RadarBuana.com | Pangandaran – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata berpesan, perekonomian di Kabupaten Pangandaran harus bangkit khususnya sektor pariwisata, namun tidak kalah penting soal kesehatan juga harus diutamakan.
Ucapan tersebut disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata pada acara monitoring pengunjung yang berwisata ke Pantai Pangandaran pasca Idul Fitri 1442 H/2021 M.
“Kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat terkait larangan mudik lebaran tahun ini harus kita patuhi,” ungkap Jeje, Sabtu (15/5/2021).
Namun disisi lain beberapa objek wisata tetap dibuka karena salah satu indikator upaya perbaikan perekonomian masyarakat agar tidak mengalami keterpurukan. “Ada ketentuan bagi pengunjung yang berwisata dan itu wajib untuk ditaati,” katanya.
Dalam penanganannya, Pemerintah Daerah Pangandaran beserta pihak TNI dan Polri melakukan pengetatan wilayah diperbatasan dan memeriksa seluruh administrasi pengguna kendaraan yang hendak berwisata.
“Setiap pengunjung yang masuk kawasan wisata Pangandaran dengan kendaraan plat Z diwajibkan masuk melalui tol gate parapat,” sebut Jeje.
Jeje memaparkan, bagi kendaraan di luar plat Z maka diwajibkan masuk melalui tol gate utama, namun harus bisa menunjukan surat hasil rapid tes antigen. Jika wisatawan tidak membawa surat rapid tes maka harus melalui pemeriksaan Posko Dinas Kesehatan di lapang merdeka dan di rapid secara acak.
“Untuk alat rapid tes disediakan, jika hasilnya negatif maka dipersilahkan masuk lokasi pantai namun jika positif maka pulang kembali ke daerah asal,” ujarnya.
Ditegaskan Jeje, kepada seluruh pengelola hotel dan restorant untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan mengedukasi tamu selama berada di obyek wisata Pangandaran.
Namun tidak lama kemudian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan untuk menutup akses menuju obyek wisata di Pangandaran dan Ciwidey.
Emil, sapaan akrabnya, meminta pengawasan dan pengendalian terhadap destinasi wisata selama Lebaran terus diperketat.
“Pangandaran dan akses ke Ciwidey disepakati ditutup untuk wisatawan,” terang Emil, Sabtu (15/5/2021).
Ia mengimbau masyarakat, khususnya kepada wisatawan, untuk memutarbalikkan kendaraan karena akses ke Pangandaran dan Ciwidey akan ditutup.
“Saya mengimbau kepada masyarakat, khususnya pemudik dan wisatawan, untuk putar balik karena Pangandaran dan Ciwidey akan ditutup,” ucap dia.
Kepala Disparbud Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan, penutupan obyek wisata itu disebabkan adanya lonjakan pengunjung,ia menyebut, penutupan itu mulai berlaku pada Minggu (16/5/2021) pukul 00.00 WIB, jalur penyekatan juga meliputi Kawasan Kalipucang dan pintu masuk Pantai Pangandaran.
“Penutupan tempat wisata Batu
Karas dimulai pukul 00.00 Wib sekarang, sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Dalam rapat juga sudah diputuskan akan ada penyekatan di kawasan Kalipucang dan di gate Pangandaran secara ketat, ini sekaligus untuk mengontrol kedatangan wisatawan juga,” kata Dedi.
( edy/ dedi.k /jely )
Related posts:

Peduli Sesama: Duta Anak Berbakat, Musisi, Harpi dan Dievhacafe Gelar Charity Konser 2020

Pengamanan Harlah NU ke - 99, Ketua Umum PBNU Silaturahmi ke Polda Jatim

Kapolres Cirebon Kota Cek Vaksin Presisi di Komplek Al Kautsar LDII

Ada yang Berbeda Diera Kepemimpinan H. Hartono, SMA N 6 Kota Cirebon Gelar Pesta Demokrasi Untuk Si...

Khilafatul Muslimin Kota Bekasi Deklarasi Akui Kedaulatan NKRI Berlandaskan UUD 45 dan Ideologi Pan...

Warga Kecamatan Cenrana 3 Tenggelam, 2 Meninggal 1 Selamat

Forkopimda Jatim Cek Vaksinasi Mahasiswa Universtitas Brawijaya Malang

Kades Toddopulia Kecamatan Tanralili Bersama warganya Salurkan Bantuan ke Luwu Utara

Sembako Buat Kordes Korblok dan Masyarakat







