RadarBuana | Jakarta – Masa bakti Ketua Komite FFI Reza Rahadian yang telah purna tahun 2023 ini,
Santer beredar di kalangan wartawan sebuah nama telah disiapkan dan disorongkan oleh Badan Perfilm Indonesia (BPI).
Namun apa kewenangan BPI sebagai lembaga swasta mandiri menyorongkan nama tertentu?
Demikian disampaikan dalam dalam diskusi “Quo Vadis Komite FFI” yang dihelat oleh Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, Seksi Film dan Musik di The Groove Suite, Kuningan Jakarta, Jum’at (22/12/2023) petang
Setelah Lukman Sardi, dan Reza Rahadian siapa lagi yang akan duduk sebagai ketua Komite FFI yang dalam penyelenggaraan pesta film tahunan itu, yang ditimbang semakin berjarak dengan tujuan awalnya.
Dipertanyakan tidak bisakah orang film, juga masyarakat perfilman di luar BPI, turut mengajukan kandidat nama lainnya?
Akhlis Suryapati selaku Ketua Sinematek Indonesia menyebut BPI sudah mati, karena salah mengartikan semangat awal pembentukannya.
Bahkan sejak tahun 2014 saat BPI melakukan interpretasi pada dirinya sendiri yang keliru, dengan membuat aturan-aturan baru, marwah penyelenggaraan FFI menjadi imbasnya.
“Dan tidak sesuai lagi dengan marwah FFI yang pertama kali diprakarsai oleh Usmar Ismail dan Djamaluddin Malik pada penyelenggaraan pertama FFI tahun 1955,” ungkapnya.
Seperti ada klausul di BPI yang mengatakan Komite FFI yang baru harus tunduk dengan komite yang lama.
“Kekacauan ini terus dipelihara sampai kini. Hasilnya, apakah penyelenggaraan FFI menjadi lebih baik? Tidak, karena kawan-kawan wartawan diberi permen bernama FFWI, sehingga tidak mempunyai daya kritis lagi dengan FFI,” bebernya.
[]
Related posts:

"Hutang Nyawa" Karya Terbaru Visinema Pictures: Film Horor Menegangkan Menjelang akhir tahun

Pengalaman Afgan Jelajahi Korea Selatan Bersama Sam Kim di “Tripmate: Who Are You?”

GOSIP PANAS GALA PREMIERE 'TUMBAL DARAH': Misteri Baju Donny Alamsyah, Prilly Mendadak Jadi 'Parano...

"Dua Nafas", Film Syakir Daulay Siap Bikin Penonton Menangis: Kisah Cinta Nenek dan Cucu yang Tak ...

Konser Daring Jonathan Kuo dan Jakarta Sinfonietta "The Russian Connections"

Prisindo Mengumumkan Distribusi Royalti Musisi dan Penyanyi

Rockafellas Jadikan Fat & Sim Cafe Panggung Bagi Musisi Rock Dapat Tampil Tanpa Biaya

Cerita Dibalik Layar News Anchor Program Fokus dan Patroli Indosiar

Dari Amsterdam Hengky Supit Release Album "Where Are You Now”







