Seni dan Budaya

Rangkuman Tesmoni atas Kontribusi Carla Bianpoen sebagai Kurator Senirupa Kontemporer 

×

Rangkuman Tesmoni atas Kontribusi Carla Bianpoen sebagai Kurator Senirupa Kontemporer 

Share this article

RadarBuana | Jakarta – Biro Oktroi Roosseno memberikan Roosseno Award ke XI kepada Carla Bianpoen sebagai jurnalis dan kurator seni rupa kontemporer yang kritis dan konsisten menyuarakan yang tak terdengar.

Rangkuman tesmoni atas kontribusi Carla Bianpoen sebagai kurator seni rupa kontemporer, yaitu:

1) Membangun pengetahuan yang memicu lahirnya ide-ide kreatif, inovatif dan inspiratif  tentang seni rupa kontemporer dan bagi generasi selanjutnya,
2) Mengembangkan wacana dan wawasan tentang seni rupa dalam kaitannya dengan kehidupan yang luas, serta mendukung jejaring dalam ekosistem seni rupa kontemporer
3) Menjadi pelantang bagi seni rupa kontemporer Indonesia di kancah internasional, dan sebaliknya membawa pengetahuan tentang seni rupa kontemporer global ke Indonesia
4) Mengisi kekosongan dalam jurnalisme yang penuh empati dan peduli pada perempuan dalam seni rupa kontemporer dan bekerja sebagai kurator seni perempuan.
5) Mendokumentasikan dan memetakan posisi peran perempuan perupa Indonesia sehingga tercatat dalam historiografi seni rupa rupa Indonesia.

Sebagai jurnalis yang mendukung gerakan perempuan pada momen Reformasi dan sesudahnya:
1) Menjadi saksi sejarah dengan mengabadikan momen-momen penƟ ng di era Reformasi dan sesudahnya melalui kehadiran dan partisipasinya sebagai aktifis perempuan, dan menuangkannya secara rinci dan hidup momen-momen yang diikutinya melalui tulisan dan foto yang penuh kepedulian dan empati.
2) Meliput momen-momen gerakan perempuan yang jarang atau Ɵdak diliput di media massa papan tengah, dan dengan demikian menunjukkan kepada masyarakat luas pentingnya apa yang dilakukan oleh perempuan dari berbagai tataran untuk melakukan
perubahan.
3) Berkat posisinya sebagai jurnalis dan kritikus seni, Carla Bianpoen dapat menunjukkan keterkaitan seni kontemporer dengan apa yang terjadi di masa itu. Ia menunjukkan melalui
ulasannya keterkaitan antara peristiwa Mei (kekerasan terhadap perempuan) dengan dampaknya pada karya seniman dan sastrawan.

Kualitas dan Integritas:
1. Konsisten menjalankan pengabdian sebagai kurator seni rupa kontemporer dan jurnalis sejak tahun 1980an (lima dasawarsa

2. Bekerja keras, disiplin, gigih dan mengutamakan kualitas dalam berkarya.

3. Menunjukkan sikap pemelajar sepanjang hayat, yang tidak menonjolkan diri tetapi berfokus untuk memahami dan menyuarakan visi seniman atau subjek yang dibahas.
Kritiknya mengutamakan rasa, bukan konsep dan teori yang abstrak.

4. Menunjukkan kemampuan mengolah kata dan memadukan dengan dokumentasi visual, sehingga tulisan indah, menghadirkan objek bahasan secara indrawi dengan pemaknaan
yang mendalam dan mencerahkan.

5. Memberikan konteks dan acuan pengetahuan yang luas, yang mengaitkan satu dimensi dengan dimensi lain (multi/lintas bidang) bagi setiap objek dan subjek bahasannya
secara umum Carla Bianpoen telah menjadi intelektual organik yang ikut memajukan kebudayaan melalui karya dan pengabdiannya sebagai jurnalis dan kurator seni rupa kontemporer yang kriktis dan konsisten menyuarakan yang tak terdengar.

Adapun Dewan Tetimoni;
Prof. Dr. Bambang Sugiarto, Dolorosa Sinaga,  Farah Wardani,  Hilmar Farid, Ph.D,  Dr. Inda Citraninda, SS, MA,  Jim Supangkat,  Prof. Mayling Oey-Gardiner, Ph. D, Prof. Dr. Melani Budianta (Ketua)
dr. Melani W. Setiawan,  Mella Jaarsma
Ninuk Pambudy dan Prof. Dr. Saparinah Sadli

Latar belakang Biro Oktroi Roosseno

Biro Oktroi Roosseno, adalah biro konsultan hak kekayaan intelektual yang didirikan oleh Prof. Dr. (H.C) Ir. R. Roosseno sejak tahun 1951, tidak hanya peduli pada pelayanan terbaik pada
klien tetapi juga peningkatan kesadaran masyarakat akan hak kekayaan intelektual dan peningkatan daya saing bangsa.

Kepedulian itu diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan yang diselenggarakan sendiri mau
pun bekerjasama dengan pihak lain. Beberapa di antaranya adalah seminar, dukungan biaya studi atau seminar ke luar negeri, bantuan pendaftaran paten, bantuan dana penelitian dan juga
pemberian penghargaan kepada tokoh Indonesia yang memberi inspirasi kepada bangsa Indonesia dan dunia Internasional. Sejak 2011, Biro Oktroi Roosseno menyelenggarakan kegiatan pemberian penghargaan kepada
para pelaku penelitian dan tokoh Indonesia sebagai upaya untuk melanjutkan semangat dan idealisme Prof. Dr. (HC) Ir. Roosseno (Almarhum), yang sangat concerned pada learing by doing (yang adalah by research and development and through practice/ empirical) dan kegiatan tersebut
diberi nama ROOSSENO AWARD.

Simbol yang dipilih sebagai logo Roosseno Award adalah wujud buah belimbing, tampak di tengah gambar menyerupai irisan mendatar buah belimbing dengan batang-batang tertancap di atasnya.

Gambar tersebut adalah ilustrasi salah satu invensi Prof. Dr. (HC) Ir. Roosseno, yaitu sistem fondasi yang telah mendapatkan paten dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dengan nomor paten ID 0 000-341.
Bentuk irisan mendatar buah belimbing ini menjadi inspirasi bentuk award yang akan diberikan kepada para peneliƟ pemenang kompetisi penelitian.
Dalam penyelenggaraannya selama tiga tahun berturut- turut, Biro Oktroi Roosseno bekerja sama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (2011, 2012) dan Dewan Rempah Indonesia (2013)
dalam menye- lenggarakan tiga program bantuan dana penelitian.

Tiga program bantuan dana penelitian terdahulu adalah sebagaimana tertulis dalam uraian berikut:
Program pertama tahun 2011, bantuan dana penelitian untuk bidang sains dan teknologi, yaitu energi alternatif, ketahanan pangan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati dengan 5
pemenang dari: Universitas Gadjah Mada, DI Yogyakarta; Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur; Universitas Atma Jaya, DKI Jakarta; Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat; dan Lembaga Biomolekuler Eijkman, DKI Jakarta Program kedua tahun 2012, bantuan dana penelitian untuk bidang sosial-humaniora dan indikasi geografis dengan 6 pemenang dari: STKIP Santo Paulus, Flores, Nusa Tenggara Timur; Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh, Aceh; Universitas Gadjah Mada, DI Yogyakarta; Universitas Indonesia, DKI Jakarta; Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan; dan Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur.

Program ketiga tahun 2013, bantuan dana penelitian diberikan kepada para peneliti yang menekuni rempah- rempah Indonesia, khususnya untuk komoditas pala, lada, kayu manis, gambir dan pemanfaatan rempah lain dengan 6 pemenang dari: Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Politeknik Negeri Pontianak, Pontianak, Kalimantan Barat; Fakultas Universitas
Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan; Fakultas Farmasi Universitas Jember, Jember, Jawa Timur; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor, Jawa Barat; Fakultas Teknik Universitas
Indonesia, Depok, Jawa Barat; Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Bogor, Jawa Barat.

Para pemenang pada program-program terdahulu telah memberikan hasil penelitian yang luar biasa, hasil penelitian telah dimuat pada publikasi internasional, presentasi pada konferensi inter-nasional, beberapa di antaranya menjadi rujukan peneliƟ an lain dan menjadi dasar untuk pengembangan iptek dan penelitian selanjutnya. Beberapa telah didaŌ arkan untuk mendapat perlindungan HKI, khususnya Paten dan juga Indikasi Geografis.

Dikabulkannya permohonan perlindungan Indikasi Geografis pada Tenun Sutera Mandar dari masyarakat Polewali Mandar, Sulawesi Barat dengan Nomor ID G 000000047 adalah contoh sukses salah satu pemenang. Ada pula penelitian yang kemudian menjadi tenar di media, yaitutentang rumah dan pergulatan identitas orang Wae Rebo, Manggarai, Flores Barat. Bahkan, pada
23 Maret 2013, UNESCO memberi anugerah sebagai UNESCO Top Award of Excellence 2012 for Wae Rebo’s Mbaru Niang traditional houses on Flores.

