Nasional

Pembangunan Monumen Plaza Ir. Soekarno di Taman Cisarua Mendapat Banyak Dukungan Elemen Masyarakat Jawa Barat

×

Pembangunan Monumen Plaza Ir. Soekarno di Taman Cisarua Mendapat Banyak Dukungan Elemen Masyarakat Jawa Barat

Share this article

RadarBuana | Bandung – Berbagai elemen masyarakat Jawa Barat sangat mendukung pembangunan Monumen Plaza Ir. Soekarno di Taman Cisarua, Kota Bandung.

Puluhan elemen masyarakat nasionalis Jawa Barat, seperti  Forum Diskusi Sinergi Indonesia (FDSI), Barikade 98, Komunitas Jabar Sejati (KJS), Gerakan Bhineka Nasionalis (GBN) Jabar, Barusan Olot Masyarakat Adat (BOMA), Pemuda Demokrat, Alumni GMNI dan sejumlah elemen lainnya berkumpul dalam diskusi “Gerakan Nasional Bumikan Trisakti, Energi Spiritual Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045” di Roemah Bersama Alumni, Jalan Imam Bonjol, Kota Bandung, Rabu (27/07/2023).

Dalam diskusi tersebut, semua elemen menegaskan dukungan terhadap pembangungan Monumen Plaza Ir. Soekarno di Kota Bandung, Jawa Barat sekaligus mengecam adanya penolakan yang dilakukan Aliansi Pergerakan Islam (API).

“Kita kumpul- kumpul, dalam rangka menyikapi sekelompok orang yang menentang di bangunnya patung proklamator kita Bung Karno, itulah intinya pertemuan ini,” tegas Ketua Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) Jabar, Syarif Bastaman, salah satu peserta diskusi.

Menurut peserta diskusi lainnya, Ketua Barisan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Eka Santosa, sebagai bangsa yang besar, Indonesia, harus menghormati pahlawan, salah satu Founding Fathers Indonesia yaitu Bung Karno.

“Hal yang substansi saya kira yang pertama, adalah sebuah kewajaran bahkan keharusan kita sebagai bangsa, memberikan sebuah penghormatan. Dalam peradaban kita bahwa pengabadian Bung Karno di Bandung dengan sejarahnya, mulai Bung Karno muda, tentang Marhaenisme, Indonesia Menggugat, tentang dihantarkannya Indonesia ke kemerdekaan, itu semua di Bandung. Oleh karena itu merupakan hal wajar tentang adanya pembangunan Monumen Plaza Ir. Soekarno di Kota Bandung,” tandasnya.

Eka memastikan siap melawan segala hal yang bersifat menghina Presiden Soekarno. Sebagai Ketua Barisan Olot Masyarakat Adat, Eka berharap Jawa Barat dapat terbebas dari segala bentuk radikalisme.

“Yang kedua kita keberatan dan bereaksi, akan melakukan perlawanan terhadap bentuk apapun yang melakukan penghinaan terhadap Bung Karno, ini penting saya kira terkait adanya penolakan dari beberapa pihak salah satunya API,” tandasnya.

“Oleh karena itu tuntutan kami ketiga, Jawa Barat bebaskan dari segala bentuk intoleransi dan radikalisme, kembalikan kepada marwah Repeh, Rapih, Gemah Ripah Loh Jinawi. Saya kira itu merupakan tiga poin penting, dan ini adalah hal yang akan kita lakukan, akan datang kepada Gubernur (Jawa Barat), Kapolda, Pangdam, hingga Kejati. Kalau ada indikasi bentuk yang bisa di pidanakan akan kami pidanakan,” tegasnya lagi.

Sementara Dewan Pakar Alumni GMNI, Dr. Andi Talman menyampaikan bahwa monumentasi Bung Karno sangat
penting, sebagai bentuk implementasi atas nilai- nilai ajaran dari Bung Karno.

“Kita menginginkan monumentasi Bung Karno ini, untuk mengejawantahkan nilai- nilai Bung Karno, Identitas kebangsaan dan ajaran Bung Karno agar generasi milenial memahami ajaran Bung Karno,” terangnya.

Sedangkan Sekjen Forum Diskusi Sinergi Indonesia (FDSi) Aab Abdul Malik mengingatkan kepada seluruh penerus bangsa untuk selalu menjaga dan melaksanakan amanah dari gagasan dan ajaran Bung Karno.

“Ajaran Trisakti bisa juga di fahami oleh kita semua. Misalnya dengan menjaga situs-situs Bung Karno, mengamalkan ajaran Trisakti, membangun Monumen Plaza Ir. Soekarno, merubah status Universitas Trisakti menjadi PTNBH, dan lain-lain,” pungkas Aab.

[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *