Radarbuana | Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam kegiatan tukar pikiran dan silaturahmi bersama jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor Pusat MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Dadang menegaskan pentingnya membangun komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat untuk mempercepat penanganan pengaduan warga.
Salah satu langkah yang ditempuh Kapolda Metro Jaya adalah membuka saluran komunikasi melalui WhatsApp agar masyarakat dapat menyampaikan laporan secara langsung. Kanal tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mengetahui persoalan yang membutuhkan perhatian segera, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepolisian.
“Kami sendiri membuka WA yang bisa langsung kami terima supaya saya bisa langsung berhubungan dengan masyarakat,” ujar Dadang.
Dadang mengungkapkan, sejumlah pengaduan telah masuk melalui saluran tersebut, termasuk laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dari laporan yang diterimanya, ia menyoroti masih adanya penanganan yang lambat oleh anggota kepolisian, meskipun persoalan yang dilaporkan membutuhkan respons cepat.
Menurutnya, pengaduan masyarakat akan dikelompokkan berdasarkan karakteristik persoalan dan tingkat urgensi penanganannya. Dengan cara itu, laporan diharapkan dapat ditindaklanjuti secara lebih terarah dan terukur.
Langkah tersebut menunjukkan perhatian Kapolda Metro Jaya terhadap pentingnya akses komunikasi yang terbuka antara pimpinan kepolisian dan masyarakat. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada tindak lanjut konkret dari jajaran terkait agar setiap laporan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
Selain membahas pelayanan publik, Dadang juga menyoroti pemberantasan narkoba dan pencegahan kenakalan remaja di wilayah Jakarta. Ia menyebut sejumlah kampung narkoba telah dibersihkan atas perintah Kapolri sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Polda Metro Jaya juga memberikan perhatian terhadap lingkungan sekolah untuk mencegah tawuran pelajar dan kepemilikan senjata tajam, termasuk celurit.
“Kami menyadari bahwa tugas di Jakarta ini tidak mudah,” katanya.
Dalam pertemuan bersama MUI tersebut, Dadang turut meminta doa dan dukungan masyarakat terhadap program Kapolri, terutama dalam memperkuat hubungan antara polisi dan warga.
Ia menilai, sinergi kepolisian dengan ulama dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan serta menghadapi berbagai persoalan sosial di Ibu Kota.
“Saya sadar sekali karena doa ulama makmur dan diijabah. Senjata kaum Muslimin adalah doa dan bagi saya, ulama adalah sandaran terdepan dalam menjalankan tugas,” ungkap Dadang.
Kehadiran Kapolda Metro Jaya mendampingi Kapolri dalam silaturahmi dengan MUI tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan ulama.
Di tingkat wilayah, Dadang mendorong agar komunikasi dengan masyarakat berjalan lebih terbuka, pengaduan ditangani lebih cepat, dan upaya menjaga keamanan Jakarta dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak.
Melalui langkah tersebut, Polda Metro Jaya diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan pelayanan kepolisian semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.






