DaerahSulawesi Selatan

Anak Lereng Gunung Butuh Sarana Pendidikan Yang Layak

×

Anak Lereng Gunung Butuh Sarana Pendidikan Yang Layak

Share this article
Anak-naka Anak Lereng Gunung

Maros, RadarBuana.com-Anak usia sekolah yang bermukim di lereng gunung kurang mendapatkan perhatian sarana dan prasarana  pendidikan yang memadai.  Padahal butuh perhatian yang serius dari pemerintah terkait.

Wartawan media ini mendekati kumpulan anak- anak dibawah umur yang letaknya di lereng gunung Kampung Kalioro Bontosomba, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros.

Anak-anak ini memandang jauh ke bukit, menandakan bahwa cita citanya kelak akan menuntut ilmu sepanjang jauhnya penglihatannya.

Bocah bernama Pasil menceritakan perjalanannya, anak gunung menuntut ilmu. Dia bercerita sambil nenundukkan kepala, bahwa setiap hari ketika berangkat kesekolah bersama teman temannya yang tinggal di lereng gunung dengan berjalan kaki sejauh 6  kolometer  baru sampai di sekolah. Dengan waktu tempuh satu setengah jam  dari rumah ke sekolah.

Begitu juga jika dia bersama teman-temannya kalau  pulang sekolah sekitar  3 tiga sore, sampai di rumah jam 5 sore, dengan kondisi jalan yang naik turun gunung.

” Kalau musim kemarau jalanan agak bagus, tapi kalau musim hujan kami sama teman di kampung ini harus bertarung nyawa baru bisa sampai di sekolah. Ada beberap sungai yang harus kami seberangi, yang sewaktu-waktu banjir datang, belum lagi ancaman binatan buas, seperti ular, juga tanah losor,” ungkap Pasil.

Lanjut cerita Pasil, ketika musim penghujan kami sangat  merasakan  beratnya  menuntut ilmu. Biasanya semua pakaian, tas,  buku sepatu basah semua, baru sampai di sekolah dengan jalan kaki. “Kendati demikian tekad kami semua anak kampung ini kita harus sekolah, ilmu itu penting,” ucapnya diamini oleh teman-temannya.

Anak  anak ini sangat  berharap agar pemeintah dalam hal ini dinas Pendidikan  Maros dapat membuatkan sarana sekolah yang dekat dengan kampungnya. Serta tanaga pengajar yang rajin datang, kalau bisa gurunya orang lokal saja supaya mudah menjangkau sekolah.

Camat Tompo baulu Nasruddin Baso  ketika dimintai tanggapannya  dia mengaku sangat prihatin dengan kondisi anak-anak di daerah itu.

Menurutnya d buatkan sekolah kelas   jauh, sehingga anak-anak bisa mengenyang pendidikan sama yang ada di kota sama. Hak anak-anak usia sekolah di daerah terpencil sama dengan anak-anak di kota, mereka juga butuh perhatian yang sama.

“Jumlah mereka juga banyak, kami sangat kasihan kepada mereka. Kenapa di desa-desa terpencil banyak anak putus sekolah, karena minimnya sarana pendidikan,” ungkapnya.

“Kami dari pemerintah kecamatan hanya bisa mengusulkan saja, tapi keputusan ada pada Diknas. apa lagi sekarang dengan adanya pandemi corona, anak diharuskan belajar lewat daring. Tapi anak sekolah yang tinggal di gunung, seperti di Desa Bonto Somba tidak bisa lagi belajar lewat internet, karena disana tidak terjangkau signal,” tambah Nasruddin.

“Ini perlu dipikirkan bersama, supaya anak-anak tidak tertinggal mata pelajaran,” pungkasnya mengingatkan pihak terkait.

Hal senada diungkapkan Suparman, Kades  Bonto sombo, yang juga sangat prihatin dengan kondisi pendidikan di daerahnya. Untuk sarana dan prasarana pendidikan di desanya sangat minim, ditambah tenaga pengajar tetap hanya beberapa orang.

“ Didesa ini punya satu sekolah SD induk dan mempunyai kelas jauh. Namun biasanya anak sekolah rajin pergi ke sekolah, tapi gurunya terkadang tidak masuk mengajar, bahkan beberap staf desa yang diperbantukan mengajar, tapi itu tidak efektif,” jelasnya.

Menurutnya sangat miris yang terjadi di Dusun Cindakko, disana ada gedung sekolah dua ruangan belajar, tapi sekarang tidak ada guru tetapnya, sehingga anak anak tidak dapat belajar dengan baik, hanya terkadang diisi oleh relawan kalau pas datang dari Maros.

Kades berharap agar pemerintah Kabupaten Maros secepatnya memperharikan pendidikan anak Gunung Bonto Somba.Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *