Radarbuana | Kota Cirebon – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi agenda tahunan di seluruh sekolah, untuk menyambut siswa baru di tahun ajaran baru.
SMAN 3 Cirebon yang berlokasi di Jalan Ciremai Raya Kota Cirebon, menggelar MPLS mulai Senin, 14 Juli 2025. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang juga Ketua Pelaksana MPLS, Asep Suhendar,S.Pd menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS di SMAN 3 Cirebon sepenuhnya mengikuti arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
“Yaitu mengacu kepada MPLS Pancawaluya. Sebenarnya kegiatan sudah dimulai sejak Jum’at, 11 Juli 2025 kemarin dengan Pra MPLS, lalu dilanjutkan hari ini sampai Jumat, 18 Juli 2025, diikuti oleh sebanyak 468 siswa/i kelas X ,” ujar Asep saat ditemui Radarbuana, Selasa (15/07/2025).
Asep menjelaskan, pada hari terakhir, peserta akan mengikuti Aksi Ekologi berupa kegiatan bersih-bersih fasilitas publik, penanaman pohon, pembersihan sungai di sekitar Jalan Ciremai Raya hingga lingkungan SMAN 3 Cirebon.
“Ini nyambung juga ke MPLS Ramah dari Kementerian. Namun kami fokus ke Pancawaluya,” ungkapnya.
Terkait isu perpeloncoan, Asep menegaskan pihaknya berkomitmen penuh menciptakan MPLS yang ramah dan bebas dari praktik perundungan. Panitia, OSIS, MPK, serta PMR dilibatkan untuk memastikan siswa baru merasa nyaman.
Sementara Kepala SMAN 3 Cirebon, Yeni Nuriyani,S.Pd, M.Pd,I menuturkan MPLS 2025 berbeda dari tahun sebelumnya karena didampingi TNI/Polri dengan materi lebih bervariasi. Sekolah juga menggabungkan juknis MPLS Nasional (Ramah) dengan Pancawaluya dari Jawa Barat.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 bagi siswa SMA di Jawa Barat akan dilaksanakan secara terpadu dengan program pendidikan karakter Gapura Panca Waluya.
Program ini menekankan pembentukan karakter siswa yang cageur, bageur, bener, pinter, singer (sehat, baik hati, saleh, cerdas, dan berinisiatif).
Menurut Yeni, MPLS akan berlangsung selama lima hari mulai 14 Juli 2025 dan melibatkan unsur TNI dan Polri untuk membentuk kedisiplinan serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik sejak dini.
“Bapak-bapak dari TNI dan Polri akan memberikan motivasi, inspirasi, serta pendampingan kepada siswa. Harapannya, MPLS tidak hanya menjadi masa orientasi, tapi juga menjadi moment yang menumbuhkan tekad kuat untuk menjadi generasi Pancawaluya,” ujar Yeni.
Ia menegaskan bahwa pelibatan TNI/Polri bertujuan untuk menyampaikan materi bela negara dan wawasan kebangsaan secara menyeluruh dan membekas.
“Waktunya memang hanya lima hari, tetapi jika efektif, akan membangkitkan semangat kebangsaan dan tekad siswa untuk menyongsong masa depan dengan karakter yang kuat,” tambahnya.
Menurut Yeni diakhir perbincangan dengan Radarbuana, menyampaikan, bahwa MPLS Pancawaluya merupakan program jenius, beliau (red-KDM) benar-benar memikirkan, sangat visioner, saat ini dunia bertarnsformasi sangat cepat. bagaimana anak-anak terpapar dunia digital, kemampuan anak-anak luar biasa dalam dunia digital. “Namun ada impact negatif nya apabila tidak dibarengi dengan budaya, maka gubernur benar-benar meletakkan fondasi karakter itu sebagai sesuatu yang sangat penting. Dan menurut saya itu adalah tindakan yang sangat cerdas. kita harapkan anak Indonesia akan tumbuh menjadi manusia seutuhnya. memiliki wawasan dan skill global, berpijak pada budaya Sunda khusus untuk Jawa Barat,” pungkasnya.
(Rio)






