Ekbis

Kangen Water Bangkitkan Keterpurukan Gemma Zhae

×

Kangen Water Bangkitkan Keterpurukan Gemma Zhae

Share this article

RadarBuana.com | Jakarta – Perjalan hidup sesorang tak bisa diprediksi, jika sudah kehendak pencipta semua bisa terjadi. Tak terkecuali kehidupan artis mengalami berbagai macam kisah.

Salah satunya Artis Film dan Sinetron Gemma Zhea, wanita berdarah Betawi-Kuningan ini mengaku dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari perjalanan hidupnya yang penuh Lika liku, baik dalam rumah tangganya, sehingga dia menjadi kini singel parent. Juga aktifitasnya sebagai artis juga  enterpreuneur.

Berikut ini sekelumit  cerita  Gemma yang diungkapkannya. Ia bercerita awal karirnya di dunia entertainment, dirinya nyemplung di dunia entertainment sebenarnya dari umur 8 tahun aku tuh udah masuk IKJ (Institut Kesenian Jakarta) dulu, ikut sekolah teater dari kecil, karena emang dari kecil  orang tua itu sudah melihat bakat, didepan kaca ngoceh sendiri, ngoceh Ama boneka. Singkat cerita SMP udah ikut lomba cover di majalah Aneka  aneka, enggak jadi pemenang cuma jadi finalis sekitar tahun 1997.  Mulai dari situ dapat tawaran syuting, awalnya tuh dari syuting iklan tepung terigu sriboga ratu raya, Dulu diajakin sama wisnu aditya. untuk casting iklan akhirnya keterima. Pertama kali casting casting buat iklan langsung diterima, dari situ mulailah akhirnya menekuni dunia entertainment sampai syuting sinetron, film, video klip ada band dan segala macam.

Namun, lanjut penyuka warna ungu ini, dirinya di tahun 2008 nikah,  karena Suami (mantan suami) tidak mau aku kerja jadi ya udah lah aku berhenti. Aku vakum di dunia entertainment dari 2008, terakhir 2007 itu bintangi iklan bank muamalat, sama ikut di FTV sama arswendo segala macam.

Kemudian sambungnya, karena udah nggak syuting lagi, udah jadi ibu rumah tangga ngurus suami ngurus anak, di situlah mulai berbisnis, karena udah terbiasa kerja tiba tiba diam di rumah enggak ada kegiatan. Mulailah aku yang namanya menggeluti dunia bisnis. Dari bisnis jual lulur, dulu jamannya lulur sekar jagad belum masuk ke Indomaret,  juga masuk masukin ke salon segala macam, sampai ikut MLM kayak oriflame dan segala macam lah taperwer, jualan daster jualan sprei jualan mukena. Sampai akhirnya aku awalnya iseng iseng bikin jilbab akhirnya jadi punya konveksi, dari penjahit satu sampai punya beberapa penjahit. Sama teman juga kerja sama buka pabrik sepatu di Bandung,  alhamdulillah dari beberapa bisnis sampai buka kafe di rumah karena memanfaatkan untuk memaksimalkan pekarangan rumah ini. Rumah segede ini diapain ya biar produktif akhirnya buka kafe rumahan. Dari situlah mulai masuk masukin kayak Lasannya ke bright Pertamina, karena ada teman yang kerja di Pertamina, jadi ya udahlah memanfaatkan memanfaatkan networking aku gitu.

Singkat cerita 2011 aku sakit karena pelengketan usus dan itu divonis harus dioperasi kalau nggak dioperasi aku bisa memicu untuk kanker usus, karena nggak bisa buang air besar, seminggu sekali harus ke rumah sakit di sedot kotorannya. “Jadi. Buat aku tuh apa ya? Buang buang kotoran dalam tubuh itu tuh itu mahal banget. Fari situlah aku ngerasa, wah ternyata sehat itu jauh lebih mahal. Nilainya loh bukan soal harga nominalnya bukan nilai kesehatan. Itu valuenya tuh mahal banget karena pada saat kita sakit doa kita cuma satu, kita minta sehat kita enggak mikirin bisnis kita enggak mikirin keluarga kita cuma minta sama tuhan gimana caranya nih kita sehat udah,” ucap pemeran The Last Target.

