DaerahSumatera Selatan

Bupati Lampung Barat H.Parosil Mabsus Bagikan Seragam Sekolah Gratis

×

Bupati Lampung Barat H.Parosil Mabsus Bagikan Seragam Sekolah Gratis

Share this article
Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus melakukan pembagian seragam sekolah gratis.

Lambar,RadarBuana.com-Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus melakukan pembagian seragam sekolah gratis di 3 tempat, yaitu di SMPN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS), MI Al-Hikmah BNS dan SDN Pekon Hantatai. Dalam penyerahannya dilakukan secara simbolis di masing-masing sekolah, Senin(03/08/20).

Saat  penyerahan seragam gratis ini, Bupati didampingi Ketua DPRD Lambar Edi Novial S.Kom dan Anggota, Asisten II, Kadis PUPR, Kadis Perkebunan, Kadis PMP, Kadis parawisata, Kadis Kominfo, Kasatpol PP dan Ketua TP PKK Lambar Partinia Mabsus. Serta dihadiri Camat BNS dan seluruh Peratin, Babinsa, Babinkamtibmas, para dewan guru dan para orang tua wali murid penerima seragam gratis.

Bupati menyampaikan pembagian seragam gratis ini memasuki tahun ke III dimasa kepemimpinannya. Dan merupakan salah satu dari 7 (Pitu) program Bupati yaitu “Semua Bisa Sekolah” yang bertujuan untuk pemerataan pendidikan, khususnya di Kabupaten Lampung Barat.

Program bantuan seragam gratis ini disasarkan kepada siswa/siswi dari tingkat SD/MI hingga SMP/MTs, baik sekolah Negeri maupun Swasta.

Untuk tiap masing-masing siswa mendapatkan 3 stel pakaian, yang diantaranya seragam Merah Putih/Putih Biru, Batik dan Pramuka.

Bupati berharap, dengan pembagian seragam gratis ini dapat membantu meringankan besarnya beban biaya pendidikan dari masing-masing para orang tua wali murid.

Selanjutnya ditengah masa pandemi covid-19 yang saat ini masih mewabah, Bupati meminta seluruh para dewan guru yang ada di Lampung Barat untuk mencari solusi dan membuat inovasi dalam proses belajar mengajar.

“Saya minta para dewan guru mencarikan solusi dan membuat inovasi, terkait dengan proses belajar mengajar siswa/siswi kita ini,” ucap Bupati.

Diketahui sudah berjalan beberapa bulan terakhir ini proses belajar mengajar tidak dilakukan secara tatap muka, namun dilakukan menggunakan media telekomunikasi, seperti daring atau belajar dari rumah masing-masing.

Sehingganya hal itu menyebabkan kurangnya efektifitas dalam perkembangan proses belajar mengajar dari masing-masing siswa.

“Sudah beberapa bulan ini anak-anak kita melakukan proses belajar menggunakan handphone atau daring dari rumah. Hal itu menyebabkan kurangnya efektifitas dalam proses belajar mengajar dan membuat kebosanan pada masing-masing anak. Jadi buatkan inovasi, bisa dewan guru mendatangi ke rumah masing-masing siswa, atau siswa digilir masuk sekolah secara bergantian,” jelas Bupati. Wawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *