Radarbuana | Jakarta – Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 4.547 personel gabungan untuk mengamankan sekaligus melayani kegiatan penyampaian pendapat yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat di berbagai titik wilayah hukum Polda Metro Jaya, Jumat (19/6/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjamin hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi secara demokratis, namun tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran aktivitas masyarakat lainnya di Ibu Kota.
Sejumlah lokasi diperkirakan menjadi pusat konsentrasi massa, di antaranya kawasan Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, hingga area Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, mengatakan bahwa seluruh personel yang diterjunkan telah dibekali arahan untuk mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dengan pendekatan persuasif dan humanis.
“Polda Metro Jaya menyiapkan 4.547 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Kehadiran personel di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.
Menurutnya, pengamanan bukan hanya bertujuan menjaga ketertiban peserta aksi, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan serta warga yang beraktivitas di sekitar lokasi unjuk rasa.
Ribuan Personel dari Berbagai Unsur
Dari total 4.547 personel yang disiagakan, sebanyak 3.479 personel berasal dari Polda Metro Jaya. Kemudian, 458 personel berasal dari jajaran Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Sementara itu, sebanyak 610 personel merupakan Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari berbagai unsur pendukung, terdiri atas 300 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), 100 personel Korps Brigade Mobil (Korbrimob), 200 personel Korps Sabhara (Korsabhara), serta 10 personel dari Dinas Perhubungan.
Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan guna memastikan pengamanan berjalan optimal, terutama dalam pengaturan arus lalu lintas dan pengendalian situasi di lapangan apabila terjadi peningkatan eskalasi massa.
Sejumlah Elemen Masyarakat Dijadwalkan Turun ke Jalan
Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, beberapa kelompok masyarakat akan menyampaikan aspirasi mereka di lokasi berbeda.
Di kawasan Monas, diperkirakan hadir massa dari Dewan Pengurus Tani Merdeka Indonesia, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tangerang, serta Poros Pemuda Peduli Indonesia.
Selain itu, massa dari elemen lainnya juga direncanakan melakukan aksi di kawasan Bundaran HI dan Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, hingga Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Perbedaan titik aksi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Polda Metro Jaya dalam menyusun pola pengamanan dan distribusi personel agar seluruh kegiatan dapat berlangsung kondusif.
Kedepankan Pendekatan Humanis
Kombes Budi menjelaskan, pola pelayanan dan pengamanan yang diterapkan mencakup langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Petugas juga akan melakukan pengaturan arus lalu lintas, pengamanan objek vital, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan yang terdampak oleh kegiatan penyampaian pendapat.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Seluruh personel telah diingatkan untuk bertindak sesuai prosedur, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan keselamatan masyarakat, peserta aksi, dan petugas,” katanya..
Penekanan terhadap sikap profesional dan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas pengamanan agar hak menyampaikan pendapat tetap terlindungi tanpa mengabaikan aspek keamanan.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi aksi, Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan secara situasional.
Artinya, penerapan pengalihan arus akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan jumlah massa di lapangan.
Masyarakat yang hendak beraktivitas di sekitar kawasan Monas, Bundaran HI, Gedung DPR/MPR RI, maupun Kedutaan Besar Amerika Serikat diimbau agar memantau informasi lalu lintas terkini dan mencari jalur alternatif apabila tidak memiliki kepentingan mendesak di lokasi tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepada peserta aksi, silakan menyampaikan pendapat secara tertib, damai, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak merusak fasilitas umum, tidak membawa benda berbahaya, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” tegas Kombes Bhudi.
Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas
Selain mengajak peserta aksi untuk menjaga ketertiban, Polda Metro Jaya juga meminta partisipasi masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Warga diminta segera melapor kepada petugas kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center 110 apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan, provokasi, maupun tindakan yang dapat mengganggu jalannya aksi damai.
Dengan kesiapan ribuan personel gabungan dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Polda Metro Jaya berharap seluruh rangkaian penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman, tertib, damai, serta tetap menghormati hak konstitusional setiap warga negara. []
Related posts:

Kapolda DIY Hadiri Upacara Hari Juang Polri di Surabaya

Polda Metro Jaya Pengamanan Kampanye Pilkada DKI Utamakan Pendekatan Preemtif dan Preventif

Jasaraharja Putera Raih Penghargaan TOP Human Capital Awards 2025, Komitmen Pengelolaan SDM Unggul ...

Kapolda Metro Larang Sahur On the Road dan Perang Sarung

Kirim 100 Personel ke Papua, Kapolda DIY: Pentingnya DisiplinWaspada dan Mengedepankan Nilai Kemanu...

Tingkatkan Kemampuan, Personel Satuan Brimob Polda Metro Jaya Latihan Beladiri Aikido

Dukung Swasembada Pangan, Kapolri dan Mentan Tanam Jagung Serentak 1 Juta Hektare

Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru, Polda DIY Kerahkan 3.353 Personel

Menuju Pagelaran Sabang Merauke 2026: Upaya Kolektif Merajut Warisan Budaya di Tangan Generasi Z