Pada saat 2011 itulah, sambung Gemma, aku sakit dan aku bangkrut semua usahaku dari pabrik sepatu, konveksi butik sama kafe.”Alhamdulillah aku dapat ilmu yang nggak aku dapat dibangku sekolah. Ya ilmu belajar bisnis langsung di lapangan, kan praktek,” ungkapnya pada media ini, Selasa (1 November 2022).

Pada saat aku 2011 aku trauma dengan operasi, karena flashback lagi 2010 almarhum bapakku meninggal kena serangan jantung mendadak sampai pasang ring. Setelah pasang ring dioperasi enggak sadar. Akhirnya disitu lah satu bulan di rumah sakit mengeluarkan biaya sekitar 1,7 milyar. Di situlah aku trauma 2011 aku kena sakit dan aku harus dioperasi.

Gemma meyakini mungkin Tuhan ini memberikan kita untuk apa ya, belajar dalam dunia dalam kehidupan itu memang kita harus ditempa dulu dengan masalah masalah yang ada dalam kehidupan kita.

Bisnis Kangen Water, Tak Jadi Diop yaerasi

Desember 2011 lah ternyata mungkin ini jawaban dari doa doaku yang tuhan kasih sinyal gitu. Nah aku tiba tiba ditelepon sama temanku. Dia dari Singapura, dia nelpon dia cuma nyuruh aku browsing, browsing, browsing kangen water, ‘karena gue lagi jelasin di sini sama om nggak gitu paham, karena pakai bahasa Inggris’katanya. Lu bantuin gue untuk browsing,” katanya lagi.

Dan pada saat aku browsing disitulah aku melihat kayak ada kode alam gitu, maksudnya pada saat browsing di Google aku melihat di Amerika tuh udah booming soal kangen water kok di Indonesia belum ya. Pertama itu, nah kedua pada saat aku browsing di youtube di situlah aku menemukan salah satu video dari dokter di Jepang, tapi dia kepala rumah sakit di Amerika di albert einstein. Dia bisa mengobati semua pasiennya dari berbagai kasus penyakit, termasuk kasus penyakit aku, cuma minum air putih.

Nah akhirnya singkat cerita lagi. Aku beli mesinnya. Jadi ini kangen water ini kan perusahaan dari Jepang namanya najib, sudah waktu itu 38 tahun. Secara integritas, kredibilitas sama kualitas kita enggak perlu menganalisa lagi. Itu yang ada dipikiran aku, dampai akhirnya Aku yakin, oh ini mungkin solusi supaya gue enggak dioperasi.

” Karena yang namanya aku pebisnis, aku melihat perbandingan dari nominal, kalau gue operasi ngeluarin uang 80 juta dalam keadaan gue bangkrut gue pinjam duit kalau sembuhkan. Tapi kalau ngeluarin 50 juta dengan beli alat ini (mesin kangen water) sama keluarga sehat. Untuk dapatkan mesin itu butuh perjuangan lagi, aku jual mas kawin, jual mas mas yang ada sisa sisa kebangkrutan. Sampai akhirnya sisanya ngutang sama teman. Disitulah awal mula aku punya ide, wah ini ada cuanya. Karena di Indonesia enggak ada kantornya, orang yang punya mesin juga enggak ada. Nah gue mikir wah. Oke gue bisa kaya nih dari jualan air ya kan? Ya udah dari situ yang pertama kali beli adalah temanku. Dia ngasih informasi itu waktu dia di Singapura Januari 2012. Nah aku mesin datang Maret 2012 karena kita beli dari kantor regionalnya di Hongkong,” papar pemain ‘Itukan Cinta ‘ Sinetron Indosiar 2004.

