Jakarta,Radarbuana.com – Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi / perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data yang terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 8.974 spesimen.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 7.182 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 932 positif dan 6.250 negatif. “Untuk menilai tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 76.500. Jumlah orang yang dites PCR terakhir sebanyak 57.914,” terangnya.
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 13.001 (orang yang masih dirawat / isolasi). Sedangkan, kasus jumlah Konfirmasi total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 61.807 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, total orang dinyatakan sembuh sebanyak 47.260 dengan tingkat kesembuhan 76,5%, dan total 1.546 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,5%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,9%.
Untuk tingkat kepositifan atau proporsi kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 13,9%, sedangkan proporsi kasus positif secara total sebesar 7,6%. WHO juga menetapkan standar proporsi kasus positif tidak lebih dari 5%.
Pada penerapan kembali PSBB seperti awal pandemi, Pemprov DKI Jakarta saran, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI. Melalui JakCLM, masyarakat dapat melihat risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki. Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.
Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas penggunaan masker juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk-robot PSBB lainnya. Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut serta dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.
Perlu diingat selalu untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip ini dalam berkegiatan sehari-hari:
• Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada kedekatan kedekatan.
• Selalu dijalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5 – 2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan aliran udara secara rutin.
• Seluruh kegiatan yang mendukung kesehatan harus dalam kapasitas maksimal 50% dan menjalankan protokol protokol dengan ketat.
• Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.
Pemprov DKI Jakarta juga membuka kesempatan untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB. Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs https://corona.jakarta.go.id/kolaborasi. Tajuli
Related posts:

Dua Kasus Penghimpunan Dana Ilegal Rugikan Warga Hingga Triliunan Diungkap Polri

Polisi Bertindak Tegas, Kawanan Perompak Specialis Minimarket Bersenjata Api Diringkus, 2 Melawan ...

Menko Perekonomian dan Dubes Jepang Saksikan Penandatanganan MoU KHE dengan Sumitomo Bangun PLTA Ka...

Polsek Tambora Ringkus Dua Pelaku Jambret

Posko Percepatan Penanganan Covid-19 Jakarta Barat Terima Bantuan dari Yayasan Pendidikan Vivera

Syaifuddin Cup 2023 Menunjukkan Begitu Besarnya Minat Masyarakat Terhadap Olahraga Tenis Meja

Kwarcab Pramuka Jakarta Barat Gelar Festival Peringati Hari Pramuka ke-62 Diikuti 2100 Anggota

Warga Sadarkan Disiplin menerapkan Protokol Kesehatan, Anies Apresiasi Tugu Peringatan Covid-19 di ...

Antisipasi Lonjakan Pasca Nataru 2022, RSUP Persahabatan Siapkan Scenario Penanganan Pasien Covid-1...






