Sorong, pada 7 Juli 2026 untuk menjalankan tugas sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Pendekatan Humanis Jadi Kesan Selama Memimpin
Meski masa kepemimpinannya relatif singkat, sosok Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru meninggalkan kesan tersendiri bagi masyarakat Papua Barat Daya.
Sejumlah warga menilai Audie merupakan sosok pimpinan kepolisian yang menyejukkan dan dekat dengan masyarakat.
Pendekatan komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu perhatian selama dirinya memimpin Polda Papua Barat Daya. Audie juga mendorong para Kapolres jajaran untuk aktif turun ke lapangan dan menyambangi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran kepolisian diarahkan untuk mendengar secara langsung berbagai keluhan, aspirasi dan masukan masyarakat, kemudian menindaklanjutinya sesuai tugas dan kewenangan kepolisian.
Pola komunikasi tersebut dinilai memperkuat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik.
Promosi Jabatan Strategis
Pengangkatan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK. I Sespim Lemdiklat Polri menjadi bagian dari perjalanan karier Audie Sonny Latuheru di tubuh Polri.
Dengan promosi tersebut, Audie berpeluang menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) atau bintang dua, setelah sebelumnya berpangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.).
Kenaikan pangkat dan promosi dalam waktu relatif singkat tersebut menjadi sorotan tersendiri di internal maupun eksternal Polri.
Bagi masyarakat Papua Barat Daya, waktu singkat bukan satu-satunya ukuran. Kehadiran pimpinan yang mampu membangun komunikasi dengan masyarakat dan mendorong jajaran untuk turun langsung mendengar aspirasi warga menjadi bagian dari kesan yang ditinggalkan.
Berpotensi Kembali Bertugas di Pulau Jawa
Di tengah kabar promosi tersebut, beredar pula informasi bahwa Audie Sonny Latuheru berpotensi kembali mendapat amanah untuk memimpin salah satu Polda di Pulau Jawa.
Namun, informasi tersebut masih sebatas kabar yang beredar dan belum dapat dipastikan sebelum adanya keputusan resmi dari pimpinan Polri.
Promosi ini sekaligus menunjukkan dinamika pembinaan karier di lingkungan Polri, khususnya bagi perwira tinggi yang dinilai memiliki kapasitas untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.
Dari Papua Barat Daya, perjalanan karier Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru kini memasuki babak baru dengan amanah strategis di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri.