Setelah mesin udah ada di rumah disitu lah otak gue berpikir gimana caranya gue bayar utang sama teman. Akhirnya mulailah berbisnis. Tapi dari situ pun aku enggak tahu kalau ada bisnis yang benar gitu, karena aku baru mikir gimana caranya gue bayar utang. Setelah 3 bulan buat jualan air, di situlah balik modal. Orang bisnis itukan mikirnya BEP even pointnya baliknya berapa lama nih Karena dulu punya pabrik punya kafe punya butik punya konveksi 5 tahun aja belum balik modal, amsyong iya. Sehingga sisa sisa barang (barang sisa bisnis sebelumnya) itulah yang gimana caranya bisa jadi duit dijual, tapi yang namanya jual barang  kan enggak bisa cepat. Nah dari situ aku ngelihat, oh ini real bisnis,  this is a real bisnis gitu loh.

“Jadi aku lihat bisnis yang enggak bakal bisa mati adalah bisnis kebutuhan mendasar manusia. Ya itu apa air putih,  air putih ini sumber kehidupan semua makhluk hidup bukan manusia doang. Pertumbuhan hewan kita kalau sehari enggak minum air mati. Iya kalau makan 3 hari enggak makan masih kuat masih doang kan. Nah di situlah ide cemerlangnya keluar karena aku ngerasa pada saat 3 bulan aku jual air. Aku belajar dari. Story nya bob sadino. Dia dulu ketok ketok pintu orang nawarin telor lah kalau gua ketok rumah orang nawarin air. Awalnya gue bagi bagi buat cuma bilang bu saya punya air ajaib di rumah. Pokoknya ibu cobain aja kalau ngerasain manfaatnya ibu datang ke blok a, waktu itu di pamulang blok a. Dari situlah aku punya beberapa testimoni dari tetangga tetangga. Nah dari situ akhirnya sebulan gua bisa punya penghasilan dari jualan air. Awalnya 20 juta. Sekarang mau kerja dimana cuma di rumah bikin air punya duit 20 juta.

Kemudian berlanjut dari situ akhirnya aku melihat temanku bisa dapatin ratusan juta, disitu lah gue baru melek 2 tahun itu mainan air. Dimana pada saat tahun pertama temanku juara satu dunia, makanya kangen water buka kantor di Indonesia karena temen  marketnya disini lebih cepat, penjualan mesinnya lebih cepat. Jepang melihat market Indonesia ini luas. Disitulah gue ngelihat temen terima uang itu sekitar satu setengah miliar. Nah gua tanya dong, om gimana caranya bisa dapetin duit dari situ? “Makanya lu jangan jual, jangan jadi tukang air tapi. Jual mesin nya,” ujar wanita yang mengaku tomboy ini.

Nah di situ lah akhirnya gue mulai belajar jual mesin sampai akhirnya sampai sekarang. Kalau dihitung hitung ngebangun bisnis ini udah 10 tahun sudah satu dekade. Tapi dalam perjalanan bisnis yang aku bangun di najib (Kangen Water) pada saat masuk ke pandemi sampai akhirnya udah mentok yang tadinya penjualan bisa sebulan bisa 1000 – 2000 tiba tiba pas pandemi kan semua bisnis apapun itu nyungsep kan, istilahnya drop.

Disitulah mulai mencoba dapat informasi ada bisnis yang bisa instan bisa cepat banyak cuan lah. Masuklah gue ke bisnis itu. Mulai belajar gimana caranya main di cryptocurrency sampai ke yang nggak perlu disebutin lah, yang pada akhirnya ujung ujungnya yang instan, apapun yang  instan ujung ujungnya enggak enak.

Gemma Zhae beri tips “Kalau mau dibilang kita kalau mau jadi pebisnis yang pertama adalah harus berani dulu. Kedua dia harus siap resiko. Itu pemahaman yang aku pahami. Kalo mau masuk ke dunia bisnis lo harus berani dulu harus nekat. Harus punya kemauan yang besar. Karena kalau enggak siap resiko jangan bisnis”.

Igo

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *