Radarbuana | Dekai – Pelarian Ferly Wesabla alias Ferlin (22), narapidana kasus pembunuhan anggota Polri yang kabur dari Lapas Klas IIB Wamena, berakhir di tangan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini diringkus di Kompleks Perumahan Ekselon II, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Senin (16/3) petang.
Penangkapan dilakukan sekitar pukul 17.50 WIT setelah tim gabungan melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan pelaku. Ferly sempat mencoba melarikan diri ke semak-semak saat akan disergap, namun kesigapan aparat di lapangan berhasil mematahkan upaya tersebut.
Profil Pelaku: Terlibat Pembunuhan Polisi dan Jaringan KKB
Ferly Wesabla bukan sekadar narapidana biasa. Berdasarkan catatan kepolisian, ia memiliki rekam jejak kriminal yang cukup panjang:
- Kasus Pembunuhan: Terpidana atas kasus pembunuhan anggota Polres Yahukimo, Bripda Oktovianus Buara, pada tahun 2024.
- Afiliasi KKB: Teridentifikasi sebagai anggota KKB Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Yalennang.
- Kronologi Pelarian: Merupakan satu dari tujuh narapidana (termasuk pimpinan KKB Penias Heluka) yang kabur dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025 lalu.
Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Mio 125 tanpa plat nomor, noken, alat komunikasi, dan perlengkapan pribadi lainnya.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penangkapan ini adalah bukti komitmen negara dalam menegakkan hukum di tanah Papua.
”Setiap pelaku kejahatan akan tetap kami kejar dan proses sesuai hukum yang berlaku. Penangkapan ini hasil kerja keras tim di lapangan dalam melakukan penyelidikan berkelanjutan,” tegasnya.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menambahkan bahwa saat ini pelaku telah diamankan di Polres Yahukimo untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kembali ke pihak Lapas.
”Kami berkoordinasi dengan Lapas Klas IIB Wamena terkait mekanisme penyerahan kembali. Kami juga berharap pihak lembaga pemasyarakatan meningkatkan sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Yusuf, Selasa (17/3).
Sementara itu, Wakaoops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat Yahukimo untuk tetap tenang dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan. []






