Radarbuana | Jakarta – Survei tersebut dilaksanakan pada 18 hingga 27 Juli 2026 dengan melibatkan 1.362 responden di seluruh Wilayah Indonesia.
Metode pengambilan sampel menggunakan Multistage Random Sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar kurang lebih 2,3 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan verifikasi digital untuk memastikan validitas data penelitian.
Sebagai informasi, Timur Barat Research Center (TBRC) merupakan lembaga riset dan konsultan strategis yang telah bekerja dan bergerak di bidang survei opini publik, analisis kebijakan, serta kajian ekonomi dan geopolitik nasional.
*RINCIAN HASIL SURVEY TBRC*
1. Timur Barat Research Center merilis hasil survei yang menunjukkan 87,1 persen publik menilai kinerja Polri semakin baik diera pemerintahan Presiden Prabowo, meski demikian ada 10,5% responden menilai kinerja polri kurang baik. Dan ada 2,4% responden memilih tidak berikan jawabannya.
Angka ini meningkat dibanding survey yang kami lakukan periode sebelumnya.
“Kepercayaan serta penilaian atas kinerja Polri yang tinggi dalam survey kali ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai menerima Perubahan penilaian kinerja yang telah dilakukan oleh Polri selama masa pemerintagan Presiden Prabowo dan ada peningkatan nilai persepsi kepada Polri dari survey kami sebelumnya..” ujar Zainal Abidin Direktur Eksekutif TBRC dalam rilisnya kepada wartawan, pada Jumat (31/7/2026).
2. Sedangkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayan Polri pada tingkat 87,3 persen. Namun ada responden sebanyak 11,1% tidak puas pada pelayanan Polri kepada Publik, kemudian ada 1,6% responden memilih tidak memberikan jawaban.
3. Selain soal kepuasan masyarakat dan kinerja polri, Survey TBRC kali juga memotret potensi keyakinan public bahwa korps Bhayangkara ini akan semakin baik kedepannya, ada 87,8% responden menilai dalam kategori ini. Namun ada 10,1 % responden yang tidak yakin bahwa Polri akan semakin baik dimasa depan. Dan ada 2,1% responden memilih tidak memberikan responnya.
4. Dalam hasil survei TBRC ini juga merekam persepsi para responden terhadap citra Polri yang cenderung positif dari 89,6 persen responden. Namun ada 7,2% responden yang cenderung negative dalam merespon citra polri kali ini. Dan ada 3,2% responden yang memilih tidak berikan jawabannya.
Terkait keterbukaan transparansi penegakan disiplin penegakan aturan disiplin para anggota korps bhayangkara, dalam Survey TBRC kali ini berhasil memotret persepsi dari para responden yang ada.
5. Public memberikan kepuasan kepada Tindakan tegas korps Bhayangkara pada para anggotanya yang melanggar aturan, disiplin dan hukum, ada 76,8% responden merasa puas terhadap kinerja Polri terkait hal ini. Namun ada 18,4% responden tidak puas atas bentuk Tindakan yang dilakukan korps Bhayangkara. Dan ada 4.8% Responden memilih tidak berikan jawaban
6. Dari Tindakan penegakan disiplin para korps Bhayangkara ini ada keterbukaan yang dirasakan dan diketahui oleh publik. sebanyak 82,1% responden menyatakan bahwa public mengetahui semua program penegakan hukum bagi para anggota Polri. Namun ada 11,7% responden cenderung tidak mengetahui Tindakan atas program yang dilakukan Polri ini. Dan ada 6,2% responden memilih tidak berikan jawabannya.
7. Selanjutnya perihal kejadian yang melibatkan Kortastipidkor mabes polri terkait mantan Jampidsus yang mendapatkan perhatian publik, mampu memberikan kontribusi signifikan bagi penilaian kinerja polri. Sebanyak 81,3% Responden puas terhadap kinerja kortastipidkor dalam membongkar pola korupsi level atas yang melibatkan Mantan Jampidsus. Kemudian ada sekitar 16,4 tidak puas atas kinerja kortastipidkor . dan ada 2,3% responden tidak memberikan jawabannya
8. Kemudian perihal penindakan dan pemberantasan korupsi yang dilakukan Polri mendapatkan respon positif dari para responden dalam survey kali ini, Sebanyak 83,9 responden puas terhadap kinerja polri dalam hal penindakan pemberantasan korupsi di republik Indonesia. Namun ada 13,9 % responden tidak puas dalam sisi pemberantasan korupsi ini, dan ada 2,2% responden memilih tidak memberikan jawabannya
9. Beberapa dinamika terkait POLRI sebelumnya tarikan politik lumayan muncul dalam persepsi masyarakat, dalam survey kali ini sebagian besar responden setuju jika POLRI TIDAK ditarik Tarik dalam hal politik oleh para politisi yang ada. Sebanyak 77,4% responden setuju POLRI tidak ditarik ke dalam POLITIK, lalu ada 13,2% responden tidak setuju jika POLRI TIDAK ditarik ke politik. Dan ada 9,4% responden memilih tidak memberikan jawabannya.
*KESIMPULAN*
Timur Barat Research Center (TBRC) menyimpulkan bahwa persepsi masyarakat terhadap Korps Bhayangkara Polri saat ini masih diterima positif oleh para responden yang merupakan representasi dari masyarakat Indonesia. Hal ini didorong oleh variable dibawah ini :
a. Masyarakat menilai kinerja Polri meningkat dari periode survey sebelumnya.
b. Dari sisi pelayanan polri kepada publik juga cenderung terjaga angka kepuasannya masih diatas 85%.
c. Publik juga merasa bahwa semua kinerja yang telah dilakukan Polri semakin meyakinkan public bahwa kedepannya akan semakin baik bagi masyarakat-publik
d. Citra polri pun dalam survey ini cenderung terdorong naik tergambar dalam hasil survey kali ini
e. Keterbukaan atas semua tindakan penegakan disiplin pelanggar aturan-hukum yang dilakukan oleh anggota polri cenderung diketahui oleh public secara luas
f. Keterbukaan penindakan disiplin aturan hukum bagi anggota Korps Bhayangkara menciptakan kepuasan bagi masyarakat yang tergambar dari survey TBRC kali ini.
g. Responden cenderung puas terhadap kinerja polri dalam pengungkapan kasus korupsi dilevel elit atas, serta mendukung penindakan dan pemberantasan korupsi yang dilakukan POLRI,
h. Sebagian besar responden setuju agar POLRI tidak ditarik Tarik dalam hal politik oleh para elit politisi yang ada, agar POLRI menjadi terus profesional dalam penegakan hukum dan keamanan dalam negri
Demikian hasil survey ini kami informasikan, dan Sebagai informasi, Timur Barat Research Center (TBRC) merupakan lembaga riset dan konsultan strategis yang bergerak di bidang survei opini publik, analisis kebijakan, serta kajian ekonomi dan geopolitik nasional.
*TANGGAPAN PENGGIAT ANTI KORUPSI INDONESIA*
Menanggapi hasil Survey yang dilakukan oleh TBRC terkait kinerja POLRI di semester 1 Tahun 2026 ini, Anshor Mumin Sekjen Komite Anti Korupsi Indonesia dalam hasil survey ini menunjukan bahwa jajaran POLRI telah melakukan banyak perubahan yang sangat luar biasa di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Dari Hasil Survey ini, terlihat ada peningkatan penilaian persepsi publik kepada POLRI jelas terlihat dalam survey kali dari TBRC” tutur Anshor kepada Media Jumat(31/7/2026).
KAKI berharap dengan hasil Survei ini anggota Polri tetap kesadaran menjaga konsistensi persepsi publik yang positif ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi. Semakin baik Kepolisian Republik Indonesia, semakin baik juga bagi bangsa dan negara
“kami Lembaga (KAKI) ingin hasil survey ini bagi POLRI untuk terus dijaga konsistensi kinerja dan menjaga kepercayaan masyarakat yang sudah baik ini secara persepsi public” tambahnya
Menurut Anshor dengan Peningkatan citra positif, kepuasan, dan kepercayaan publik ini menjadi bukti nyata keberhasilan berbagai program reformasi birokrasi, penegakan hukum yang transparan, serta optimalisasi pelayanan publik responsif yang selama ini digenjot oleh Mabes Polri hingga ke tingkat jajaran kepolisian di desa desa
“tergambar jelas dari hasil Survey ini, bahwa ada bukti nyata yang dilakukan oleh POLRI dalam program reformasi internal mereka. Peningkatan pelayanan, penegakan disiplin hukum para anggota sehingga kepercayaan perspsi masyarakat cenderung meningkat” ungkapnya.
KAKI berharap ke depan, polri berkomitmen untuk terus mempertahankan performa ini demi mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif secara nasional demi mendukung program program pemerintah Presiden Prabowo
[]






