Radarbuana | Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bergerak cepat merespons isu kenaikan harga daging sapi dan sejumlah komoditas pangan pokok di Pasar Kopro (Tomang Barat), Jakarta Barat. Melalui Tim Satgas Saber Pelanggaran Harga dan Mutu Keamanan Pangan, Bapanas melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga di tingkat ritel, Rabu (4/3/2026).
Hasil pantauan lapangan menunjukkan bahwa harga daging sapi masih berada dalam koridor kewajaran. Untuk kualitas standar yang paling banyak diminati masyarakat, harga terpantau di angka Rp140.000 per kilogram (kg). Sementara untuk potongan khusus seperti daging bagian dalam (has dalam) dibanderol Rp150.000 hingga Rp170.000 per kg, dan daging sop di kisaran Rp120.000 per kg.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas, Sulistiyorini, S.T.P., M.Sc., menegaskan bahwa aktivitas perdagangan di pasar tersebut berjalan normal dan pasokan tersedia mencukupi kebutuhan warga.
”Kami turun langsung untuk memastikan kondisi riil. Hasilnya, harga daging sapi di Pasar Kopro berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Variasi harga yang ada sangat bergantung pada kualitas dan jenis potongan daging. Secara umum, dinamika ini masih dalam batas kewajaran pasar,” ujar Sulistiyorini di sela-sela peninjauan.
Tren Penurunan Harga Komoditas Lain
Berlawanan dengan isu kenaikan yang beredar, sejumlah pedagang justru melaporkan adanya tren penurunan harga pada komoditas ayam dan telur. Pak Benny, seorang pedagang daging ayam, menyebutkan harga hari ini turun menjadi Rp38.000 per kg dari sebelumnya Rp40.000 per kg.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Toko Lucky yang menjual telur ayam ras mengungkapkan harga telah menyusut ke angka Rp31.000 per kg. “Dua hari lalu masih Rp33.000. Harapan kami harga bisa terus turun di bawah Rp30.000 agar pelanggan tidak komplain, terutama menjelang Lebaran saat permintaan untuk bahan kue meningkat,” tuturnya.
Sementara itu, untuk komoditas cabai rawit merah, harga masih mengalami fluktuasi di kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kg, tergantung pada masing-masing pedagang.
Pengawasan Intensif di 28 Ribu Titik
Langkah proaktif Bapanas di Pasar Kopro ini merupakan bagian dari pengawasan besar-besaran yang dilakukan sepanjang Februari hingga Maret 2026. Tercatat, Bapanas telah mengintensifkan pengawasan di 28.270 titik di seluruh Indonesia, mulai dari level produsen hingga ritel.
Sulistiyorini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga agar tidak memberatkan konsumen namun tetap memberikan keuntungan yang adil bagi pedagang. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik, karena pasar tradisional menyediakan beragam pilihan harga sesuai dengan kualitas barang.
”Konsumen memiliki banyak pilihan. Kami berharap pedagang tetap memberikan harga yang wajar sesuai ketentuan, sehingga stabilitas pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri tetap terjaga,” pungkasnya.
Dengan hasil pemantauan ini, Bapanas menjamin akan terus melakukan pengawalan ketat guna mencegah spekulasi harga yang dapat mengganggu daya beli masyarakat menjelang masa mudik dan Lebaran 2026.
Related posts:

Keputusan FIFA Disesalkan DPP PSI, PSSI Diminta Melobi FIFA Agar Bersedia Mengubah Keputusan Terse...

Mahfud Apresiasi Kerja Keras dan Profesionalitas Polri - Kejagung Terkait Kasus Sambo

Permenkes RI No 9/2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Disosialisasikan Relawan ...

Empat Tahun Berturut-turut, Dukcapil Kemendagri Raih Penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik

Arief Poyuono: Danantara Bukan Sekadar Superholding, Tapi "Senjata" Geopolitik Ekonomi RI di Kancah...

Livin Jadi Unit Usaha Tersendiri Dipertimbangkan Bank Mandiri

Kapolri Instruksikan Jajarannya Pendampingan Anggaran Covid-19 dan Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Proteksi Terbaik Inovasi Terbaru Samsung, Fuse Kolaborasi dengan MAPCLUB

Rupiah Patut Diancungi Dua Jempol