***
Pada tahun 2014, Roosseno Award IV adalah mulainya konsep baru dengan diberikan sebagai penghargaan perseorangan. Yang memperoleh penghargaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya bidang Aeronautika adalah Presiden ketiga Republik Indonesia, Prof. Dr. Ing.
H. Bacharuddin Jusuf Habibie yang dinilai telah memberi inspirasi kepada bangsa Indonesia dan dunia internasional atas semangatnya dalam ilmu pengetahuan, teknologi, penemuan dan paten.

Adapun dewan penilai untuk Roosseno Award IV adalah:

(1) Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, S.J.,
(2) Prof. Dr. Mardjono Siswosuwarno,

(3) Prof. Dr. Bambang Hidayat

(4) Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro. Tahun 2015, Roosseno Award V diberikan kepada Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno untuk bidang
kemanusiaan.

Adapun dewan penilai untuk Roosseno Award V adalah (1) Prof. Dr. Ing.H.Bacharuddin Jusuf Habibie, (2) Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif, (3) Dr. Karlina Supeli, (4) Dr. TamrinA mal Tomagola, dan (5) Yudi Latief, Ph.D.

Tahun 2016, Roosseno Award VI diberikan kepada Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata, di bidang Rekayasa Struktural Teknik Sipil. Adapun dewan penilai untuk Roosseno Award VI adalah (1) Prof. Em. Ir. M. Sahari Besari, MSc., Ph.D., (2) Ir. Ary Mochtar Pedju, M.Arch., (3) Prof. Dr. Ir. Irwan Katili, DEA, (4) Prof. Ir. R. Bambang Budiono, ME, Ph.D., dan (5) Dr. Ninok Leksono,MA.

Tahun 2017, Roosseno Award VII diberikan kepada sosok yang ilmuwan dan pekerja hak asasi manusia, Prof. Dr. Saparinah Sadli, di bidang Kesetaraan Gender. Adapun dewan penilai untuk
Roosseno Award VII adalah:

(1) Prof. Dr. Suprapti S. Markam,

(2) Solita Sarwono, M.A., MPH, Ph.D.,
(3) Dr. Elizabeth Kristi Poerwandari, M.Hum., (4) Drs. S.S. Budi Hartono, M.Si., (5) Kamala C
Soedjatmoko, (6) Dr. Tjut Rifameutia, M.A.

Pada Tahun 2018, Roosseno Award VIII diberikan kepa-da Prof Dr. dr. R. Sjamsuhidajat, Sp.BKBD, tokoh Indonesia yang memberi inspirasi kepada bangsa Indonesia atas kerendahan hatinya,
kesabarannya, semangatnya dan dedikasinya pada dunia kedokteran serta menjadi panutan para dokter-dokter di Indonesia.

Setahun kemudian, Roosseno Award IX (2019) diberikan kepada Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (Ahok) tokoh yang memiliki etos kerja dan integritas tinggi.

Pada tahun yang sama pula, Roosseno Award X (2019) diberikan kepada Prof. Dr. Emil Salim atas Kontribusinya kepada nilai-nilai : “Keberlanjutan, Keanekaragaman dan Integritas” (Sustainability, Diversity & Integrity in Public Service).

Tahun 2023, penghargaan Roosseno Award ke XI diberikan kepada Carla Bianpoen atas kualitas pengabdiannya sebagai Jurnalis dan kurator seni rupa kontemporer yang kritis dan konsisten
menyuarakan yang tak terdengar.

Penyerahan award ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun berdirinya BIRO OKTROI ROOSSENO yang ke-72. pada  Senin, 26 Juni 2023
Sore di Auditorium Toeti Roosseno Plaza
Jln. Kemang Utara Raya No. 1 Jakarta Selatan.

Adapun Dewan Tetimoni;
Prof. Dr. Bambang Sugiarto
Dolorosa Sinaga
Farah Wardani (video)
Hilmar Farid, Ph.D. (video)
Dr. Inda Citraninda, SS, MA
Jim Supangkat (video)
Prof. Mayling Oey-Gardiner, Ph. D.
Prof. Dr. Melani Budianta (Ketua)
dr. Melani W. Setiawan
Mella Jaarsma
Ninuk Pambudy
Prof. Dr. Saparinah Sadli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *