DKI JakartaHukrim

Ade Ratnasari Bongkar Kedok Makelar Berinisial AMR: Catut Nama Jenderal untuk Tipu Miliaran Rupiah

×

Ade Ratnasari Bongkar Kedok Makelar Berinisial AMR: Catut Nama Jenderal untuk Tipu Miliaran Rupiah

Share this article

Radarbuana | Jakarta – Selebgram sekaligus pengusaha Ade Ratnasari akhirnya buka suara terkait kegaduhan yang menyeret namanya dalam beberapa hari terakhir. Dalam konferensi pers yang digelar pada sore hari, Kamis 24/4-2026.Ade memberikan klarifikasi tegas mengenai somasi yang ditujukan kepadanya serta mengungkap fakta mengejutkan mengenai dugaan penipuan yang melibatkan pencatutan nama pejabat tinggi negara.

Menanggapi Somasi: “Nama Siapa yang Dirugikan?”

​Ade Ratnasari mengaku terkejut saat menerima somasi dari pihak kuasa hukum seseorang bernama Cici Nugrama Cahyanti. Somasi tersebut dilayangkan menyusul pemberitaan di beberapa media elektronik yang menggunakan judul terkait “suami mantan gadis majalah populer” yang diduga melakukan penipuan.

​”Saya menerima informasi bahwa ada pihak yang merasa dirugikan nama baiknya. Namun, setelah saya baca beritanya berulang kali, tidak ada satu pun media yang menuliskan nama Saudari Cici Nugrama Cahyanti,” ujar Ade di hadapan awak media.

​Ade bahkan berkelakar bahwa dirinya sampai meminta asisten hingga keponakannya yang masih duduk di bangku SD untuk menyisir teks berita tersebut guna memastikan apakah ada nama tersebut yang terlewat. Hasilnya nihil. Ia mempertanyakan letak pencemaran nama baik yang dituduhkan kepadanya melalui Pasal 433 KUHP dan UU ITE.

​”Saya mencemarkan nama baik siapa? Di berita itu tidak ada nama Ibu Cici. Kalau yang dipersoalkan adalah sebutan ‘mantan gadis majalah populer’, mantan model majalah itu kan jumlahnya banyak sekali. Kecuali kalau konteksnya negatif, tapi menjadi model majalah kan sebenarnya sebuah prestasi,” tegasnya.

Tergiur Janji Makelar Berkedok Pejabat

​Persoalan ini bermula dari kerugian besar yang dialami Ade Ratnasari dan rekannya. Ade mengungkapkan bahwa mereka bertemu dengan seorang oknum berinisial AMR yang diduga berperan sebagai makelar atau “calo” urusan birokrasi. AMR meyakinkan Ade dengan mencatut nama-nama besar, mulai dari jenderal polisi hingga pejabat di lingkungan Imigrasi dan Bareskrim Mabes Polri.

​”Singkat cerita, saat saya sedang berada di perjalanan ke Makassar untuk menjenguk ayah saya yang sakit, oknum AMR ini terus-menerus menghubungi saya. Dia menggunakan nama-nama jenderal untuk membuat saya percaya dan khawatir,” ungkap Ade.

​Karena merasa terdesak dan percaya setelah sempat bertemu secara langsung, Ade melakukan transfer dana dalam beberapa tahap. Ia menunjukkan bukti transfer sebesar Rp200 juta, disusul Rp50 juta, hingga akumulasi kerugian pribadinya mencapai Rp800 juta. Jika ditotal dengan kerugian rekannya, angka tersebut menyentuh Rp1,05 miliar.

Bukan Hutang Piutang, Tapi Dugaan Penipuan Murni

​Ade menegaskan bahwa uang yang diserahkan bukanlah pinjaman, melainkan dana yang diminta AMR dengan janji “percepatan” urusan di instansi tertentu. Namun, setelah dilakukan konfirmasi langsung kepada para pejabat yang namanya dicatut, Ade mendapatkan fakta pahit bahwa para pejabat tersebut tidak pernah menerima uang maupun memberikan perintah kepada AMR.

​”Uang saya tidak kembali, hanya dikembalikan sebagian kecil sekitar Rp150 juta melalui jembatan pihak lain, itu pun bukan uang saya yang utuh. Oknum ini terus berjanji sampai puluhan kali, tapi tidak ada realisasinya. Ini murni dugaan penipuan, bukan hutang piutang,” kata Ade.

Langkah Hukum ke Mabes Polri

​Tak tinggal diam, Ade Ratnasari telah melaporkan kasus ini ke Bareskrim Mabes Polri. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada pihak kepolisian yang merespons laporannya dengan cepat. Menurut pihak kepolisian, tindakan oknum yang mencatut nama institusi sangat merusak citra Polri dan harus segera ditangani.

​”Saya sudah berkoordinasi dengan Bareskrim. Mereka sangat mendukung karena ini menyangkut marwah institusi yang dijual oleh oknum makelar. Saya juga mendapat informasi bahwa korbannya bukan hanya saya dan rekan saya, tapi sudah ada sejak tahun 2024 atau bahkan sebelumnya,” tambahnya.

​Ade juga mengirimkan pesan kepada keluarga oknum tersebut bahwa ia menuntut pertanggungjawaban penuh. Jika proses hukum tidak berjalan sesuai harapan atau tidak ada iktikad baik, Ade bersama keluarga besar dan korban lainnya berencana menggelar aksi damai di depan kantor instansi pemerintah yang namanya telah dirugikan oleh oknum AMR.

​”Kami ingin masalah ini terang benderang. Jangan sampai ada lagi orang yang menjadi korban karena gaya-gayaan oknum yang berlagak seperti pejabat padahal hanya makelar,” pungkas Ade. (Igo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *