Jakarta, RadarBuana.com– Untuk menyelesaikan penanganan pandemi Covid-19 terutama pelacakan kasus dan vaksinasi bagi 181 juta penduduk Indonesia, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak termasuk TNI dan Polri.
“Kami menyadari membutuhkan sistem pertahanan dan persenjataan dengan model yang berbeda dengan kombinasi TNI, Polri, dan Kementerian Kesehatan,” ungkap Menkes Budi dalam keterangan tertulisnya pada Apel Kesiapan Bhabinkamtibmas dan Tenaga Kesehatan Sebagai Tracer dan Vaksinator Covid-19 di Polda Metro Jaya serentak di seluruh Indonesia, Kamis (11/3/2021).
Bahwa saat ini dikatakan Budi Gunadi pemerintah tengah memperkuat upaya 3M dan 3T sebagai kunci utama memutus mata rantai penularan COVID-19. Pihaknya menyadari untuk melakukan dua program tersebut, dibutuhkan SDM yang terampil dengan jumlah yang besar.
Untuk tracing kasus, diperkirakan per 100.000 penduduk dibutuhkan sekitar 30 tracer yang tersebar di seluruh desa. Sementara untuk menyelesaikan pelacakan kasus bagi 269 juta jiwa diperkirakan butuh sekitar 80.000 tracer di seluruh desa.
“Kita tidak punya aparat seperti itu, yang punya hanya Polri dan TNI, oleh karena itu kita harus bekerjasama dengan Polri dan TNI untuk melakukan fungsi surveilans untuk mengidentifikasi “musuhnya” dimana, dengan melibatkan minimal 80 ribu tracer,” terang Budi.
Menurutnya selain penguatan tracing, upaya lain yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat pengendalian pandemi COVID-19 adalah vaksinasi bagi 181 juta penduduk Indonesia. Sehingga dengan penyuntikan sebanyak dua dosis vaksin, maka dibutuhkan kurang lebih 363 juta dosis vaksin. Apabila ditargetkan selesai dalam waktu 1 tahun, maka dalam satu hari sebanyak 1 juta orang divaksin.
“Tidak mungkin kami kuat sendiri, oleh karenanya kami menggaet TNI dan Polri. Mudah-mudahan bisa membantu untuk strategi surveilansnya sebagai tracer dan yang kedua melalui strategi vaksinasi sebagai vaksinator,” sebut Budi.
Sementara itu Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan siap membantu dan mendukung seluruh program penanganan pandemi COVID-19 terutama upaya tracing dan vaksinasi di seluruh Indonesia.
Wujud keseriusan Polri dalam membantu tangani COVID-19, yakni dengan menyiagakan sebanyak 13.500 vaksinator, yang mana 900 orang telah dilatih oleh Bapelkes, sementara 12.600 lainnya akan segera menyusul untuk diberikan pelatihan. “Selain itu, Polri juga telah menyiapkan 40.335 personil Bhabinkamtibmas yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia untuk melakukan tracer,” pungkas Kapolri, IG
Related posts:

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto Mengganti Jabatan 21 Perwira Menengah Di Lingkungan PMJ

Kapolres Cirebon Kota Tinjau Vaksinasi Anak di GCM, Pastikan Sesuai Prokes dan Berjalan Lancar

Citra Yunita Dalami Kamampuan Spritualnya Dalam Konten Misteri di Channel Youtube Sewu Cermis, Ser...

Kapolri Ajak Momentum Ramadan Dimanfaatkan untuk Berlomba dalam Kebaikan

Desa di Kecamatan Galsel Paling Pertama Laksanakan Musyawarah Rancangan APB-Des Tahun 2023

Polisi Pantau Di Command Center Jelang Lebaran: Jalan Tol dari Palembang Hingga Probolinggo Lancar

Lola Amaria Garap Film Dokumenter Eksil, Sejarah Kelam Indonesia Pada Masa Huru hara Politik Geraka...

ITW Sebut Gangguan Kamseltibcarlantas 2022 Kian Beragam

Direktorat Samapta Polda Sulsel Bagikan Bantuan Beras dari Kapolri







