RadarBuana.com| Gianyar – Geger warga Br. Roban, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar dikejutkan dengan jatuhnya seorang nenek kesumur.
Peristiwa itu terjadi, Minggu (25/4/2021), jatuhnya korban Ni Made Rumrum (73) baru diketahui berada di dalam sumur pukul 08.00 Wita oleh pihak keluarga.
Korban diketahui oleh menantunya bernama Ni Wayan Warsi (43), I Made Parta,( 45) dan I Wayan Karja ,(51) anak kandungnya.
Peristiwa terjeburnya korban ke dalam sumur dari keterangan Ni Wayan Warsi (menantu korban) terjadi pada Minggu 25 April 2021 sekitar pukul 03.00 Wita. Saat itu
Mendengar suara benda jatuh di sekitar rumah. Namun Warsi tidak mengecek keluar rumah dan melanjutkan tidur di rumah sebelah barat.
Kemudian sekitar pukul 08.00 Wita saksi Made Parta mengecek korban ( ibu kandungnya) ke kamarnya di Bale Daja karena biasanya korban sudah bangun dan melakukan aktivitas di sekitar rumah.
Akan tetapi ketika dicek ke kamar korban ternyata korban sudah tidak ada di kamar, namun sandal korban masih ada diteras rumah.
Setelah itu ketiga saksi mencari korban dan curiga bahwa korban jatuh ke dalam sumur mengingat sebelumnya saksi 1 mendengar suara benda jatuh. Setelah melihat ke dalam sumur ada bayangan pakaian mengambang dan tutup sumur sudah terbuka.
Selanjutnya saksi memberitahukan kejadian tersebut ke Kadus Roban kemudian dilaporkan ke Polsek Payangan.
Tim gabungan Basarnas Bali, BPDB, dan Kapolsek Payangan tiba dilokasi pukul 11.00 wita setelah menerima laporan dan langsung tim mempersiapkan evakuasi.
Kendati mendatangkan Tim Medis RSUD Payangan dan Puskesmas korban Made Rumrum, saat tim mengevakuasi dari dalam sumur korban telah meninggal dunia.
Tim Medis Rsu Payangan dan Puskesmas Payangan. Saat melakukan pemeriksaan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban mengalami lebam mayat di perut dan korban diperkirakan meninggal lebih dari 8 jam dan terdapat luka lebam di bagian belakang kepala, luka lecet pada lutut kaki kanan.
Kapolsek Payangan AKP I Putu Agus Ady Wijaya dikonfirmasi peristiwa itu Minggu sore membenarkan, pihaknya menerima laporan dan datang ke TKP menerangkan,
“Sesuai keterangan pihak keluarga, bahwa korban jatuh kedalam sumur. Pada malam saksi mendengar suara benda jatuh di sekitar rumah namun tidak mengecek keluar rumah dan melanjutkan. Pagi dicek yang awalnya nenek atau korban tidak ada dicarilah ternyata berada didalam sumur sedalam 25 meter. Setelah dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan korban sudah meninggal,” jelas Kapolsek AKP Agus Ady
Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai sebuah musibah dan tidak akan menuntut pihak manapun,” imbuhnya Des
Related posts:

Ketua TP PKK Kab. Maros Kerjasama Dengan DPPKB dan BAZNAS Adakan Deteksi Dini Penyakit Kanker

Kapolres Cirebon Kota Blusukan Sapa Warga, Dekat Bersahabat Dengan Pedagang Di Wilayah Argasunya

BKKBN Lambar Lakukan Pendataan Keluarga 2021 di Kediaman Bupati dan Wabup

Polres Takalar Tanam 1000 Pohon Mangrove, Wujud Polri Lestarikan Negeri dan Penghijauan Sejak Dini

Bupati Lambar Parosil Mabsus Hadiri Kegiatan Peduli Pesagu Season IV Kecamatan Belalau

Terima Bantuan dari BNPB Penanganan Banjir, Bupati Adnan Salurkan Langsung ke Kecamatan Terdampak

Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan, Melantik Pengurus PMI Kabupaten Jeneponto Masa Bakti 2021-2026

200 Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Seluruh Indonesia Mendapat Inspirasi Dari Bupati Maros

Ketua DPC Forkowap Lambar Soroti Dana Covid- 19 Kabupaten Lampung Barat







