CirebonPendidikan

SMAN 3 Cirebon Gelar Kegiatan P5 Suara Demokrasi, Fokus Pada Integritas, Attitude Sebuah Kepemimpinan

×

SMAN 3 Cirebon Gelar Kegiatan P5 Suara Demokrasi, Fokus Pada Integritas, Attitude Sebuah Kepemimpinan

Share this article
Kepala SMAN 3, Yeni Nuriyani,S.Pd, M.Pd.I (foto.dok.radarbuana.com/Rio)

RadarBuana | Kota Cirebon – Dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka, SMAN 3 Cirebon menyelenggarakan kegiatan P5 (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan mengusung tema Suara Demokrasi yakni “Pemilihan Ketua OSIS Ajang Belajar Demokrasi”.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas X, XI dan XII SMAN 3 Cirebon. Bertempat di lapangan Indoor Jl. Ciremai Raya no. 63 Kel. Larangan, Kota Cirebon. Senin (11/11/2024).

Wakasek Kesiswaan, Asep Suhendar, S.Pd., mengatakan,” Adapun agenda penyampaian materi Suara Demokrasi ini berkaitan dengan proyek kesiswaan dalam pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS, mencoba menanamkan suara demokrasi pada siswa. Saat ini sedang berlangsung stadium general, materi disampaikan oleh Usep Hendi Rahmawan agar anak punya bekal pimpinan mana yang harus dipilih, bukan karena faktor kedekatan, bukan juga faktor yang namanya di iming-imingi oleh sesuatu hal. Mereka diharapkan dewasa dalam menggunakan hak suaranya untuk menentukan seorang pemimpin,” ujarnya.

Sementara Kepala SMAN 3, Yeni Nuriyani,S.Pd, M.Pd.I., menyampaikan,”Yang harus diketahui bahwa SMAN 3 itu serius banget dalam menangani pendidikan. “Jadi kita sebagai guru di SMAN 3 itu bukan hanya menyuruh siswa untuk belajar karena prinsip kita itu selain QS As-Saff ayat 2 dan 3 sebagai landasan aktivitas civitas Akademitas kita, kita juga melihat secara psikologi ‘children see children do’ jadi apa yang mereka lihat itu yang mereka lakukan jadi keteladanan kuncinya,” terangnya.

Kegiatan P5
Tema : Suara Demokrasi

“Dan ketika kita memakai itu semua guru itu harus belajar dan akan terus belajar, sehingga siswa melihat kalau guru saja belajar .. bagaimana dengan siswanya. Atmosphire pembelajaran itu memang kita hidupkan di SMAN 3 dalam konteks semua orang adalah pembelajar jadi bukan hanya siswa. Sehingga siswa itu melihat apa yang dilakukan oleh guru, karena siswa (red-anak) pencontek paling ulung jadi mencontek apa yang dilihatnya. Di SMAN 3 itu memang kita sekuat tenaga belajar agar kita pantas menjadi panutan orang lain,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan, Dalam konteks P5 ini kita (red-sekolah) memilih tema Suara Demokrasi, dengan menerapkan stadium general. Kita mengajarkan pada anak budaya-budaya akademisi, mereka yakin sekolah itu pusat budaya dan pusat peradaban. Maka yang kita hidupkan anak selain akademis, antara lain stadium general bagaimana layaknya mereka mengikuti perkuliahan secara terbuka.

“Saya juga ajarkan bagaimana caranya menggunakan mulut. Kapan mulut ini harus diam dan kapan mulut ini harus bicara .. Jangan sampai salah penggunaan mulut saat orang bicara kita ngomong sendiri sementara disuruh orasi tidak bisa. Seyogyanya saat orang bicara kita diam, saat kita diminta orasi kita jago. Itu yang penting kalo tidak begitu berarti produk reject. Itu hal yang sederhana dan simpel, kita mengajarkan hal-hal teknis dengan dilandasi filosopinya,” paparnya.

Masih menurut Yeni, dalam Suara Demokrasi bahwasannya mereka memilih ketua OSIS bukan ritual tapi mereka memaknai apa itu pemilihan ketua OSIS .. bagaimana demokrasi itu yang sebenarnya. Distadium general diberilan wawasan pengetahuan dasar bagaimana sebuah demokrasi itu berjalan. Kemudian nanti akan didalami lebih dalam materinya teori demokrasi seperti apa ? . Dihari Kamis dan Jum’at diimplementasikan seperti apa ? … Jadi P5 itu dikaitkan dengan kegiatan pemilihan ketua OSIS dan wakil ketua OSIS sehingga apa yang mereka pelajari dalam stadium general penerimaan-penerimaan materi teori demokrasi (red-suara demokrasi). Bagaimana menyuarakan suara demokrasi dengan benar diimplementasikan pada hari Kamis (14/11/2024) dan Jum’at (15/11/2024).

Yeni yang akrab dengan panggilan Bunda ini juga menjelaskan bahwasannya, pihaknya sudah mengajarkan pada anak bagaimana seorang pemimpin itu penting. Didalam ruang Meeting Room yang memang layak, bagaimana anak-anak itu mempraktekan memimpin rapat, ruang rapat yang biasa digunakan anak-anak persis di tempat duduk kepala sekolah. “Jadi membangun sebuah mimpinya itu dalam kondisi riil. Maka menjadi seorang pemimpin diruang OSIS, namun mereka diruang Meeting Room disana mereka dididik bagaimana mekanisme pemilihan ketua OSIS,” terangnya.

“Kemudian segala tahapan mereka jalani disana, sampai saatnya dihari Kamis mereka akan melakukan E-vote menggunakan perangkat digital, Pemilihan langsung berbasis digital. Pendidikan yang diterapkan di SMAN 3, bagaimana menyiapkan hidup dimasa depan sesuai zamannya. Prinsip-prinsip integritas, attitude sebuah kepemimpinan yang kami ajarkan dari sekarang,” lanjutnya.

Di akhir perbincangan dengan Radarbuana Yeni Nuriyani, S.Pd,M.Pd.I menyatakan,”Nah .. Itu P5 ala SMAN 3 semuanya dilakukan kontekstual. Apa yang terjadi di dunia hari ini .. apa sih yang dibutuhkan pada saat ini .. keterampilan apa yang dibutuhkan saat ini, lebih dari itu yang kami inginkan anak-anak itu memiliki skill manners. Proses tertinggi dalam proses pembelajaran adalah sebuah karakter baik. Karakter pembelajaran akademis itu penting mutlak dimiliki oleh seorang pelajar. Tetapi goalsnya tak cukup sampai di akademis cukup pada sebuah nilai juara ini juara itu. Bagaimana mereka memiliki sebuah karakter goalsnya di karakter. “Proses pembelajaran itu akademis itu wajib dan kita ajarkan tetapi itu tidak cukup hanya sebatas itu. Lebih dari itu anak-anak ini produk kita harapkan muaranya goalsnya integritas atau karakter baik,” pungkasnya.

(Rio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *