Radarbuana | Jakarta – Ajang Puteri Batik Cilik dan Remaja Indonesia 2026 sukses diselenggarakan dengan melibatkan 44 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan, kompetisi ini kembali menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperkenalkan dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua kategori kompetisi, yakni Puteri Batik Cilik untuk peserta usia 10–13 tahun dan Puteri Batik Remaja untuk usia 14–18 tahun. Para peserta tidak hanya ditantang menunjukkan kemampuan di atas panggung, tetapi juga memperlihatkan pengetahuan, kepribadian, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan masa karantina pada 28 Oktober hingga 1 November 2026 di Yello Hotel Harmoni, Jakarta. Selama karantina, para finalis mengikuti berbagai kegiatan pembekalan dan penilaian untuk mengembangkan kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi malam puncak.
Sementara itu, malam Grand Final digelar pada 31 Oktober 2026 di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta.
Dalam kompetisi ini, penyelenggara menerapkan lima pilar penilaian utama, yaitu Cultural Knowledge, Public Speaking & Advocacy, Catwalk & Performance Batik, Attitude & Personality, serta Social Media & Voting Engagement.
Kelima aspek tersebut mencakup pemahaman peserta terhadap filosofi dan asal-usul motif batik, kemampuan menyampaikan pesan pelestarian budaya, penampilan di atas panggung, kepribadian selama karantina, hingga keterlibatan masyarakat melalui media sosial.
Founder Puteri Batik Cilik dan Remaja Indonesia, Derry Dahlan, mengatakan ajang tersebut digelar sebagai upaya memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda agar semakin mengenal dan bangga mengenakan batik.
Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi ini berangkat dari keprihatinan terhadap generasi muda yang dinilai perlu mendapatkan lebih banyak ruang untuk mengenal kekayaan budaya Nusantara.
“Berawal dari keprihatinan kami melihat anak-anak lebih mengenal budaya luar. Akhirnya kami membuat ajang ini agar anak-anak bangga memakai batik sebagai jati diri bangsa,” ujar Derry Dahlan.
Ia menegaskan, penilaian dalam kompetisi tidak hanya berorientasi pada penampilan fisik, tetapi juga mencakup kecerdasan, perilaku, dan pemahaman peserta terhadap budaya Indonesia.
“Jadi pemenang yang kami nobatkan adalah mereka yang memiliki Beauty, Brain, Behavior, dan jiwa budaya yang kuat,” jelasnya.
Erinne Graciana Pricilla Raih Gelar Winner Puteri Batik Remaja 2026
Pada malam Grand Final kategori Puteri Batik Remaja Indonesia 2026, Erinne Graciana Pricilla dari Jawa Timur berhasil meraih gelar Winner.
Berikut lima besar pemenang Puteri Batik Remaja Indonesia 2026:
1. Winner: Erinne Graciana Pricilla (Jawa Timur).
2. Runner Up 1: Anak Agung Sagung Gita Nareswari (Bali).
3. Runner Up 2: Haura Gazala Tsabit (Lampung).
4. Runner Up 3: Keizha Ivania Letricia Br Sembiring (Sumatera Utara).
5. Runner Up 4: Christable Catherine (DKI Jakarta).
Keberhasilan penyelenggaraan tahun ketujuh ini mendapat apresiasi dari Derry Dahlan. Ia mengaku bangga melihat para finalis mampu menunjukkan kepercayaan diri serta membawa batik ke atas panggung.
“Perasaan saya campur aduk, haru, bangga, dan bersyukur. Melihat anak-anak sudah berani di panggung membawakan batik dengan penuh percaya diri, itu bayaran yang tidak ternilai. Lelah selama berbulan-bulan persiapan terbayar,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, sponsor, media, serta seluruh tim yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Kepada para pemenang, Derry Dahlan berpesan agar gelar yang diperoleh tidak sekadar menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk ikut memperkenalkan dan melestarikan batik.
“Gelar ini bukan akhir, tetapi awal dari sebuah tanggung jawab. Mahkota dan selempang itu hanya atribut. Kalian adalah Duta Batik Indonesia. Pakailah batik dengan bangga di mana pun kalian berada,” pesannya.
Melalui penyelenggaraan Puteri Batik Cilik dan Remaja Indonesia 2026, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap warisan budaya Nusantara serta turut mengambil bagian dalam menjaga eksistensi batik agar terus dikenal oleh generasi mendatang
Related posts:

Dirnarkoba Polda Metro Jaya Pimpin Penggerebekan di Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Album "Indah Bersamamu" Rootbond Band Bentukan Azizi Blackout Dirilis Di Jakarta

"Dua Nafas", Film Syakir Daulay Siap Bikin Penonton Menangis: Kisah Cinta Nenek dan Cucu yang Tak ...

Ditengah Penghematan Nasional, Agenda Perpisahan Pejabat Jaksel di Bali Bikin Publik Geram

Penyanyi VivIan Voo Hadiri Kegiatan Sosial Harpanis Ussy Pieters Bertemu Teman Lamanya Saiful Jamil

Semarak HUT ke-81 RI, RT 005 RW 01 Ambil Bagian "Kebon Kacang Present", 'Flat Festival Vol 2'

Orang Pertama Berdarah Indonesia, Dita Karang Jadi Anggota Girlband Idol Kpop

Satu Tahun Garuda Astacita Nusantara: Transformasi Relawan Menjadi Garda Pengawal Program Strategi...

Gelaran Java Jazz 2020, Special Tampilkan Sederet Musisi Lokal dan Internasional






